TILIK DATA Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Diyauddin - Kamis, 03 Juni 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Pada periode pemantauan selama 1–28 Mei 2021, isu yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat adalah pembicaraan mengenai Polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK yang tidak meloloskan 75 pegawai dan penyidik KPK, penyerangan masjid Al-Aqsa di Palestina oleh aparat Israel pada bulan Ramadhan yang lalu, kemudian blunder presiden Jokowi mengenai bipang dan provinsi Padang serta polemik yang melibatkan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani karena tidak diundangnya Ganjar Pranowo ke acara pengarahan kader PDIP se-Jawa Tengah.

Dominasi eksposur selama bulan Mei dikuasai oleh isu Polemik TWK-KPK. Isu dengan eksposur terbesar kedua adalah isu blunder bipang yang juga naik pada awal bulan dan memiliki spike tertinggi di antara isu-isu lainnya di bulan Mei. Isu penyerangan di masjid Al-Aqsa menjadi isu ketiga terbesar di bulan Mei dan diikuti dengan isu Polemik Puan – Ganjar dan blunder provinsi Padang.

Komparasi Isu Bulan Mei 2021

Pendahuluan

Sepanjang bulan Mei 2021, terdapat beberapa isu yang cukup menyita perhatian publik. Pertama, terjadi polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK. Masyarakat membicarakan kegagalan 75 anggota penyidik KPK dalam TWK yang berujung pada dinonaktifkannya ke 75 anggota KPK ini. Isu ini bergulir dan menimbulkan spekulasi di masyarakat bahwa adanya rencana pelemahan KPK di masa pemerintahan Jokowi. Kasus ini berlanjut hingga akhir bulan dan berkembang di ranah hukum karena adanya tuntutan dari ke 75 anggota KPK ini.

Selanjutnya, masih pada awal bulan Mei, blunder bipang muncul melalui video Jokowi yang mempromosikan makanan khas daerah yang salah satunya adalah bipang ambawang. Masyarakat kemudian menganggap perkataan Jokowi menjadi tidak pantas karena bipang merupakan kuliner babi panggang asal Kalimantan. Masyarakat kemudian juga mempersoalkan promosi babi panggang oleh Jokowi yang dilakukan saat bulan Ramadhan menjelang idul fitri. Disini masyarakat mengaitkan wawasan kebangsaan Jokowi sebagai presiden dengan TWK yang dilakukan KPK.

Pada pertengahan Mei 2021, terdapat dua isu yang menjadi pembicaraan masyarakat yaitu isu penyerangan masjid Al-Aqsa di Palestina oleh tentara Israel di saat bulan Ramadhan dan polemik Puan – Ganjar yang terkait dengan tidak diundangnya Ganjar Pranowo di acara pengarahan kader PDIP se-Jawa Tengah yang diadakan oleh Puan.

Di penghujung bulan Mei 2021, perhatian masyarakat kemudian kembali tersita oleh viralnya video kesalahan pengucapan provinsi Padang oleh Jokowi dalam video yang diupload di kanal youtube milik Sekretariat Presiden. Disini lagi – lagi masyarakat mempermasalahkan wawasan kebangsaan Jokowi sebagai presiden dan mengaitkannya dengan TWK KPK.

Berdasarkan dinamika isu diatas, maka pada laporan bulan Mei ini, akan menganalisis isu terkait polemik TWK KPK, blunder bipang, penyerangan masjid Al-Aqsa, polemik Puan-Ganjar, dan blunder provinsi Padang . Isu – isu ini akan dianalisis berdasarkan tangkapan mesin monitoring pada tanggal 1-28 Mei 2021.

Analisis “Polemik TWK KPK”

Bagan 1. Jagat Cuit

Berdasarkan jagat cuit yang terbentuk, terdapat dua kelompok besar yang mendominasi percakapan terkait dengan isu ini yaitu kelompok kontra pemerintah (66%) dan kelompok pro pemerintah (30%). Kedua kelompok saling melakukan engagement dan memiliki narasi yang saling bersinggungan antara satu dengan yang lainnya.

Sementara dua kelompok kecil lainnya merupakan kelompok pendukung pemerintah yang memiliki narasi tersendiri yang menyerang Novel Baswedan dan ke 74 pegawai KPK lainnya serta melakukan pembelaan bahwa TWK yang dilakukan merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan KPK yang bersih.

