header

Publikasi

Publikasi Kami

img
Jum'at, 11 November 2022

Makna Kongres Nasional Ke-20 Partai Komunis Tiongkok bagi Indonesia

Ardhitya Eduard Yeremia, Klaus Heinrich Raditio Politik Keamanan Cakrawala Strategis

Pasca Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT), kekuasaan politik Xi Jinping menjadi sangat terkonsolidasi. Dalam hal ini, faksionalisasi politik dalam kepemimpinan puncak, sebagaimana tercermin dalam komposisi anggota Politbiro Standing Committee dan Politbiro, menjadi tidak signifikan.

img
Sabtu, 29 Oktober 2022

Ekonomi Hijau dalam Visi Indonesia 2045

LAB 45, CSIS Ekonomi Politik Monograf

Seluruh negara tengah menghadapi krisis planet (planetary crisis) yang tidak dapat diselesaikan oleh beberapa negara saja. Inisiatif mitigasi yang diselenggarakan secara multilateral telah membuahkan Kesepakatan Paris yang menuntut komitmen tidak hanya negara maju tetapi juga negara berkembang dalam menurunkan emisi, salah satunya adalah Indonesia. Dalam memenuhi komitmen tersebut Indonesia telah mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan yang dilakukan melalui praktik Ekonomi Hijau. Berdasarkan kondisi tersebut, monograf ini mencoba melakukan 1) Evaluasi perkembangan Ekonomi Hijau; 2) Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia; 3) memberikan strategi dan rekomendasi; dan 4) Menyusun proyeksi perkembangan Indonesia ke depan.

img
Kamis, 06 Oktober 2022

Memaknai HUT TNI di Tengah Krisis Geopolitik

Iis Gindarsah Politik Keamanan Media Eksternal

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari lahir mereka setiap 5 Oktober. Cukup banyak peristiwa global yang mengiringi momentum bersejarah tersebut pada tahun ini. Sebut saja perang Rusia-Ukraina, ketegangan baru di Selat Taiwan dan Semenanjung Korea, serta pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada November nanti.

img
Senin, 03 Oktober 2022

Danger Zone: The Coming Conflict with China

Michael Christian Budianto, Angle Caroline Politik Keamanan Bedah Literatur

Kisah tentang “kebangkitan pengaruh Tiongkok” di kancah global merupakan salah satu yang paling sering dibaca di abad ke-21. Baik di Washington maupun di dunia, kebangkitan Beijing merupakan ancaman bagi Amerika Serikat. Semua negara sedang mempersiapkan dunia di mana Tiongkok akan menjadi nomor satu. Brand dan Beckley dalam Danger Zone: The Coming Conflict with China memberikan pandangan berlawanan mengenai Tiongkok dengan menjabarkan mengapa negara tersebut berada di dalam masalah yang lebih besar daripada yang para ahli pikirkan, mengapa tren tersebut membuat beberapa tahun ke depan semakin sulit, dan bagaimana Amerika Serikat menghadapi pengaruh Tiongkok yang semakin besar.

img
Jum'at, 30 September 2022

Perang Hegemonik: Intensitas, Risiko Konflik, dan Strategi Indonesia

LAB 45, PACIS Unpar Politik Keamanan Monograf

Amerika Serikat tidak dapat dipungkiri masih menjadi kekuatan utama dalam tatanan keamanan global. Namun, tren di level regional semakin bergeser ke arah multipolaritas akibat ekspansi ekonomi Tiongkok di Asia Pasifik dan bangkitnya pengaruh Rusia di Eropa Timur. Pergeseran ini meningkatkan potensi konflik regional atau bahkan memicu perang antarnegara adidaya. Indonesia cenderung memiliki limitasi dalam mengambil kebijakan di tengah konteks tersebut. Dalam konteks itu, tim penulis menyajikan sembilan skenario perang antarnegara adidaya dengan menimbang intensitas konflik berdasarkan pola-pola komitmen hegemonik dan perimbangan kekuatan, serta risikonya terhadap Indonesia melalui analisis disrupsi ekonomi dan pola kedekatan geografis. Guna mendekatkan analisis alternatif masa depan dengan kondisi nyata, studi ini juga melakukan simulasi kasus sederhana pada daerah-daerah rawan konflik antarnegara adidaya, yaitu di Laut Cina Selatan, Selat Taiwan, Kepulauan Diaoyu/Senkaku, Semenanjung Korea, Teluk Persia, dan Ukraina.

img
Kamis, 29 September 2022

Prospek Ekonomi Biru bagi Pemulihan Ekonomi Indonesia

LAB 45, SDGs Center UNDIP, PKSPL-IPB Ekonomi Politik Monograf

Indonesia memiliki potensi ekonomi biru yang besar sebagai alternatif penggerak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Realisasi atas potensi ini menjadi krusial ketika pertumbuhan dari sektor lainnya tidak lagi bisa menopang kebutuhan yang terus berkembang. Oleh karena itu, pemetaan dan perencanaan terhadap potensi ini perlu disusun sedini mungkin. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan ekologi menjadi kunci pengembangan ekonomi biru. Dalam konteks tersebut, kajian ini menganalisis

img
Rabu, 21 September 2022

Dampak Utang Jatuh Tempo terhadap Nilai Tukar

Fariz Raffandi Marzuki, Indah Lestari, Reyhan Noor, Makmur Keliat Ekonomi Politik Tilik Data

Tekanan dari pembayaran kupon dan jatuh tempo utang terhadap nilai tukar cenderung tidak menimbulkan masalah. Tekanan ini juga relatif minimal terhadap Neraca Transaksi Berjalan (Current Account).

img
Kamis, 01 September 2022

Tinjauan Ekonomi Hijau

LAB 45, CSIS Ekonomi Politik Tilik Data

Istilah Ekonomi Hijau pertama kali muncul oleh Pearce et al. pada 1989, lewat laporan “Blueprint for a Green Economy”. Semenjak itu, terjadi perkembangan istilah. Pada 2011, United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan Ekonomi Hijau sebagai “peningkatan kesejahteraan dan kesetaraan sosial, dan secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi”.

img
Jum'at, 26 Agustus 2022

Memperkuat Demokrasi di Indonesia

LAB 45, LP3ES Politik Keamanan Monograf

Indonesia telah mengalami rangkaian pasang surut demokrasi sejak kemerdekaannya pada tahun 1945. Dengan kata lain, demokrasi di Indonesia tidak bergerak secara linier. Namun demikian, terdapat keyakinan bahwa gagasan tentang demokrasi di Indonesia tidak akan pernah musnah, yang di antaranya terlihat dari kuatnya dukungan atas demokrasi dibandingkan sistem politik lainnya. Demokrasi di Indonesia akan terus hidup karena berbagai faktor yang menopangnya.

img
Rabu, 24 Agustus 2022

Crossing the Strait: China’s Military Prepares for War with Taiwan

Omar Farizi Wonggo Politik Keamanan Bedah Literatur

Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2-3 Agustus 2022 menjadi katalis dalam peningkatan tensi kawasan, utamanya di Selat Taiwan, dengan digelarnya latihan militer Tiongkok pada enam lokasi perairan mengitari Pulau Taiwan. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah Tiongkok akan melakukan invasi ke Taiwan dalam rangka unifikasi. Apabila terjadi ekskalasi di Selat Taiwan maka fenomena ini akan menambah arena pertempuran yang terjadi pada 2022 setelah operasi militer Rusia terhadap Ukraina pada bulan Februari lalu yang berlangsung hingga sekarang.