Publikasi Politik Hukum Dan Keamanan

img
Rabu, 08 April 2026

Honor the fallen, complete the mission and never retreat

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Andi Widjajanto

Three coffins draped in the red-and-white flag arrived at Soekarno-Hatta Airport on Saturday evening, carrying the bodies of Capt. Zulmi Aditya Iskandar. Sgt. Muhammad Nur Ichwan and Pvt. First Class Farizal Rhomadhon. The three young Indonesians were killed while serving as United Nations peacekeepers in southern Lebanon.

img
Senin, 06 April 2026

Andrie Yunus dan Upaya Menyelamatkan Institusi Militer

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Jaleswari Pramodhawardani

Ada sebuah paradoks yang jarang dibicarakan dalam debat mengenai yurisdiksi peradilan militer: institusi yang paling vokal mempertahankan hak mengadili anggotanya sendiri justru kerap menjadi institusi yang paling besar menanggung kerugiannya. Bukan kerugian hukum. Kerugian yang jauh lebih mahal—legitimasi. Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, membawa kita ke titik persis paradoks itu.

img
Minggu, 05 April 2026

Juwono Sudarsono: Sang Penjaga Epistemik

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Andi Widjajanto

PENJAGA epistemik adalah orang yang hadir bukan untuk mengambil keputusan, melainkan memastikan keputusan yang diambil berangkat dari pertanyaan yang benar. Di dalam ruangan-ruangan tempat tekanan politik mendorong semua orang segera menandatangani apa yang ada, penjaga epistemik adalah satu-satunya yang tetap bertanya. Karena pertanyaannya tidak bisa diabaikan, semua ruangan bergerak mengikutinya tanpa selalu menyadari bahwa merekalah yang bergerak.

img
Rabu, 01 April 2026

Politisasi Intelijen

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Haryadi

POLITISASI intelijen adalah fenomena saat lembaga, informasi, analisis, operasi intelijen, dan produk intelijen lainnya diarahkan untuk kepentingan politik sempit, baik untuk mempertahankan kekuasaan maupun menyerang lawan politik. Bukan untuk kepentingan keamanan nasional yang objektif.

img
Selasa, 31 Maret 2026

1929: Inside the Greatest Crash in Wall Street History and How It Shattered a Nation

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Muhammad Yusril I’za

Buku 1929 karya Andrew Ross Sorkin merupakan sebuah rekonstruksi historis yang komprehensif mengenai runtuhnya pasar saham Amerika Serikat pada tahun 1929. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai The Great Crash dan menjadi pemicu Depresi Besar. Andrew Ross Sorkin merupakan seorang jurnalis ekonomi ternama yang juga menulis Too Big to Fail, menyajikan narasi dengan pendekatan yang sangat manusiawi, serta menghidupkan kembali tokoh-tokoh kunci di balik krisis, mulai dari bankir raksasa, regulator, politisi, hingga para spekulan yang mempengaruhi arah sejarah ekonomi modern. Melalui gaya penulisan Sorkin tidak hanya mendeskripsikan alur kejadian, tetapi juga menggali motivasi, dinamika personal, dan konflik politik yang membentuk fondasi kerentanan sistem keuangan. Dalam kerangka ini, buku 1929 tidak hanya dilihat sebagai karya sejarah, tetapi juga sebagai studi kasus mengenai keterbatasan regulasi, bahaya spekulasi berlebihan, dan kegagalan institusional.

img
Selasa, 31 Maret 2026

RUU PPRT: Ketika Konstitusi Berhenti di Depan Pintu Dapur

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Jaleswari Pramodhawardani

ADA yang lebih berbahaya dari ketidaktahuan: ketidakmauan yang menyamar sebagai ketidaktahuan. Selama 22 tahun, Indonesia tahu persis ada jutaan perempuan bekerja tanpa kontrak, tanpa jam kerja, tanpa jaminan sosial, tanpa hak atas tubuh mereka sendiri ketika kekerasan datang. Negara tahu. Namun, negara memilih untuk tidak bergerak.

img
Senin, 30 Maret 2026

AI war has arrived, but the revolution isn’t done

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Andi Widjajanto

Two questions have shaped strategic debate since Feb. 28. Was Operation Epic Fury the first artificial intelligence war in history - a genuine break from every previous conflict - or merely the largest application of technologies militaries have been using for decades?

img
Minggu, 29 Maret 2026

Guru yang Membuka Kunci
Sebuah Kenangan untuk Prof. Juwono Sudarsono

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Andi Widjajanto

Ada jenis guru yang kehadirannya tidak terasa sebagai pengajaran sampai bertahun-tahun kemudian, ketika seseorang menoleh ke belakang dan mendapati bahwa hampir setiap keputusan besar dalam hidupnya bermula dari satu pertemuan, satu surat, satu pertanyaan pendek yang diajukan tanpa basa-basi. Prof. Juwono Sudarsono — Pak Ju, begitu saya memanggilnya — adalah guru semacam itu. Seluruh lintasan intelektual dan profesional saya tumbuh di dalam radius yang beliau bentangkan dengan sabar selama lebih dari tiga dekade, sering tanpa saya sadari sepenuhnya sampai hari ini, ketika saya harus menuliskan namanya dalam kalimat perpisahan.

img
Sabtu, 28 Maret 2026

Operation Epic Fury: The First AI War and The Revolution in Military Affairs

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author Andi Widjajanto

On February 28, 2026, the United States and Israel launched Operation Epic Fury against Iran: nine hundred strikes in twelve hours — the largest American military operation in a generation and the first full-spectrum Artificial  Intelligence (AI) war in history.

This essay addresses three analytical questions in sequence.

First: the twenty-three days, from the opening strike to the Trump ceasefire statement on March 23 — a complete operational chronology of how the war began, escalated, degraded Iran’s military capacity, and reached its diplomatic terminus.

Second: was Epic Fury the first AI war — the definitional question that determines whether this conflict constitutes a qualitative break from all previous uses of AI in warfare.

Third: is the first AI war another Revolution in Military Affairs (RMA) — and if so, which of the five diagnostic RMA criteria were confirmed in combat, and which remains dangerously incomplete.

The answers, rendered on Day 23 with full operational data: yes, yes, and four of five.

img
Kamis, 26 Maret 2026

How States Think: The Rationality of Foreign Policy

Kategori Politik Hukum Dan Keamanan
Author I Gusti Agung Rama Raditya

Negara mengambil kebijakan luar negeri berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Rasionalitas adalah bagaimana aktor internasional memandang dunia menurut persepsinya sendiri untuk mencapai tujuannya. Namun, sistem internasional merupakan sebuah tempat yang sulit bagi aktor untuk mendapatkan informasi. Seandainya aktor internasional berhasil mendapatkan informasi yang diinginkannya, ada probabilitas besar bahwa informasi tersebut tidak dapat diandalkan karena telah dimanipulasi oleh aktor-aktor lain. Dengan kata lain, negara membutuhkan sebuah teori untuk dapat melihat sebuah fenomena dengan lebih masuk akal. Aktor pembuat kebijakan luar negeri juga akan dikatakan rasional ketika menggunakan teori untuk melihat fenomena yang terjadi agar dapat mencapai tujuannya.