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Terjadi empat kali spike pembicaraan dalam percakapan mengenai isu Polemik TWK KPK selama bulan Mei 2021. Spike pertama muncul pada tanggal 3 Mei 2021. Dimana masyarakat membicarakan pemberitaan mengenai kegagalan Novel Baswedan dan ke 74 anggota penyidik KPK lainnya dalam Tes Wawasan Kebangsaan. Masyarakat kemudian membicarakan adanya dugaan pelemahan dan pembunuhan KPK yang sudah direncanakan oleh pemerintah. Spike kedua terjadi pada tanggal 11 Mei 2021. Spike terjadi karena pembicaraan masyarakat mengenai penonaktifan ke 75 anggota KPK secara resmi. Banyak kelompok yang memprotes dan mendorong Jokowi untuk buka mata pada kasus ini. Disini lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga penonaktifan ini merupakan salah satu upaya untuk menghambat penyelesaian kasus – kasus korupsi besar yang sekarang sedang ditangani oleh para penyidik KPK ini. Pada tanggal ini pula ke 75 anggota penyidik KPK yang di nonaktifkan membawa kasus penonaktifan yang diputuskan oleh ketua KPK, Firli Bahuri  ini ke ranah hukum bersama dengan koalisi masyarakat sipil anti-korupsi.

Spike ketiga terjadi pada tanggal 17 Mei 2021. Spike ini disebabkan karena adanya pelaporan terhadap ketua KPK ke Komnas HAM terkait dengan TWK KPK oleh koalisi masyarakat anti korupsi dan pelaporan 5 orang anggota Dewas KPK ke Dewas KPK oleh Novel Baswedan karena diduga telah melanggar kode etik dalam proses alih status pegawai menjadi ASN. Pada spike ini, presiden Jokowi kemudian mengatakan bahwa TWK agar tidak dijadikan dasar dalam memberhentikan ke 75 anggota penyidik KPK setelah sebelumnya dikritik oleh salah satu sastrawan politik, Ahmad Khozinudin yang mengatakan diamnya Jokowi bisa membuat masyarakat menganggap Jokowi merupakan presiden yang pro koruptor.

Pembicaraan kembali naik setelah sebelumnya cukup melandai dan mencapai spike terakhirnya pada tanggal 27 Mei 2021. Disini masyarakat mempersoalkan pertanyaan pada TWK yang dianggap tidak berhubungan dengan pekerjaan sebagai KPK setelah salah satu pegawai KPK membongkar soal-soal yang diajukan dalam TWK. masyarakat turut membicarakan Novel Baswedan dan ke 74 anggota KPK lainnya yang kembali menyambangi Komnas HAM untuk memperkuat berkas-berkas bukti.

Total percakapan selama bulan Mei mengenai isu ini mencapai 222.809 dan mencapai total pelibatan 9.386. Akun terbanyak yang dicuit oleh masyarakat terkait dengan isu ini didominasi oleh akun – akun pemberitaan online dan akun – akun terafiliasi dengan kelompok kontra pemerintah dan aktifis sosial.

Bagan 3. Jagat Tagar

Jagat tagar pada bulan Mei didominasi oleh tagar – tagar yang menyerang KPK khususnya Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan. Tagar Tempo Nasional menjadi tagar terbesar dikarenakan masyarakat banyak menjadikan akun media Tempo sebagai landing page percakapan.

Hanya satu tagar serangan yang muncul pada jagat, yaitu tagar BeraniJujurPecat yang sempat naik ke peringkat #6 pada tanggal 11 Mei 2021

Bagan 4. Jagat Kata

Pembicaraan masyarakat selama bulan Mei 2021 didominasi oleh percakapan mengenai tidak lolosnya 75 pegawai KPK dari Tes Wawasan Kebangsaan. Hal ini kemudian membuat masyarakat membicarakan adanya upaya pelemahan KPK oleh pemerintah utamanya pada pegawai/penyidik KPK yang sedang menangani kasus-kasus besar.

