TILIK DATA Ekonomi Politik

Penulis Reyhan Noor, Malinda Damayanti, Makmur Keliat - Rabu, 05 Mei 2021
img

Rigkasan Eksekutif

Seperti pantauan bulan sebelumnya, pantauan berita klaster ekonomi politik (ekopol) pada bulan April secara agregat kembali memiliki eksposur lebih kecil dari klaster politik, hukum, dan keamanan (polhukam). Terdapat dua isu utama yang menjadi fokus laporan bulan ini. Pertama, isu proyek infrastruktur bermasalah yang memiliki eksposur tertinggi di antara isu-isu yang harus diantisipasi selama dua bulan terakhir. Lonjakan juga terjadi selama bulan April yang dipengaruhi oleh kasus korupsi Nurdin Abdullah, munculnya narasi proyek infrastruktur mangkrak era Presiden Joko Widodo, dan demo penolakan pembangunan tambang quarry sebagai bahan material proyek Bendungan Bener di Purworejo. Namun, berdasarkan hasil analisis belum ditemukan aktor politik yang mengendalikan isu ini. Kedua, isu dampak positif investasi pada lapangan kerja menjadi isu utama karena memiliki dampak ekonomi dan politik yang lebih substansial dengan lonjakan eksposur yang signifikan dari pantauan sebelumnya. Pembentukan Kementerian Investasi dan target investasi untuk kementerian tersebut, serta peluang investasi di sektor pariwisata menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan isu ini selama sebulan terakhir.

Eksposur Topik Pantauan Klaster Ekonomi Politik (1-30 April 2021)

Analisis Ekonomi Politik

Pendahuluan

Menggunakan maha data, tulisan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai kondisi ekonomi politik pada bulan April 2021. Masih sama seperti bulan sebelumnya, pemberitaan ekonomi politik (ekopol) masih lebih kecil secara kuantitas dibandingkan klaster politik, hukum, dan keamanan (polhukam) (lihat Bagan 1). Beberapa faktor yang mempengaruhi pola ini antara lain relatif minimnya peristiwa seputar ekopol yang signifikan terjadi selama bulan April. Di sisi lain, terdapat banyak peristiwa yang terjadi di klaster polhukam. Selanjutnya, jumlah konten berita ekopol yang menurun signifikan (sekitar 24% menjadi 54.010 konten berita) dibandingkan dengan klaster lainnya juga mempengaruhi hilangnya dominasi klaster ekopol secara agregat.

Bagan 1. Agregat Maha Data (1–30 April 2021)

Analisis Isu Utama

Pantauan konten berita di dalam klaster ekopol selama bulan April menunjukkan adanya tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan klaster lain. Hal tersebut cukup jelas dijabarkan dalam tabel rangkuman dari setiap topik (lihat Tabel 1). Dari keseluruhan topik yang ada, hanya topik investasi, ekonomi syariah, dan china yang eksposurnya relatif meningkat dari bulan sebelumnya. Lonjakan eksposur dari topik investasi dipengaruhi oleh rencana pembentukan Kementerian Investasi pada awal bulan yang akhirnya direalisasikan menjelang akhir bulan. Namun, jika melihat urutan topik berdasarkan eksposurnya, maka juga ditemukan bahwa urutan tiga topik dengan eksposur terbesar tidak berubah yakni topik infrastruktur, moneter, dan koperasi-UMKM.

Tabel 1 Rangkuman Pantauan Topik Ekonomi Politik (1-30 April 2021)

Bagan 2 Eksposur Topik Pantauan Klaster Ekonomi Politik (1-30 April 2021)

Analisis lebih lanjut dilakukan terhadap seluruh topik pantauan berdasarkan jumlah eksposur dan sentimen (lihat Bagan 2). Secara keseluruhan, tidak ada perubahan cukup signifikan dari posisi topik dibandingkan bulan sebelumnya. Topik infrastruktur masih memiliki eksposur tertinggi. Selain pemberitaan rutin seputar kunjungan dan peresmian proyek infrastruktur, terdapat peristiwa penting terkait isu proyek infrastruktur bermasalah yang mempengaruhi pergerakan topik ke tengah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proyek infrastruktur mangkrak era Presiden Joko Widodo menjadi salah satu penyebab pergerakan topik tersebut. Selain itu, kasus korupsi Nurdin Abdullah dan penolakan pembangunan tambang quarry sebagai bahan material Bendungan Bener turut mempengaruhi pergerakan topik tersebut.

