header

Acara

Acara

img

Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok dan Maknanya bagi Indonesia

Webinar Jum'at, 25 November 2022 09:30 - 12:00 WIB

Pasca Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT), kekuasaan politik Xi Jinping menjadi sangat terkonsolidasi. Dalam hal ini, faksionalisasi politik dalam kepemimpinan puncak, sebagaimana tercermin dalam komposisi anggota Politbiro Standing Committee dan Politbiro, menjadi tidak signifikan.

Laporan Kongres Nasional Ke-20 PKT menunjukkan bahwa terdapat penekanan pada empat hal berikut: (1) keamanan nasional, (2) persepsi ancaman eksternal, (3) kemandirian nasional, dan (4) ideologi. Temuan ini menyarankan bahwa terdapat penguatan rasa tidak aman (insecurity) di dalam tubuh partai.

Terkait kebijakan zero-Covid, Tiongkok tampak mulai mengambil langkah-langkah untuk secara bertahap melonggarkan pembatasan-pembatasan. Perlu dicatat bahwa faktor ekonomi dan politik saling berkelindan dalam urusan penanganan pandemi Covid-19 di Tiongkok. Akibatnya, akhir dari kebijakan zero-Covid masih akan memerlukan waktu yang tidak sedikit.

Dalam periode ketiga kepemimpinan Xi, pilihan-pilihan kebijakan luar negeri Tiongkok akan cenderung berkesinambungan dengan inisiatif-inisiatif yang diperkenalkan pada satu dekade sebelumnya. Hal ini demi mewujudkan ambisi besar Xi Jinping dalam menjadikan Tiongkok sebagai salah satu aktor global yang paling signifikan. Kesinambungan akan nyata dalam pilihan-pilihan kebijakan pelibatan (engagement) dengan negara-negara berkembang, kebijakan ekonomi internasional, dan pendekatan terhadap Isu Laut Tiongkok Selatan.

Namun, perlu dicatat bahwa Tiongkok akan cenderung semakin asertif dalam menghadapi tantangan-tantangan eksternal. Dalam hal ini, dunia perlu mengantisipasi tindakan-tindakan yang mengarah pada penggelaran kekuatan militer dalam merespons permasalahan Taiwan dan intensifikasi rivalitas Tiongkok-Amerika serikat, utamanya dalam bidang sains dan teknologi.

Dengan temuan-temuan di atas, kebijakan luar negeri Tiongkok dalam periode ketiga kepemimpinan Xi akan menghadirkan situasi yang rumit bagi Indonesia. Indonesia perlu mengantisipasi situasi lingkungan internasional yang semakin tidak menentu, yang utamanya dibentuk oleh dinamika persaingan strategis Tiongkok-Amerika Serikat. Di sisi lain, dalam konteks persaingannya dengan Amerika Serikat, Tiongkok akan terus berusaha untuk memperluas pengaruh geopolitiknya dengan menawarkan berbagai inisiatif-inisiatif kerja sama, termasuk dalam bidang ekonomi. Hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk melayani kepentingan nasional Indonesia.

Selain dilandasi oleh pragmatisme ekonomi, usaha Indonesia melakukan pelibatan terhadap Tiongkok dapat pula diarahkan untuk mendorong Tiongkok agar lebih menunjukkan kepatuhan kepada hukum dan norma internasional–yang  sesungguhnya adalah salah satu bagian penting dari ekspresi kebijakan luar negeri Indonesia itu sendiri.

img

Ancaman Resesi Global: Transisi Ekonomi Hijau di Persimpangan Jalan

Webinar Senin, 24 Oktober 2022 14:00 - 16:30 WIB

Seluruh negara tengah menghadapi krisis planet (planetary crisis) yang tidak dapat diselesaikan oleh beberapa negara saja. Inisiatif mitigasi yang diselenggarakan secara multilateral telah membuahkan Kesepakatan Paris yang menuntut komitmen tidak hanya negara maju tetapi juga negara berkembang dalam menurunkan emisi, salah satunya adalah Indonesia. Dalam memenuhi komitmen tersebut Indonesia telah mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan yang dilakukan melalui praktik Ekonomi Hijau. Berdasarkan kondisi tersebut, Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) bekerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) telah menyusun monograf berisi evaluasi terhadap praktik Ekonomi Hijau Indonesia. Ditemukan bahwa pembangunan nasional saat ini masih bersifat transaksional antara ekonomi dengan ekologi dikarenakan masih belum optimalnya faktor pengungkit, seperti regulasi, kelembagaan, dan pendanaan, yang disiapkan pemerintah dalam memfasilitasi transisi Ekonomi Hijau nasional.