Sebagian masyarakat membicarakan dasar hukum yang digunakan dalam melaksanakan screening pegawai KPK melalui TWK. Selain itu masyarakat juga membicarakan Presiden Jokowi terkait dengan desakan sejumlah tokoh kepada Jokowi untuk turun tangan dalam mengakhiri masalah ke-75 anggota KPK, pemanggilan pimpinan KPK serta pernyataan Jokowi mengenai TWK tidak bisa menjadi dasar memberhentikan ke 75 anggota KPK yang tidak lolos tes.

Analisis “Blunder Bipang”

Bagan 5. Jagat Cuit

Kluster yang memainkan isu ini berasal dari buzzer dua kubu, yakni oposisi dan pro pemerintah. Melihat kuantitas cuitan, kluster oposisi cukup rapat dan padat jaringannya. Hal ini menandakan eksposure narasinya juga cukup dominan. Kedua kluster memiliki hubungan yang dekat bahkan saling bersinggungan. Isu ini spike salah satunya dikarenakan kedua kluster saling berinteraksi (kelompok pro dan kontra).

Dari jagad ini juga terlihat bahwa isu Bipang, diviralkan oleh kelompok oposisi dan tidak ditemukan adanya kluster lain yang ikut memainkan isu ini secara dominan.

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Isu blunder bipang di bulan Mei hanya menyebabkan satu kali spike percakapan yang sangat tinggi pada tanggal 8 Mei 2021. Spike ini disebabkan karena adanya pembicaraan oleh masyarakat mengenai video Jokowi yang salah ucap dalam mempromosikan kuliner babi panggang asal Kalimantan Barat, bipang ambawang.

Masyarakat menganggap bahwa salah ucap dalam promosi bipang ambawang oleh presiden ini tidak elok untuk dilakukan utamanya karena video disebarkan saat bulan ramadhan dan mendekati hari lebaran. Masyarakat juga menyindir dan mempertanyakan koordinasi antar lembaga kesekretariatan presiden yang mengunggah video tersebut.

Masyarakat juga membicarakan pejabat-pejabat publik yang juga dianggap kurang berkoordinasi  dalam memberikan klarifikasi mengenai blunder ini, salah satunya adalah juru bicara presiden, Fadjroel Rachman. Total unggahan pada isu ini mencapai 110.913 dan melibatkan 24.913 total pelibatan. Akun yang paling banyak dicuit ulang didominasi oleh akun-akun terafiliasi kelompok PKS/FPI dan Demokrat.

Bagan 7. Jagat Tagar

Pada jagat tagar, tagar bipang menjadi tagar yang paling banyak dinaikkan oleh masyarakat terkait dengan isu ini. Tagar bipang sempat masuk kedalam peringkat #1 topik terpopuler Indonesia pada tanggal 8 Mei 2021 setelah tersebarluasnya video blunder bipang Jokowi di twitter. Tagar ini memiliki endurance selama 7 jam pada saat tagar ini naik

Terdapat 2 tagar serangan kepada Jokowi dan pendukung Jokowi yaitu PresidenHobiBipang dan BaniBipang. Kendati tagar BaniBipang menjadi tagar terbesar dalam jagat, tagar ini tidak memasuki topik terpopuler Indonesia. Pada jagat, terlihat bahwa isu dan tagar kerap kali ditunggangi oleh isu-isu lain seperti HRS dan KPK

Bagan 8. Jagat Kata

Terkait isu blunder Bipang Jokowi, percakapan masyarakat didominasi oleh video blunder Jokowi yang mempromosikan Bipang Ambawang sebagai salah satu makanan oleh-oleh daerah. Masyarakat mengkritik Jokowi yang dianggap  mempromosikan Bipang Ambawang, babi panggang yang berasal dari Kalimantan disaat bulan Ramadhan.

Masyarakat juga mengkritik koordinasi yang kacau antar lembaga dan pejabat baik yang tidak memeriksa video presiden sebelum disebarkan  dan dalam  klarifikasi terkait blunder ini. Percakapan ini juga dikaitkan dengan TWK KPK yang menyindir wawasan kebangsaan Jokowi sebagai presiden.

Analisis “Penyerangan di Masjid Al-Aqsa”

Bagan 9. Jagat Cuit

Jagat cuit memperlihatkan variasi kluster yang menarasikan isu palestina. Isu ini hampir dimainkan oleh semua kluster akun di media sosial. Bahkan kluster satu sama lain bertumpuk dan tidak berjarak. Berarti, adanya dominasi framing (isunya sama) yang dimainkan oleh kluster yang ada; yaitu mendukung palestina. Tidak ditemukan adanya satu kelompok kluster yang terpisah.

