Merengkuh Kembali Fondasi Peradaban Bangsa

Y. Argo Twikromo Senin, 19 Januari 2026
Merengkuh Kembali Fondasi Peradaban Bangsa Merengkuh Kembali Fondasi Peradaban Bangsa

Penulis

Y. Argo Twikromo

Y. Argo Twikromo

Peneliti dan Staf Pengajar FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Pancasila merupakan fondasi peradaban bangsa Indonesia, sehingga kandungan nilai-nilai Pancasila merupakan cita-cita peradaban tertinggi bangsa. Pancasila bukan hanya sekadar teks formal, tetapi juga merupakan esensi kehidupan yang mengedepankan keharmonisan bersama dalam kehidupan bangsa Indonesia. Esensi keharmonisan kehidupan bersama tidak dapat dipisahkan dari pengutamaan dan pengelolaan relasi selaras antara manusia dengan sesama, dengan alam, dengan Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa), dan juga antarketiganya. Bahkan pengelolaan kehidupan tersebut merupakan pengutamaan relasi selaras antara manusia dengan Sang Pencipta dan segala ciptaanNya, baik makhluk hidup maupun alam semesta.

Perkembangan dan kemajuan kehidupan dewasa ini seolah-olah telah menjadi mitos yang meninabobokan para putra-putri bangsa ini. Harapan  yang  menyenangkan hati dengan janji muluk-muluk dalam pengutamaan pencapaian kehidupan ekonomi dan politik semakin memperoleh ruang lebar. Esensi keharmonisan kehidupan bersama secara holistik menjadi kurang menjadi keutamaan dan bahkan terpinggirkan. Dengan demikian, perkembangan dan kemajuan relatif  diterima secara mentah-mentah tanpa adanya upaya untuk merengkuh warna khas esensi kehidupan bangsa Indonesia sendiri.

Fondasi peradaban bangsa Indonesia cenderung mengalami penggerogotan secara berkelanjutan, terutama dalam gelombang besar perkembangan kehidupan beberapa dasa warsa terakhir. Berbagai komponen kehidupan sebagai rajutan penopang fondasi peradaban bangsa Indonesia tanpa disadari telah dibuat kerdil dan menjadi kurang kokoh keberadaannya. Mitos kemajuan dan perkembangan kehidupan telah membuka ruang ketergantungan bangsa Indonesia yang kaya sumber daya alam hayati maupun non-hayati. Suatu ketergantungan kepada arah, kehendak, dan peta jalan bangsa lain yang hendak menjadi penguasa dunia atas nama perkembangan maupun kemajuan kehidupan secara global. Dengan kata lain, perkembangan dan kemajuan kehidupan dipakai untuk mengatur, mempengaruhi, dan memperkuat kekuasaan para penguasa global.

Perkembangan dan kemajuan tidak seharusnya dihindari agar bangsa ini tidak menjadi bangsa yang ketinggalan dari perkembangan dan kemajuan kehidupan dunia global. Namun demikian,  bangsa ini perlu mengembangkan strategi untuk memberi warna perkembangan dan kemajuan kehidupan tersebut dengan merengkuh warna khas peradaban bangsa Indonesia. Ketergantungan bangsa Indonesia secara berlebih terhadap dunia global relatif akan memberikan konsekuensi terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan ekonomi dan politik dalam koridor perkembangan kehidupan modern maupun global. Dalam konteks ini, kehebatan, kecanggihan, dan kemajuan dalam perkembangan kehidupan modern maupun global perlu dipadukan dengan prinsip keselarasan kehidupan bersama secara holistik. 

Perlu dipahami bahwa tatanan kehidupan bangsa Indonesia yang beragam telah terkemas dalam berbagai nilai budaya lokal yang mengandung nuansa keselarasan kehidupan bersama. Tatanan kehidupan tersebut merupakan kekhasan realitas kehidupan sehari-hari bangsa dan sejalan dengan fondasi peradaban bangsa Indonesia. Pemahaman secara cerdik, cerdas, dan kreatif dalam merengkuh kembali esensi karakter harmonis bangsa akan memberikan ruang peredam bagi hadirnya berbagai silang kelindan kepentingan dalam perkembangan global. Para leluhur bangsa telah mewariskan keharmonisan kehidupan melalui berbagai praktik kehidupan masyarakat di wilayah Nusantara (Indonesia). Esensi kehidupan tersebut telah direngkuh oleh para pendiri bangsa Indonesia sebagai kandungan nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai-nilai yang mengedepankan keharmonisan bersama dalam kehidupan berbangsa.