Beranjak dari monograf tersebut, LAB 45 dan CSIS ingin memperkaya kajian dan wawasan publik dengan mengadakan webinar yang ditujukan untuk (1) meningkatkan kesadaran publik terkait praktik Ekonomi Hijau, utamanya di tengah bayangan krisis ekonomi global; (2) menjabarkan risiko dan peluang dari transisi Ekonomi Hijau terhadap ekonomi nasional; dan (3) memetakan arah kebijakan dan strategi berdasarkan ketersediaan modalitas nasional.

img

Konflik Negara Adidaya dan Disrupsi Ekonomi Global: Strategi Indonesia?

Webinar Rabu, 28 September 2022 14:00 - 16:00 WIB

Serangan militer di Ukraina serta ketegangan Tiongkok-Taiwan menunjukkan turbulensi geopolitik yang semakin intens. Tantangan dan persaingan negara-negara adidaya telah membawa risiko bagi perekonomian dan keamanan Indonesia. Bagaimana Indonesia harus bermanuver untuk mengamankan stabilitas ekonomi dan menjaga kedaulatannya di tengah situasi konflik? Temukan jawabannya dalam webinar “Konflik Negara Adidaya dan Disrupsi Ekonomi Global: Strategi Indonesia?” hasil kolaborasi LAB 45 dan PACIS UNPAR

img

Prospek Ekonomi Biru bagi Pemulihan Ekonomi Indonesia

Webinar Senin, 26 September 2022 14:00 - 16:00 WIB

Indonesia adalah negara kepulauan tropis terbesar di dunia. Selain perairannya yang luas mencapai 3.257.357 km2; garis pantainya juga terpanjang kedua di dunia dengan panjang mencapai 108.000 kilometer. Letaknya yang strategis menempatkan Indonesia memiliki mega biodiversity sekaligus produsen ikan terbesar kedua di dunia, setelah China. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat potensi ekonomi maritim Indonesia mencapai US$1,5 milyar termasuk di antaranya potensi wilayah pesisir, bioteknologi, perikanan, minyak bumi, transportasi laut dan wisata bahari, dengan pemanfaatan hingga tahun 2021 masih pada kisaran 25%.

img

Memperkuat Demokrasi di Indonesia: Konteks, Modal, Tantangan, dan Solusi

Webinar Jum'at, 26 Agustus 2022 09:30 - 11:30 WIB

Indonesia telah mengalami rangkaian panjang gelombang pasang surut demokrasi sejak kemerdekaannya pada 1945. Dengan kata lain, demokrasi di Indonesia tidak bergerak secara linier sehingga dibutuhkan kerangka kebijakan untuk memperkokoh demokrasi. Komitmen bangsa Indonesia terhadap demokrasi merupakan modal yang penting untuk dicatat. Perjalanan demokratisasi di negera ini juga telah memberikan nuansa baru dan lebih kaya terhadap rumusan kepentingan nasional dan penyelenggaraan kebijakan luar negeri serta diplomasi Indonesia. Transisi politik menuju demokrasi memberi Indonesia kesempatan untuk mengaitkan ambisi kepemimpinan dengan tujuan normatif yang luhur. Praktik demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan penerapan norma-norma yang mendapat pengakuan universal memberikan kehormatan bagi Indonesia dan menempatkan klaimnya atas kepemimpinan kawasan dengan berdiri tegak di atas landasan normatif global. 