Bagan 10. Linimasa dan Akun

Spike pertama pada isu ini terjadi pada tanggal 9 Mei 2021. Hal ini disebabkan adanya pembicaraan di masyarakat mengenai aksi serangan di masjid Al-Aqsa Palestina oleh Israel. Masyarakat kemudian juga membicarakan dan mendesak presiden untuk memberikan sikap tegas Indonesia dalam menindak aksi kekerasan Israel ini. Pada spike ini, Kementerian Luar Negeri beserta beberapa partai di Indonesia seperti PKS dan PAN serta organisasi islam di Indonesia telah mengutuk keras aksi kekerasan oleh Israel ini.

Spike kedua terjadi pada tanggal 12 Mei 2021. Masyarakat membicarakan peryataan Jokowi yang secara tegas mengutuk Israel dan mendesak DK PBB untuk menindak tegas Israel. Spike terakhir terjadi pada tanggal 17 Mei 2021. Spike ini merupakan spike tertinggi pada isu serangan di masjid Al-Aqsa. Hal ini dikarenakan adanya aksi saling sindir yang dilakukan beberapa kelompok terkait dengan aksi bela Palestina dan donasi untuk Palestina yang sempat dikaitkan beberapa orang dengan pelabelan teroris. Selain itu, terjadi aksi demo kutuk Israel di Surabaya setelah sebelumnya HRS menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan aksi bela Palestina. Sebagian masyarakat turut membicarakan PKS yang mengirimkan surat untuk presiden AS, Joe Biden terkait dengan kekerasan penjajah Israel di Palestina.

Isu ini mencapai total unggahan sebanyak 112.794 dan total pelibatan sebanyak 7.285. akun yang paling banyak dicuit ulang didominasi oleh akun-akun terafiliasi PKS/FPI.

Bagan 11. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk selama bulan Mei, masyarakat lebih banyak menaikkan tagar internasional dan tidak menaikkan tagar khusus pada isu ini.Hanya terdapat tagar PuanTegasDukungPalestina yang muncul pada jagat.

Kendati muncul pada jagat, tagar ini tidak muncul pada topik terpopuler Indonesia selama bulan Mei dan hanya bergaung pada kelompok buzzernya sendiri.

Bagan 12. Jagat Kata

Masyarakat banyak mengangkat percakapan mengenai serangan yang dilakukan oleh aparat Israel kepada warga Palestina yang sedang beribadah di masjid Al-Aqsa dan serangan Israel di jalur Gaza pada saat idul fitri.

Masyarakat turut mengecam dan mengutuk serangan Israel terhadap warga Palestina ini. Selain itu, masyarakat juga memperbincangkan aksi gencatan senjata yang disetujui oleh Hamas Palestina dan Israel. Kendati sudah melakukan gencatan senjata, masyarakat membicarakan bahwa Israel masih menyerang Al-Aqsa dan Gaza.

Sebagian masyarakat kemudian mengkritik adanya narasi mengenai Israel yang berperang dengan teroris (Hamas). Selain itu masyarakat terus menggalang berbagai aksi solidaritas untuk Palestina

Analisis “Polemik Puan-Ganjar”

Bagan 13. Jagat Cuit

Terdapat tiga kelompok percakapan yang terbentuk selama bulan Mei. Kelompok pertama yang paling mendominasi jagat adalah kelompok pro pemerintah (49,13%) yang cenderung mendukung Ganjar dan menyerang Puan Maharani. Kelompok ini cukup dekat dengan kelompok kontra pemerintah (34,63%) yang turut menyerang Puan dengan mengangkat narasi yang cukup sama. Kelompok kontra pemerintah ini cenderung banyak melakukan interaksi baik berupa reply, retweet maupun quote retweet terhadap pemberitaan akun-akun media online sehingga akun-akun dan hashtag yang dominan muncul pada jagat berasal dari akun dan hashtag pemberitaan media online.

