Transformasi Digital Indonesia: Kondisi Terkini dan Proyeksi

Christian Guntur Lebang, Gatra Priyandita, Trissia Wijaya, Noor Aini Zakaria, Alham Kurnia Rasyid Monograf Selasa, 28 November 2023
img

Dengan lebih dari 200 juta orang yang terhubung denga internet, teknologi digital adalah komponen fundamental dari kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengandalkan kekuatan transformatif teknologi digital sebagai sarana untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional, meningkatkan pelayanan publik, menutup kesenjangan pembangunan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia sehari-hari. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah meluncurkan rencana transformasi digital yang berpusat pada penguatan pembangunan di empat pilar: infrastruktur digital, ekonomi digital, masyarakat digital, dan pemerintahan digital.

Tulisan ini mengkaji kemajuan Indonesia dalam memulai transformasi digital di keempat pilar tersebut dan berupaya mengidentifikasi tantangan ke depan. Pertama- tama, tulisan ini mengkaji posisi transformasi digital Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain menggunakan indeks-indeks internasional. Indonesia cenderung berada di posisi rata-rata, di mana terdapat beberapa catatan yang perlu mendapatkan perhatian lebih, seperti di pilar infrastruktur dan ekonomi digital. Selanjutnya, tulisan ini menganalisis keadaan terkini keempat pilar transformasi digital tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat beberapa perkembangan yang berarti yang terjadi sebagai bagian dari transformasi digital di Indonesia. Meskipun demikian, juga ditemukan beberapa catatan penting dalam proses tersebut yang menghambat proses transformasi digital. Pilar infrastruktur digital menjadi fondasi yang harus terus didorong oleh pemerintah dan perlu mendapatkan dukungan politik yang berkelanjutan guna menghadirkan koneksi internet yang berkualitas, terutama mengingat tantangan geografi di Indonesia yang sangat kompleks. Sementara itu, meskipun memiliki masalahnya sendiri-sendiri, ketiga pilar lainnya menunjukkan kesamaan tantangan terkait kualitas SDM digital di Indonesia, baik untuk menopang ekonomi digital, pemerintahan digital, hingga masyarakat digital secara umum.

Untuk mempercepat proses transformasi digital di Indonesia tulisan ini mengusulkan beberapa rekomendasi. Pertama, guna mendukung pembangunan infrastruktur digital, pemerintah perlu bergerak untuk memelihara industri teknologi dalam negeri dan berupaya membangun industri serat optiknya sendiri, terutama mengingat tingginya biaya peralatan – dan ketergantungan Indonesia yang besar pada asing. Kedua, pembangunan SDM jangka panjang juga harus mengikuti proses pembangunan infrastruktur digital. Penyediaan SDM digital yang bisa bersaing ini memerlukan perencanaan yang matang dari pemerintah dengan target-target yang terukur manfaatnya dan bukan hanya sekedar angka. Lebih lanjut, untuk memastikan proses transformasi digital berjalan lancar, tulisan ini pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada tata kelola proses transformasi digital. Diperlukan beberapa inisiatif dari pemerintah, termasuk pembentukan lembaga transformasi digital untuk memandu proses transformasi digital hingga pembentukan dana khusus untuk mendorong industri teknologi digital dalam negeri yang bisa bersaing secara global.

Di sisi lain, fokus pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia juga harus diikuti dengan perhatian pada risiko-risiko yang mungkin muncul. Proses transformasi digital berpotensi menghadirkan berbagai tantangan tersendiri, seeperti isu lingkungan, keamanan data, ancaman dunia maya, dan pengaruh persaingan kekuatan besar terhadap standar teknologi. Singkatnya, agar pemerintah dapat memastikan bahwa transformasi digital memiliki efek yang berarti bagi Indonesia, pemerintah tidak hanya harus berfokus pada pertumbuhannya, tetapi juga pada efek pertumbuhannya pada masyarakat luas.