Untuk memperkuat demokrasi, kita perlu mengenali secara baik lingkungan di mana demokrasi itu dibangun, menginventarisasi modal sosial-kultural yang hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat secara luas, serta memetakan tantangan demokrasi ke depan. Oleh karena itu, webinar ini memiliki empat tujuan utama. Pertama, menjelaskan konteks di mana demokrasi dibangun, yang dikaitkan dengan tren yang bersifat umum dan khusus. Kedua, menjelaskan modal sosial-kultural demokrasi Indonesia yang mendorong kita untuk melihat energi positif yang kita miliki sebelum mempraktikkan demokrasi modern. Ketiga, menjelaskan tantangan demokrasi di Indonesia menuju tahun 2045. Terakhir, merumuskan solusi-solusi konkret atas berbagai tantangan tersebut dengan turut mempertimbangkan konteks dan modal yang dimiliki Indonesia.

img

Dampak Krisis Ekonomi Global terhadap Stabilitas Politik: Berkaca dari Eropa dan Sri Lanka

Webinar Kamis, 21 Juli 2022 14:00 - 16:00 WIB

Alih-alih memulihkan rantai pasok global pasca pandemi Covid-19, perang di Ukraina justru mengakibatkan stagflasi yang ditandai oleh kenaikan harga-harga kebutuhan pokok di banyak negara. Krisis ekonomi ini disinyalir dapat memantik gejolak politik dan mengganggu stabilitas pemerintahan di dalam negeri. Di Inggris, kondisi ekonomi memburuk tidak hanya karena faktor Brexit, tetapi juga akibat inflasi yang hampir mencapai dua digit. Setelah lebih dari 50 pejabat pemerintahannya mengundurkan diri, Perdana Menteri Boris Johnson akhirnya terpaksa mengundurkan diri pada 7 Juli 2022. Di Sri Lanka, krisis ekonomi sudah sangat buruk hingga meluas menjadi krisis kemanusiaan. Menyusul pendudukan atas istana kepresidenan pada 9 Juli lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksa akhirnya melarikan diri ke Maldives.

Secara umum, webinar ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menjelaskan dampak dan risiko dari krisis ekonomi yang diakibatkan oleh konflik bersenjata di Ukraina. Kedua, memperoleh pembelajaran transisi pemerintahan yang baru-baru ini terjadi di Inggris dan Sri Lanka. Terakhir, menampung saran atau rekomendasi dari para pakar, praktisi dan pemerhati ekonomi politik guna memitigasi risiko risiko serupa terhadap Indonesia.

img

Mengkaji Strategi Pertahanan Ibu Kota Nusantara

Webinar Selasa, 21 Juni 2022 14:00 - 16:00 WIB

Ibu kota negara dengan konsentrasi centre of gravity adalah target utama serangan musuh, baik dalam perang konvensional maupun hibrida. Namun, strategi pertahanan IKN belum banyak dikaji. Sejatinya pertempuran IKN adalah peperangan kota yang menghadirkan kompleksitas tersendiri bagi pihak penyerang maupun bagi pihak bertahan. Mengingat perubahan karakter ancaman dan perbedaan medan geografi, rencana pemindahan IKN dari Jakarta ke Nusantara meniscayakan strategi dan gelar pertahanan baru. Dalam konteks tersebut, studi ini menganalisis pola-pola terkait geografi militer, karakter ancaman, dan adopsi strategi dalam peperangan yang melibatkan IKN.

img

Konflik Rusia-Ukraina dan Risiko Ekonomi Politik bagi Indonesia

Webinar Jum'at, 04 Maret 2022 14:00 - 16:00 WIB

Ketegangan di Ukraina tengah bereskalasi menjadi konflik bersenjata. Dinamika ini memiliki berbagai risiko yang penting diperhatikan seluruh pihak. Sehubungan dengan itu, seminar daring ini akan mendiskusikan arah pergerakan konflik dan memetakan risiko ekonomi politik yang berpotensi dihadapi Indonesia serta merumuskan mitigasi yang dibutuhkan.

img

Dinamika Persenjataan Global dan Proyeksi Pembangunan Pertahanan Indonesia 2045

Webinar Rabu, 29 Desember 2021 10:00 - 12:00 WIB

Mengapa negara mengadopsi pendekatan yang berbeda-beda dalam mengembangkan kemampuan angkatan bersenjatanya? Komunitas kajian strategis telah mengidentifikasi faktor-faktor struktural yang dapat mempengaruhi dinamika persenjataan global. Diantaranya adalah kapasitas ekonomi pertahanan, potensi produksi senjata dan kapabilitas teknologi militer. Webinar ini hendak mendiskusikan prospek pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia hingga 2045.