Kelompok terakhir adalah kelompok Pro Puan Maharani (6,18%). Kluster pro Puan terlihat cukup berjarak dengan dua kluster lainnya. Mereka mengangkat narasi tersendiri dengan mempromosikan Puan dengan mengangkat tagar-tagar yang salah satunya adalah #puantegasdukungpalestina, #puanpendukungporosmaritim dan tagar-tagar yang menunjukkan sikap tegas Puan sebagai pemimpin.

Bagan 14. Linimasa dan Akun

Percakapan masyarakat mengenai isu polemik Puan dan Ganjar dimulai ketika terdapat pemberitaan mengenai Ganjar Pranowo yang tidak diundang pada acara pengarahan kader PDIP se Jawa Tengah yang diadakan oleh Puan Maharani pada tanggal 23 Mei 2021. Masyarakat mengkritik Puan Maharani dan PDIP yang tidak mengundang Ganjar sebagai anggota PDIP dan gubernur Jawa Tengah. Selain itu masyarakat juga membicarakan sindiran kepada Ganjar oleh salah satu anggota PDIP yang menyatakan bahwa Ganjar terlalu sibuk di media sosial dan terlalu berambisi untuk menjadi presiden 2024. Masyarakat kemudian melakukan pembelaan dan mendukung  Ganjar.

Isu kemudian melandai namun kembali naik ketika masyarakat kembali membicarakan isu ini pada tanggal 26 Mei 2021. Masyarakat kembali mengkritik dan menyerang PDIP dan Puan setelah adanya ancaman bahwa Ganjar akan dikeluarkan dari partai. Pada pembicaraan ini, kelompok pro Puan membicarakan adanya kemungkinan kolaborasi Puan-Prabowo pada Pilpres 2024 yang akan datang. Sementara itu, dukungan terhadap Ganjar semakin banyak di media sosial.

Percakapan ini diunggah sebanyak 61.212 kali dan melibatkan 13.081 total pelibatan. Akun – akun terafiliasi pro pemerintah terlihat mendominasi percakapan mengenai isu ini.

Bagan 15. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk selama bulan Mei, terjadi perang tagar yang dinaikkan oleh pendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Kendati demikian, jagat pada bulan ini didominasi oleh tagar – tagar yang mengangkat nama Puan secara positif.

Salah satu tagar yang masuk ke dalam 10 besar topik terpopuler Indonesia adalah tagar MbakPuanPejuangPDIP (#7) yang naik pada tanggal 26 Mei 2021. Sedangkan tagar terkait Ganjar, naik pada tanggal 23 Mei 2021 dan menempati urutan #2 topik terpopuler Indonesia.

Bagan 16. Jagat Kata

Pada pembicaraan di media sosial terkait isu Ganjar dan Puan ini, masyarakat lebih banyak membicarakan Ganjar yang tidak diundang dalam acara pengarahan kader PDIP se-Jateng. Masyarakat mengkritik Puan dan pernyataan anggota PDIP yang menyindir Ganjar karena berambisi untuk maju ke Pilpres 2024 dan terlalu aktif di media sosial.

Beberapa masyarakat juga mengaitkan sikap PDIP kepada Jokowi sebelum menjadi Presiden. Banyak masyarakat yang mendukung Ganjar untuk maju ke Pilpres 2024 dan mengingatkan PDIP yang bisa kehilangan salah satu kader partai terbaiknya.

Analisis “Blunder Provinsi Padang”

Bagan 17. Jagat Cuit

Isu Provinsi Padang secara eksposure tidak begitu signifikan. Terlihat dari kepadatan nodes dan edges yang tidak eksponensial. Kelompok oposisi sebagai kluster yang mempersoalkan perihal provinsi padang lebih banyak meng-engage akun media geloraco dan menautkan akun Jokowi.

Salah satu yang membuat isu ini tidak signifikan adalah buzzer-buzzer pro pemerintah tidak meresponnya secara massif dan minim interaksi dengan kelompok oposisi.

Bagan 18. Linimasa dan Akun

Hanya terjadi satu kali spike percakapan yang tinggi pada isu blunder provinsi Padang yaitu pada tanggal 19 Mei 2021. Spike ini terjadi karena adanya pembicaraan masyarakat mengenai video yang diunggah di twitter mengenai Jokowi yang salah mengucapkan kota Padang menjadi provinsi Padang. Hal ini kemudian menuai kritikan dan sindiran dari beberapa masyarakat yang mempertanyakan wawasan kebangsaan Jokowi. Setelah spike tinggi ini terjadi, isu kemudian melandai dan tidak lagi dibicarakan di media sosial sampai akhir bulan.

