Clipper, Mengganti atau Melengkapi Kerja Buzzer?
Penulis
Ferry Irwandi beberapa waktu lalu menyebut peran buzzer dan influencer sudah tamat. Peran keduanya, katanya, akan digantikan oleh clipper, aktor baru yang memproduksi potongan video pendek di media sosial. Ia juga menganalisis bahwa peran buzzer dan infleuncer kini hanya menyumbang 20 persen dari pertarungan wacana di ruang digital.
Klaim tentang penurunan pengaruh buzzer ini terasa seperti angin segar di tengah tsunami informasi. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, bukan peran mereka yang benar-benar berakhir, melainkan terjadi pergeseran bentuk dan strategi yang mengikuti perkembangan mutakhir.
Ketika publik mengira era buzzer telah usai, laporan Harian Kompas justru mengungkap kenyataan sebaliknya. Investigasi Kompas menemukan praktik jaringan buzzer yang masih aktif, terorganisir, dan memanfaatkan celah di ruang digital yang belum tersentuh regulasi. Peran mereka masih belum surut dalam menyebarkan disinformasi: mulai dari pemasaran produk hingga propaganda politik, dari manipulasi ulasan belanja daring, sampai intimidasi terhadap warga yang berani menyuarakan kritik.








