Demokrasi yang Belum Hijau

Tahun-tahun ini menjadi krusial demi menyongsong visi Indonesia Emas.
Radhityana Muhammad Senin, 18 Mei 2026
Generate by AI Generate by AI

Penulis

Radhityana Muhammad

Radhityana Muhammad

Analis Utama
Ekonomi Politik

Isu lingkungan hidup selalu muncul dalam setiap musim kampanye pemilihan umum. Para kandidat berlomba menjanjikan transisi energi, perlindungan hutan, dan udara yang lebih bersih. Setelah kekuasaan terbentuk, janji-janji itu perlahan mengendap. Kebijakan yang muncul kemudian sering kali bukan kebijakan transformatif, melainkan proyek seremonial yang aman secara politik.

Perdebatan selalu muncul di satu sisi berpadangan bahwa ”Keberlanjutan perlu diperhatikan untuk menjamin kehidupan di masa yang akan datang”. Di sisi lain muncul narasi ”generasi saat ini tidak punya kewajiban apa pun untuk generasi yang akan datang”.

Padahal kondisi lingkungan di masa yang akan datang tidak ditentukan oleh generasi masa depan. Ia ditentukan oleh kebijakan yang sedang ditandatangani sekarang, oleh konsesi yang sedang diperpanjang, oleh moratorium yang sedang dilemahkan. Banjir yang semakin sering terjadi hari ini, tenggelamnya beberapa kawasan di pesisir utara Jawa, dan fenomena El Nino panjang bukan sebuah ramalan belaka, semuanya sudah terjadi.

Publikasi Terkait