Ambivalensi Indonesia dalam Hubungan Jakarta-Beijing
Ambivalensi Indonesia dalam Hubungan Jakarta-Beijing
Penulis
Sejak dibukanya kembali jalur diplomatik resmi tahun 1990, hubungan RI-China tampak sangat baik.
Di bidang ekonomi, hampir seluruh angka perdagangan dan investasi menunjukkan tren positif. Jika pada 2014 ekspor Indonesia ke China ada di angka 17,6 miliar dollar AS, maka pada 2024 tercatat 62,44 miliar dollar AS, meningkat hampir 400 persen.
Demikian juga investasi. Penanaman modal asing dari China mengalami peningkatan pesat. Jika sepuluh tahun lalu 0,5 miliar dollar AS, pada triwulan IV-2024 menjadi 2,3 miliar dollar AS.
Kini kita bisa melihat dengan mudah kehadiran perusahaan China, mulai dari di sektor infrastruktur jalan dan transportasi, pertambangan, telekomunikasi, hingga bisnis digital komersial. Situasi ini sangat kontras dengan sebelum hubungan diplomatik kedua negara dibuka lebih dari tiga dasawarasa lalu.