img

Gerakan Perempuan dan Proyeksi Kesetaraan Gender Indonesia 2045

Webinar Senin, 27 Desember 2021 10:00 - 12:00 WIB

Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan agenda kesetaraan gender, terutama dari dimensi kebijakan dan sosial-budayaWebinar ini membahas skenario-skenario mengenai kondisi kesetaraan gender di Indonesia dan peta jalan pencapaian tingkat kesetaraan gender hingga 2045.

img

Skenario Hubungan Amerika Serikat-Tiongkok dan Proyeksi Kebijakan Indonesia 2045

Webinar Rabu, 22 Desember 2021 10:00 - 12:00 WIB

Interaksi negara-negara berkekuatan besar mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karakter persaingan geopolitik dan geoekonomi cenderung dipengaruhi oleh beragam faktor mulai dari perimbangan kekuatan dan ketergantungan ekonomi politik hingga dinamika politik domestik. Webinar ini akan membahas berbagai skenario hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta dampaknya terhadap Indonesia hingga 2045.

img

Skenario Politik Luar Negeri Indonesia 2045

Webinar Senin, 20 Desember 2021 10:00 - 12:00 WIB

Dinamika politik global semakin tidak menentu. Bahkan, hubungan internasional kekinian diwarnai dengan berbagai bentuk persaingan geopolitik antar negara-negara adidaya. Webinar ini bermaksud memproyeksikan skenario politik luar negeri Indonesia guna mempertahankan kedaulatan nasional dan memelihara otonomi strategis hingga 2045.

img

Perubahan Iklim: Adakah Solusi yang Realistis & Efektif?

Webinar Rabu, 03 November 2021 19:00 - 21:00 WIB

Perubahan iklim adalah salah satu permasalahan global yang saat ini sedang mendapat banyak perhatian baik di dalam maupun luar negeri. LAB 45 bermaksud menyelenggarakan sebuah diskusi online dengan tema “Perubahan Iklim: Adakah Solusi yang Realistis & Efektif?”

img

G20 dan Prospek Pemulihan Ekonomi Global

Webinar Senin, 01 November 2021 10:00 - 12:00 WIB

Untuk kali pertama sejak ketergabungan dalam G20, Indonesia akan menjadi presidensi bagi forum internasional ini, mulai Desember 2021 sampai dengan November 2022. Menjalankan peran dan kewajiban sebagai tuan rumah di tengah kondisi luar biasa pandemi COVID-19 tentu diikuti banyak tantangan. Akhirnya, webinar ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik masyarakat secara umum ataupun untuk tujuan khusus seperti penelitian dan perumusan kebijakan di masa mendatang.

img

Tarung Opini Politik di Media Sosial

Webinar Selasa, 19 Oktober 2021 14:00 - 16:00 WIB

Tim analis LAB 45 baru saja menyelesaikan sebuah kajian mengenai model jagat percakapan (social network analysis) seputar isu-isu politik populer di media sosial. Dalam rangka mendiseminasi produk kajian terbaru, LAB 45 akan menyelenggarakan sebuah webinar dengan tema Tarung Opini Politik di Media Sosial.

img

Tilik Tahun Kedua Jokowi-Ma'ruf Amin

Webinar Minggu, 17 Oktober 2021 14:00 - 16:00 WIB

Bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin, Tim Analis LAB 45 berencana akan mendiseminasikan hasil analisis maha data tentang eksposur isu dan pola sentimen dalam pemberitaan daring dan percakapan warganet selama tahun kedua pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

img

Indonesia dalam Pusaran Dinamika Persenjataan AUKUS-China

Webinar Selasa, 05 Oktober 2021 19:00 - 21:00 WIB

Tim analis Politik dan Keamanan di LAB 45 baru saja menyelesaikan sebuah riset tentang Indonesia dan dinamika persenjataan global. Sehingga hasil tersebut akan didiseminasikan dalam sebuah webinar yang turut akan membahas tentang dampak AUKUS terhadap dinamika di Laut China Selatan dan Indo-Pacific.