Absennya Warga dalam Rakernas Partai

Jaleswari Pramodhawardani Senin, 12 Januari 2026 LEBIH LENGKAP
Absennya Warga dalam Rakernas Partai Absennya Warga dalam Rakernas Partai
  • fb
  • x
  • youtube

Penulis

Rapat Kerja Nasional partai politik (Rakernas parpol) sepanjang 2025 berlangsung nyaris tanpa kegaduhan. Kata-kata yang beredar adalah konsolidasi, stabilitas, kesinambungan. Tak ada nada tinggi. Tak ada perdebatan terbuka. Dalam tafsir optimistis, hal ini bisa dibaca sebagai tanda kedewasaan politik. 

Namun demikian, demokrasi tidak tumbuh dari ketenangan semacam itu. Demokrasi hidup dari ketegangan, dari perbedaan yang dipertaruhkan, dari konflik gagasan yang tidak segera diselesaikan demi kenyamanan bersama.

Kesenyapan Partai

Yang mencolok dari Rakernas bukan apa yang dibicarakan, melainkan apa yang tidak dibicarakan. Warga nyaris tak disebut, kecuali sebagai istilah abstrak: “rakyat”, “masyarakat”, “basis pemilih”. Mereka hadir sebagai konsep, bukan sebagai pengalaman hidup.

Rakernas memberi petunjuk penting justru lewat kesenyapannya, kesenyapan tentang absennya warga dari pusat percakapan politik. Bisa jadi justru yang paling menentukan dalam rakernas itu adalah apa yang tidak dibicarakan.

Kesenyapan itu barangkali bukan semata tanda kesepakatan, melainkan cermin kegelisahan yang tak menemukan bahasa. 

Publikasi Terkait