Fondasi Peradaban Bangsa

Para pendiri bangsa Indonesia telah menggali nilai-nilai luhur kehidupan dari bumi Nusantara (Indonesia) sendiri sebagai fondasi peradaban bangsa Indonesia dan dituangkan dalam kandungan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai kehidupan tersebut merupakan kesadaran, pandangan hidup, dan karakter harmonis kehidupan para leluhur bangsa Indonesia. Pengalaman sejarah maupun berbagai perjumpaan dengan bangsa lain telah memberikan warna khas nilai-nilai kehidupan masyarakat Nusantara. 

Ketika nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila digali dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Nusantara, maka Pancasila berpijak kepada nilai-nilai dan kondisi kehidupan nyata masyarakat maupun berakar kuat dari bumi Nusantara (Indonesia) sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila terkoneksi secara padu serasi dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat lokal di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kata lain, ideologi Pancasila sebagai fondasi peradaban bangsa Indonesia saling terkoneksi dan saling menopang secara nyata dan padu serasi dengan berbagai nilai yang terkandung dalam praktik kehidupan masyarakat lokal di seluruh penjuru Indonesia. Para pendiri bangsa ini mempunyai pandangan dan pikiran cerdas, cerdik, dan kreatif untuk menjaga kesatuan maupun keutuhan bangsa Indonesia jauh antargenerasi ke depan. Pancasila merupakan dasar negara, ideologi, pandangan hidup, falsafah bangsa, sumber dari segala sumber hukum, dan identitas bangsa Indonesia. Pancasila menjadi pedoman utama dalam mengatur penyelenggaraan negara, kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, serta menjadi landasan moral dan kekuatan pemersatu seluruh warga negara dalam mencapai tujuan nasional.

Nilai-nilai luhur kehidupan sebagai warisan para leluhur bangsa relatif berlandaskan kepada prinsip keselarasan, keharmonisan, maupun keseimbangan. Nilai-nilai tersebut sering kali melekat dalam berbagai rajutan atau tatanan praktik kehidupan warisan para leluhur Nusantara maupun ragam turunannya. Berbagai bentuk praktik kehidupan, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional, relatif lekat dengan pengutamaan nuansa keselarasan kehidupan bersama, walaupun wujudnya relatif beragam sesuai dengan kekhasan masing-masing wilayah. Rajutan dari masing-masing praktik kehidupan tersebut relatif akan menghasilkan ekosistem keselarasan kehidupan secara holistik. Rajutan dan tatanan praktik kehidupan menjadi ruang penghayatan sehari-hari terkait relasi selaras dalam kehidupan bersama secara holistik.

Ketika Pancasila sebagai fondasi peradaban bangsa Indonesia dapat menerima nilai-nilai positif baru dari luar tanpa kehilangan jati dirinya, maka ideologi Pancasila menjadi relatif  dinamis dan relevan sepanjang masa tak lekang oleh waktu. Nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan (musyawarah), dan keadilan sosial sudah melekat dalam cara hidup bangsa Indonesia, seperti gotong royong, toleransi, musyawarah dan mufakat. Pancasila menjadi identitas bangsa Indonesia dan perekat keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika). Nilai-nilai gotong royong dan ketuhanan merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang sudah dipraktikkan selama berabad-abad yang lalu. Selain itu, keharmonisan kehidupan menjadi relatif esensial dalam masyarakat Indonesia yang sejak sebelum merdeka merupakan masyarakat majemuk.

Esensi Kehidupan Sehari-hari Masyarakat dalam Tantangan

Nilai-nilai Pancasila digali langsung dari nilai-nilai luhur budaya, tradisi, dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Pancasila mencerminkan perpaduan atau sintesis berbagai pemikiran luhur dan kearifan lokal bangsa yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa menjadi dasar negara yang utuh dan koheren. Dengan demikian, Pancasila merupakan kristalisasi dari jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Kandungan nilai-nilai Pancasila sangat terkoneksi lekat dengan esensi atau nilai-nilai kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. 

