Opsi Militer Perang Asimetris Gaza

Andi Widjajanto Selasa, 24 Februari 2026
Opsi Militer Perang Asimetris Gaza Opsi Militer Perang Asimetris Gaza
  • fb
  • x
  • youtube

Penulis

Andi Widjajanto

Andi Widjajanto

Penasihat Senior

Di bawah permukaan Jalur Gaza yang luasnya hanya 365 kilometer persegi—lebih kecil dari Kota Surabaya—terbentang labirin bawah tanah sepanjang 350-500 kilometer. 

Jaringan terowongan ini, dengan kepadatan mencapai 1,37 kilometer terowongan per kilometer persegi wilayah permukaan, melampaui densitas sistem kereta bawah tanah kota-kota besar dunia. Dibangun selama 10-20 tahun dengan biaya estimasi 30 juta-90 juta dolar AS. Panjang totalnya setara jarak Jakarta ke Semarang, tetapi seluruhnya terpendam pada kedalaman 10-40 meter di bawah salah satu wilayah terpadat di muka bumi.

Terowongan Gaza bukan infrastruktur tunggal yang homogen. Jaringan ini terbagi dalam empat kategori dengan fungsi berbeda. Pertama, terowongan penyelundupan lintas batas di perbatasan Mesir-Gaza yang pernah berjumlah lebih dari 1.000 unit. Kedua, terowongan tempur di sepanjang perbatasan Israel yang dibangun dari beton bertulang pada kedalaman 20-40 meter, dilengkapi rel kereta, listrik, dan sistem komunikasi—dan digunakan dalam serangan 7 Oktober 2023.

Publikasi Terkait