Publikasi Politik Keamanan

img
Jum'at, 11 November 2022

Makna Kongres Nasional Ke-20 Partai Komunis Tiongkok bagi Indonesia

Kategori Politik Keamanan
Author Ardhitya Eduard Yeremia, Klaus Heinrich Raditio

Pasca Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT), kekuasaan politik Xi Jinping menjadi sangat terkonsolidasi. Dalam hal ini, faksionalisasi politik dalam kepemimpinan puncak, sebagaimana tercermin dalam komposisi anggota Politbiro Standing Committee dan Politbiro, menjadi tidak signifikan.

img
Kamis, 06 Oktober 2022

Memaknai HUT TNI di Tengah Krisis Geopolitik

Kategori Politik Keamanan
Author Iis Gindarsah

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari lahir mereka setiap 5 Oktober. Cukup banyak peristiwa global yang mengiringi momentum bersejarah tersebut pada tahun ini. Sebut saja perang Rusia-Ukraina, ketegangan baru di Selat Taiwan dan Semenanjung Korea, serta pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada November nanti.

img
Senin, 03 Oktober 2022

Danger Zone: The Coming Conflict with China

Kategori Politik Keamanan
Author Michael Christian Budianto, Angle Caroline

Kisah tentang “kebangkitan pengaruh Tiongkok” di kancah global merupakan salah satu yang paling sering dibaca di abad ke-21. Baik di Washington maupun di dunia, kebangkitan Beijing merupakan ancaman bagi Amerika Serikat. Semua negara sedang mempersiapkan dunia di mana Tiongkok akan menjadi nomor satu. Brand dan Beckley dalam Danger Zone: The Coming Conflict with China memberikan pandangan berlawanan mengenai Tiongkok dengan menjabarkan mengapa negara tersebut berada di dalam masalah yang lebih besar daripada yang para ahli pikirkan, mengapa tren tersebut membuat beberapa tahun ke depan semakin sulit, dan bagaimana Amerika Serikat menghadapi pengaruh Tiongkok yang semakin besar.

img
Jum'at, 30 September 2022

Perang Hegemonik: Intensitas, Risiko Konflik, dan Strategi Indonesia

Kategori Politik Keamanan
Author LAB 45, PACIS Unpar

Amerika Serikat tidak dapat dipungkiri masih menjadi kekuatan utama dalam tatanan keamanan global. Namun, tren di level regional semakin bergeser ke arah multipolaritas akibat ekspansi ekonomi Tiongkok di Asia Pasifik dan bangkitnya pengaruh Rusia di Eropa Timur. Pergeseran ini meningkatkan potensi konflik regional atau bahkan memicu perang antarnegara adidaya. Indonesia cenderung memiliki limitasi dalam mengambil kebijakan di tengah konteks tersebut. Dalam konteks itu, tim penulis menyajikan sembilan skenario perang antarnegara adidaya dengan menimbang intensitas konflik berdasarkan pola-pola komitmen hegemonik dan perimbangan kekuatan, serta risikonya terhadap Indonesia melalui analisis disrupsi ekonomi dan pola kedekatan geografis. Guna mendekatkan analisis alternatif masa depan dengan kondisi nyata, studi ini juga melakukan simulasi kasus sederhana pada daerah-daerah rawan konflik antarnegara adidaya, yaitu di Laut Cina Selatan, Selat Taiwan, Kepulauan Diaoyu/Senkaku, Semenanjung Korea, Teluk Persia, dan Ukraina.

img
Jum'at, 26 Agustus 2022

Memperkuat Demokrasi di Indonesia

Kategori Politik Keamanan
Author LAB 45, LP3ES

Indonesia telah mengalami rangkaian pasang surut demokrasi sejak kemerdekaannya pada tahun 1945. Dengan kata lain, demokrasi di Indonesia tidak bergerak secara linier. Namun demikian, terdapat keyakinan bahwa gagasan tentang demokrasi di Indonesia tidak akan pernah musnah, yang di antaranya terlihat dari kuatnya dukungan atas demokrasi dibandingkan sistem politik lainnya. Demokrasi di Indonesia akan terus hidup karena berbagai faktor yang menopangnya.

img
Rabu, 24 Agustus 2022

Crossing the Strait: China’s Military Prepares for War with Taiwan

Kategori Politik Keamanan
Author Omar Farizi Wonggo

Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2-3 Agustus 2022 menjadi katalis dalam peningkatan tensi kawasan, utamanya di Selat Taiwan, dengan digelarnya latihan militer Tiongkok pada enam lokasi perairan mengitari Pulau Taiwan. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah Tiongkok akan melakukan invasi ke Taiwan dalam rangka unifikasi. Apabila terjadi ekskalasi di Selat Taiwan maka fenomena ini akan menambah arena pertempuran yang terjadi pada 2022 setelah operasi militer Rusia terhadap Ukraina pada bulan Februari lalu yang berlangsung hingga sekarang.

img
Selasa, 09 Agustus 2022

Russia-Ukraine Crisis: Where Do We Go from Here

Kategori Politik Keamanan
Author Mutti Anggitta

Rusia memulai operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022. Dalam lebih dari lima bulan terakhir, banyak akademisi, pengamat, dan praktisi di bidang hubungan internasional, pertahanan, dan ekonomi politik menghasilkan analisis mengenai penyebab konflik ini terjadi, proyeksi skenario eskalasi konflik, evaluasi dampak konflik tersebut dan rekomendasi kebijakan untuk mengatasinya, hingga spekulasi mengenai bagaimana negara-negara lainnya memandang dan mengambil sikap atas konflik yang terus berlanjut ini. “Russia-Ukraine Crisis: Where Do We Go from Here?” oleh Dongxiao dan Wei (editor) menawarkan sebuah kajian yang mencakup banyak aspek penting dalam kompleksitas konflik ini. Dengan menggunakan sudut pandang dari dalam Tiongkok, keduanya menghadirkan analisis terkait tatanan internasional, hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Rusia, serta perlucutan senjata nuklir.

img
Jum'at, 08 Juli 2022

Sebuah Catatan Kecil untuk Perdamaian Ukraina

Kategori Politik Keamanan
Author Makmur Keliat

Mencari titik tengah untuk dapat keluar dari alam berpikir terkait penyebab perang yang selama mengemuka merupakan tugas besar. Titik masuk itu dibutuhkan untuk menciptakan peluang mewujudkan perdamaian di Ukraina.

img
Selasa, 21 Juni 2022

Pertahanan Ibu Kota Negara: Strategi dan Gelar Militer

Kategori Politik Keamanan
Author CBDS Universitas Bina Nusantara, LAB 45

Studi ini menganalisis geografi militer, karakter ancaman, dan adopsi strategi dalam peperangan yang melibatkan ibu kota negara.

img
Rabu, 18 Mei 2022

Pertempuran Ibu Kota Negara, 1910-2021

Kategori Politik Keamanan
Author Binus University, LAB 45

IKN yang berfungsi ganda sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi adalah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan dibandingkan dengan IKN yang hanya menjadi pusat pemerintahan. Selain itu, IKN dengan medan geografi yang kompleks (kombinasi perbukitan, persungaian, dan pegunungan) justru menjadi sasaran paling banyak, menandakan bahwa pihak penyerang selalu menemukan cara untuk mengatasi kendala medan geografi dalam menggempur IKN.