Tingginya eksposur topik moneter dan koperasi-UMKM cenderung didominasi oleh pemberitaan yang bersifat rutin. Topik moneter masih membahas pelemahan nilai tukar rupiah, tingkat inflasi yang terjaga, dan perguliran kasus Asabri. Di sisi lain, topik koperasi-UMKM masih lebih banyak memberitakan kerja sama pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kualitas UMKM melalui program digitalisasi. Perlu dicatat bahwa topik koperasi-UMKM lebih banyak dimanfaatkan oleh aktor di luar lembaga pemerintah yang bertanggung jawab secara khusus di sektor ini.

Pergerakan signifikan terdeteksi dialami oleh dua topik pantauan yaitu topik blok perdagangan dan topik liberalisasi yang berhasil meningkat. Topik blok perdagangan dipengaruhi oleh berbagai pertemuan kerja sama negara yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama Jerman dan Kamboja. Selain itu, peningkatan konten berita juga terjadi berkat kedatangan 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca. Kinetik yang dilakukan oleh para calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2021-2026 juga turut meningkatkan eksposur dengan membahas seputar peluang ekspor Indonesia. Lebih lanjut, rencana dan realisasi pembentukan Kementerian Investasi mempengaruhi pergeseran topik liberalisasi. Kebijakan tersebut disinyalir akan membuka berbagai lapangan kerja baru ke depan.

Analisis peristiwa penting berdasarkan lonjakan eksposur selama bulan April dapat dilihat di Bagan 3. Berdasarkan analisis tersebut, hampir seluruh lonjakan isu dipengaruhi oleh isu yang tidak signifikan secara substantif dan politik. Oleh sebab itu, analisis peristiwa dilakukan secara lebih rinci terhadap dua isu yang memiliki bobot substansi dan politik lebih besar, meskipun secara eksposur relatif lebih sedikit, yang kemudian disebut sebagai dua isu utama. Pertama, isu proyek infrastruktur bermasalah yang mengalami lonjakan eksposur dalam dua bulan terakhir berpotensi untuk mendiskreditkan warisan pemerintah saat ini terkait pembangunan infrastruktur. Kedua, isu dampak positif investasi pada lapangan kerja mengalami lonjakan eksposur yang signifikan dibandingkan periode-periode pantauan sebelumnya sehingga menarik untuk melihat faktor utama dari lonjakan tersebut.

Bagan 3 Pergerakan Isu Ekopol (1–30 April 2021)

Topik infrastruktur dan topik koperasi-UMKM menjadi dua topik yang paling mempengaruhi lonjakan eksposur pantauan berita ekopol selama satu bulan terakhir. Instruksi Presiden untuk memulihkan akses daerah terdampak bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan rencana pembangunan bukit algoritma adalah dua peristiwa dari topik infrastruktur yang berhasil mengangkat eksposur pemberitaan ekopol pada tanggal 7 dan 20 April. Di sisi lain, pemberitaan penetapan tujuh target tahun 2024 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) pada tanggal 8 April dan dukungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada tanggal 28 April yang termasuk ke dalam topik koperasi-UMKM juga berhasil menyumbang eksposur signifikan terhadap pemberitaan di klaster ekopol.

Lonjakan isu proyek infrastruktur bermasalah berhasil menempatkan isu tersebut menjadi perhatian pemberitaan selama dua bulan terakhir. Terdapat beberapa faktor di belakang lonjakan tersebut antara lain perguliran kasus korupsi Nurdin Abdullah yang memuncak pada saat penelusuran aliran dana tanggal 15 April silam, demo penolakan pembangunan tambang quarry sebagai bahan material Bendungan Bener di Purworejo pada tanggal 23 April lalu, dan terakhir munculnya narasi proyek infrastruktur mangkrak pada tanggal 28 April.

Walaupun secara kuantitatif memiliki eksposur relatif kecil dibandingkan isu lainnya, isu dampak positif investasi terhadap lapangan kerja menarik untuk diangkat karena lonjakan eksposur yang signifikan dalam sebulan terakhir. Penyebab utama lonjakan tersebut tidak lain dipengaruhi oleh rencana dan realisasi pembentukan Kementerian Investasi. Rencana pembentukan tersebut diputuskan pada tanggal 8 April, tetapi belum pembahasan secara konkret terhadap investasi belum terdeteksi karena masih mendebatkan terkait manfaat dari pembentukan kementerian baru ini. Selanjutnya, pemberitaan seputar manfaat pembentukan kementerian terhadap investasi baru mengalami lonjakan pada saat pelantikan Menteri Investasi pada tanggal 28 April.

