Tirani Algoritma dan Muslihat Disinformasi

Jaleswari Pramodhawardani Rabu, 10 September 2025
Tirani Algoritma dan Muslihat Disinformasi Tirani Algoritma dan Muslihat Disinformasi
  • fb
  • x
  • youtube

Penulis

Di era ketika batasan antara fakta dan fiksi kian kabur, kita menyaksikan sebuah fenomena yang mengguncang fundamental stabilitas sosial kita hari ini.

Klarifikasi seorang mantan menteri beberapa waktu lalu yang menyatakan salah satu pernyataannya adalah hoaks adalah salah satu contohnya. Demikian juga dengan sebuah demo damai yang kemudian diwarnai oleh kabar duka atas tewasnya seorang pengemudi ojek daring. Ujungnya, unjuk rasa berubah menjadi pusaran kekacauan.

Analisis awal menunjukkan bahwa eskalasi kekerasan ini, yang mencakup penjarahan, perusakan, dan bahkan pembakaran, tidak muncul dari demonstrasi fisik, melainkan awalnya dari percikan disinformasi yang menyebar di ruang siber. Sebuah narasi palsu yang diperkuat oleh deepfake, sebuah rekayasa visual dan audio yang memalsukan peristiwa kebakaran, secara instan memanipulasi emosi publik.

Geoffrey Hinton, ”sang Bapak AI”, mengejutkan dunia dengan pengunduran dirinya dari Google pada tahun 2023, telah memberikan sebuah peringatan keras tentang bahaya AI. Menurut Hinton, sistem seperti GPT-4 akan segera melampaui kecerdasan manusia dan berpotensi disalahgunakan oleh ”aktor jahat”.

Publikasi Terkait