Pembicaraan masyarakat di media sosial ini mencapai 4.191 total unggahan dan 254 total pelibatan. Akun yang paling banyak dicuitkan ulang merupakan akun-akun terafiliasi Demokrat dan PKS/FPI.

Bagan 19. Jagat Tagar

Pada jagat tagar, tagar Provinsi Padang menjadi tagar yang masuk dalam peringkat #1 topik terpopuler Indonesia pada tanggal 19 Mei 2021. Tagar ini memiliki endurance yang cukup tinggi yaitu selama 9 jam.

Pada jagat, terlihat bahwa pembicaraan masyarakat mengenai isu ini banyak ditumpangi oleh tagar-tagar lainnya. Selain itu, tagar Jokowi menjadi kata kunci terbesar dalam jagat karena Jokowi banyak disebutkan dalam pembicaraan khususnya pada akun - akun pemberitaan online. Tidak terdapat tagar serangan dalam pembicaraan blunder ini.

Bagan 20. Jagat Kata

Pada jagat kata, pembicaraan didominasi oleh sindiran terhadap Jokowi yang salah menyebutkan provinsi Padang dan Riau. masyarakat kemudian mengaitkan blunder Jokowi ini dengan test wawasan kebangsaan KPK dan tidak lolosnya 75 anggota penyidik KPK dalam test ini.

Masyarakat meragukan wawasan kebangsaan Jokowi sebagai kepala negara., Selain itu, masyarakat mengungkit kembali blunder bipang Jokowi dan mengaitkan blunder provinsi Padang dengan aksi bela Palestina yang dilakukan di tugu Adipura Lampung.

Analisis Kualitatif

Bagan 21. Komparasi Linimasa Isu Mei

Pada bagan 22 di atas menunjukkan perbandingan lini masa kelima isu yang terjadi selama bulan Mei 2021. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa isu polemik TWK KPK menjadi isu yang paling mendominasi pada bulan Mei dibandingkan dengan empat isu lain di bulan Mei. Isu polemik TWK KPK ini mencapai 222.809 total unggahan selama bulan Mei dan mengalami spike yang tinggi pada awal bulan serta beberapa kali spike di pertengahan dan akhir bulan Mei.

Isu kedua yang paling banyak dibicarakan adalah serangan di masjid Al-Aqsa. Isu ini mencapai 112.794 total unggahan dan mengalami spike tertingginya di pertengahan bulan. Isu ketiga adalah isu bipang. Isu ini mengalami spike paling tinggi diantara isu lainnya pada awal bulan Mei walaupun setelahnya isu melandai hingga akhir bulan. Isu ini mencapai total unggahan sebesar 110.913.

Isu keempat adalah isu polemik Puan Ganjar yang mencapai total unggahan sebesar 61.212. Isu ini mencapai spikenya pada akhir bulan Mei. Isu terakhir adalah isu blunder provinsi Padang yang hanya mencapai 4.191 total unggahan. Isu ini memiliki karakteristik yang sama dengan isu blunder bipang yang hanya mengalami satu kali spike tertingginya pada bulan Mei 2021 lalu melandai dan cenderung tidak diungkit secara masif lagi hingga akhir bulan. Walaupun isu ini mengalami spike tertingginya pada akhir bulan, spike isu ini tidak setinggi spike pada isu – isu lainnya di bulan Mei.

Bagan 22. Persentase Isu Mei

Pembicaraan masyarakat di media sosial selama bulan Mei 2021 didominasi oleh percakapan mengenai TWK KPK sebesar 43%. Kendati hanya mengalami satu kali spike tinggi, namun isu ini secara endurance terpelihara dan tahan lama dimainkan para kluster SJW. Sementara pembicaraan mengenai blunder bipang presiden Jokowi memiliki persentase yang sama dengan pembicaraan masyarakat mengenai serangan masjid Al-Aqsa di Palestina oleh aparat Israel.

Pembicaraan mengenai Puan dan Ganjar menempati tempat keempat dengan 12% dan blunder provinsi Padang yang hanya dibicarakan sebesar 1% dari total percakapan selama bulan Mei 2021.

 

Download Publikasi