Selain disebabkan oleh pembentukan Kementerian Investasi, lonjakan isu ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain peluang investasi di sektor pariwisata, peresmian Jalan Tol Serpong dan Jalan Tol Cengkareng pada tanggal 1 April, pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Kanselir Angela Merkel pada tanggal 13 April, dan peluncuran Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi tahun 2021-2022 pada hari yang sama.

Analisis Aktor Utama

Pemberitaan aktor-aktor ekonomi politik pada bulan April 2021 dipengaruhi oleh isu-isu dalam tiga topik teratas pada Bagan 4. Seperti yang telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya, topik pertama terkait infrastruktur bukan hanya menyoroti erencanaan dan peresmian, tetapi juga munculnya penolakan warga atas pembangunan Bendungan Bener maupun proses hukum Nurdin Abdullah. Untuk topik kedua yakni moneter, selain Kejagung dan BPK yang masih menelusuri kasus Asabri, kondisi pelemahan nilai tukar Rupiah akibat sentimen pemulihan ekonomi Amerika Serikat juga mendominasi pemberitaan. Ketiga, topik koperasi UMKM menangkap dukungan pemerintah terhadap upaya digitalisasi untuk dapat bertahan dalam kondisi pandemi.

Aktor dengan urutan terbawah pada Bagan 4 merupakan aktor dengan eksposur terbanyak. Dengan demikian, Presiden Joko Widodo masih mendominasi pemberitaan melalui topik investasi seputar proses pembentukan hingga peresmian Kementerian Investasi, dan kegiatan peresmian dua ruas jalan tol JORR 2 di ruas Serpong-Pamulang serta Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran secara langsung. Pada topik infrastruktur, presiden terpantau menugaskan Menteri PUPR untuk memperbaiki akses ke lokasi banjir bandang di NTB dan NTT sebelum berkunjung secara langsung ke lokasi tersebut. Presiden juga mendorong kepala daerah menambah jumlah program padat karya, dan meneruskan distribusi bansos dengan teliti. Masih terkait infrastruktur, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan ground breaking peletakan batu pertama istana negara di ibu kota negara baru (IKN Baru) akan dilaksanakan oleh presiden. Berdasarkan sentimen judul pemberitaan, tanggapan pemberitaan IKN Baru mulai naik kembali. Ke depan, isu ini harus dipantau dengan hati-hati karena publik masih hidup bersama kesulitan ekonomi akibat pandemi. Selain itu, presiden lebih banyak membicarakan terkait impor pangan dan pertemuan kepala negara ASEAN (Blok Perdagangan), daripada membicarakan perihal koperasi UMKM seperti aktor-aktor lainnya.

Bagan 4 Analisis Aktor Ekopol terhadap Topik dalam Klaster Ekopol (1–30 April 2021)

Kemudian, terdapat menteri-menteri teknis seperti Menkop UKM Teten Masduki dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang masuk karena naiknya publikasi dukungan untuk pelaku koperasi UMKM maupun nelayan serta pelaku kelautan dan perikanan. Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Perdagangan M. Lutfi adalah tokoh-tokoh yang juga muncul dalam peringkat teratas karena naiknya isu-isu tertentu pada bidang ekonomi yang menjadi tanggung jawabnya. Masih munculnya Juru Bicara KPK Ali Fikri dan Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dikarenakan proses hukum Nurdin Abdullah dan kasus Asabri. Sementara, masuknya Ketua The Fed Jerome Powell karena isu pelemahan nilai Rupiah beberapa periode belakangan.

Melalui pemetaan konsentrasi aktor dalam dua isu dominan, yakni proyek infrastruktur bermasalah dan dampak investasi terhadap lapangan kerja dapat dilihat pada ontologi aktor dalam Bagan 5 dan 6. Dalam bagan ontologi ditemukan irisan yang relevan dari kutipan konten pemberitaan Presiden Joko Widodo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono karena pada bulan April banyak pembicaraan mengenai potensi investasi pada proyek-proyek infrastruktur melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Selain itu, terdapat pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berupaya menengahi penolakan warga dengan aparat atas polemik izin penambangan untuk Bendungan Bener. Karena jumlah pemberitaan tokoh pro-pemerintah yang jauh lebih banyak daripada tokoh kontra-pemerintah, hanya Anggota DPR Fraksi PKS Anis Byarwati yang masuk dalam bagan ontologi karena kritiknya terhadap Kementerian Investasi di mana menurutnya hanya akan menyelesaikan masalah di tingkat hilir saja.

Bagan 5 Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Membicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Ekopol (1–30 April 2021)

 

Bagan 6 Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Dibicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Ekopol (1–30 April 2021)

Download Publikasi