Gelombang modernitas dan globalisasi mempunyai dampak kepada tercerabutnya tatanan nilai-nilai keharmonisan kehidupan lokal bangsa dari Bumi Pertiwi dan sekaligus memperkuat ketergantungan kepada penguasa dunia global. Bahkan, para putra-putri bangsa Indonesia sendiri sering kali menjadi kepanjangan tangan elite dunia global dalam menghancurkan tatanan nilai-nilai keharmonisan kehidupan lokal bangsa tersebut. Walaupun sering kali dilakukan tanpa sadar dengan mengatasnamakan pengutamaan kepentingan ekonomi dan politik semata dalam kemasan perkembangan dan kemajuan kehidupan. Keagungan, keluhuran, dan keharmonisan tatanan nilai-nilai kehidupan lokal bangsa yang terajut erat dengan nilai-nilai Pancasila menjadi terpinggirkan. Bahkan tergantikan dengan nilai-nilai maupun karakter yang cenderung individual, manipulatif, eksploitatif, kurang empati, orientasi pemanfaatan (utilitarian), maupun transaksional.

Tantangan bagi para putra-putri bangsa ini untuk merawat nilai-nilai maupun esensi kehidupan luhur masyarakat agar dapat terajut kembali dan saling menopang dengan kandungan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan. Karakter harmonis bangsa perlu dihadirkan kembali agar esensi kehidupan yang mengedepankan keselarasan dan solidaritas sosial bangsa di Bumi Pertiwi tetap terjaga keberadaannya. Gelombang besar perkembangan kehidupan modern dan global perlu diberi koridor prinsip keselarasan melalui internalisasi karakter harmonis dalam kehidupan berbangsa. Nilai-nilai Pancasila perlu diberi ruang lebar agar dapat berinteraksi dengan realitas sosial dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Berbagai praktik kehidupan bernuansa selaras di berbagai tingkatan masyarakat perlu diberi ruang persemaian kembali agar dapat saling menopang dan bersinergis dengan nilai-nilai Pancasila sebagai peradaban tertinggi bangsa Indonesia.

Kesimpulan, Saran, dan Rekomendasi

Perkembangan dan kemajuan kehidupan Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar dilakukan dalam pengutamaan pencapaian kepentingan maupun keuntungan ekonomi dan politik semata. Prinsip keselarasan sebagai karakter harmonis bangsa harus direngkuh kembali sebagai landasan kehidupan bersama secara holistik. Pengutamaan keharmonisan kehidupan bersama yang hadir beriringan secara padu serasi dengan perkembangan dan kemajuan kehidupan dewasa ini dapat mewujudkan peradaban baru yang dikagumi sekaligus ingin dicapai oleh bangsa lain. Ketika Pancasila merupakan fondasi peradaban bangsa, maka tidak seharusnya bangsa ini terbawa oleh gelombang perkembangan dan kemajuan kehidupan modern maupun global tanpa mewarnai maupun menghadirkan koridor pengutamaan nilai-nilai Pancasila. Bukan sebaliknya, bangsa ini justru terbuai oleh harapan yang menyenangkan hati dengan janji muluk-muluk yang hanya membawa pengutamaan kepentingan maupun keuntungan ekonomi dan politik semata. Bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya dan bahkan akan membawa kerugian yang lebih besar kepada kehidupan generasi bangsa ini pada masa mendatang.

Perkembangan dan kemajuan kehidupan modern dan global tidak seharusnya dihindari, namun dihadapi melalui strategi dalam mereproduksi nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Upaya reproduksi dan reformulasi tersebut dilakukan agar  nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi saling terpadu, saling terajut, saling tertopang, saling terhubung, dan saling berjumpa dalam keserasian dan keharmonisan dengan kandungan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi peradaban bangsa. Dengan demikian, nilai keselarasan dan nilai-nilai turunannya yang melekat dalam berbagai praktik kehidupan warisan leluhur bangsa Indonesia perlu diberi ruang reproduksi, reformulasi, dan bahkan transformasi agar dapat terkemas sesuai dengan konteks perkembangan kehidupan kontemporer. 

Nilai-nilai kehidupan luhur masyarakat di berbagai wilayah Indonesia perlu direngkuh kembali agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, terutama nilai-nilai kehidupan yang mengedepankan keharmonisan bersama dalam kehidupan bangsa Indonesia. Prinsip keharmonisan relatif akan memunculkan berbagai nilai, seperti kerukunan, kebersamaan, persaudaraan, penghargaan, toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, keberlanjutan, manfaat, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan, gotong royong, maupun nilai-nilai serumpun lainnya. Keselarasan perlu dijadikan landasan berbagai praktik kehidupan sehari-hari masyarakat, agar pencapaian perkembangan dan kemajuan bangsa dalam kehidupan global dapat memperoleh fondasi kuat dalam mewujudkan peradaban tertinggi bangsa Indonesia.

Publikasi Terkait