TILIK DATA Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Diyauddin - Rabu, 05 Mei 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Selama bulan April 2021, secara eksposur didominasi atas isu insiden kapal selam Nanggala 402 dan penangkapan Munarman oleh Densus 88. Selain itu, juga isu penembakan Kabinda Papua dengan isu derivasinya, perubahan status KKB menjadi kelompok teror oleh Pemerintah. Sementara itu, terdapat juga isu Denwalsus dari Kemhan namun tidak signifikan secara eksposur. Tetapi keberadaan isu ini memantik kembali wacana pelanggaran HAM dan pasukan mawar dari Menteri Prabowo ke publik.

Isu kapal selam Nanggala 402 sangat signifikan terkendali dengan timbulnya solidaritas kebangsaan yang cukup tinggi. Demikian juga dengan penembakan Kabinda Papua. Kedua isu ini merupakan isu kemanusiaan dimana memberikan sentimen positif pada pemerintah. Adapun isu penangkapan Munarman diisi narasi kontra atas penangkapan ini. Namun secara umum di media sosial, tidak begitu berpengaruh dan tidak memberikan dampak yang signifikan atas framing opini kontra tersebut. Isu Denwalsus cenderung bersentimen negatif. Isu ini dimainkan oleh para influencer pro pemerintah dan malah tidak diamplifikasi kelompok oposisi.

Komparasi Isu Bulan April 2021

Pendahuluan

Dinamika isu yang terjadi selama bulan april 2020 cukup dinamis dan signifikan. Rentetan beberapa peristiwa yang terjadi memunculkan percakapan yang begitu intens di media sosial.  Isu-isu yang muncul dan mendapat atensi besar dari netizen akan menjadi isu analisis pada laporan bulan april ini, yaitu: insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, Penembakan Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Papua yang menjadi triger perubahan status KKB menjadi kelompok teror. Lalu penangkapan mantan sekretaris FPI, Munarman dan terakhir pembentukan Detasemen Pengawal Khusus (Denwalsus) di Kementerian Pertahanan.

Isu-isu yang akan menjadi topik analisis yang dianggap signifikan dalam percakapan media sosial dan juga strategis memberi dampak di suatu kementerian seperti kasus Denwalsus. Kendati secara eksposur tidak diperbincangkan dengan volume yang tinggi akan tetapi memberikan dampak pada Kementerian Pertahanan khususnya Prabowo Subianto dengan mengaitkan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM yang melibatkan Menteri Prabowo sendiri.

Analisis kuantitatif akan memberikan sejumlah rincian terkait jejaring akun, aktor, eksposur percakapan hingga tagar yang dimainkan. Kemudian akan diberikan analisis kendali dan kuadran isu di masing-masing topik.

Sementara pada analisis kualitatif, mengkomparasikan keempat isu tersebut untuk melihat kecenderungan, pola serta bentuk permainan para aktor yang mengangkat sebuah isu di media sosial. Demikian juga melihat secara jauh framing narasi di masing-masing isu untuk memprediksi agenda yang ingin dibangun oleh pemangku kepentingan yang terkait. 

Analisis “Pembentukan Denwalsus Kementerian Pertahanan”

Bagan 1. Jagat Cuit

Jagat cuit yang terbentuk pada isu ini menunjukkan bahwa isu ini didominasi dan terbentuk oleh satu kelompok percakapan yaitu kelompok berisi pernyataan kontra terhadap pembentukan Denwalsus dan Prabowo (secara khusus).

Kelompok percakapan ini terdiri dari beberapa klaster akun seperti pro pemerintah, aktivis dan kontra yang memiliki narasi kontra yang sama sehingga terlihat berada pada kelompok pro pemerintah.

Pada jagat terlihat bahwa akun @ChusnulCh__ menjadi akun utama yang banyak di – engage oleh akun-akun lainnya. Kendati menjadi akun terbesar di jagat, interaksi akun Chusnul dengan akun lain cenderung sedikit dan memiliki narasi-narasi kontranya tersendiri.

Percakapan mengenai isu ini dibicarakan oleh 938 akun dan sudah menaikkan 49 tagar selama bulan April 2021.

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Pembicaraan masyarakat mengenai isu pembentukan Detasemen Pengawal Khusus (Denwalsus)  Kementerian Pertahanan selama bulan April mengalami satu kali spike tertingginya pada tanggal 10 April 2021. Spike tertinggi ini disebabkan karena adanya lonjakan protes dan penolakan terhadap pembentukan Denwalsus ini. Masyarakat menilai bahwa pembentukan pasukan khusus ini hanya akan menghabiskan biaya dan tidak efektif karena ada bagian TNI yang memiliki fungsi serupa dengan Denwalsus yang akan dibentuk ini.

Isu ini kemudian menurun namun sempat naik lagi pada tanggal 13 April setelah juru bicara kementerian pertahanan memberikan penjelasan mengenai tugas dari Denwalsus Kemhan. Isu ini kembali naik pada tanggal 18 setelah Ketua DPD RI memberikan kritik terhadap rencana pembentukan pasukan ini. Spike terakhir isu ini terjadi pada tanggal 25 April 2021, dimana jumlah kritikan terhadap isu ini naik dikarenakan masyarakat menilai bahwa Prabowo tidak melakukan kerjanya dengan baik.

Hal ini kemudian dikaitkan dengan kasus tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 yang dianggap sebagai bentuk ketidakmampuan Prabowo sebagai Menhan. Pada tanggal ini pula, beberapa masyarakat menaikkan tagar #ReshufflePrabowoSubianto. namun tagar ini tidak banyak menarik perhatian masyarakat. Percakapan masyarakat mengenai isu ini selama bulan April hanya mencapai 999 percakapan dengan didominasi oleh akun – akun pro pemerintah.

Bagan 3. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk, tidak ditemukan adanya tagar khusus yang menyoroti persoalan Denwalsus. Tagar yang terbaca semuanya berasal dari unggahan akun media online yang memberitakan soal Denwalsus. Masyarakat  tidak menaruh perhatian khusus soal Denwalsus

Terdapat tagar serangan terhadap Menhan Prabowo dengan narasi sindiran Menhan yang dianggap terlalu boros dengan membentuk Denwalsus yang dikaitkan dengan alutsista yang tidak mumpuni seperti pada kejadian tenggelamnya KRI Nanggala 402

Bagan 4. Jagat Kata

Jagad kata soal Denwalsus menunjukkan dominan bersentimen negatif dengan adanya kata “urgency”, “ono-ono wae”. Masyarakat juga mempertanyakan kepentingan pembentukan pasukan khusus Kemhan ditengah banyaknya isu keamanan nasional seperti kelompok radikal.

Dominasi percakapan soal Denwalsus membicarakan perihal definisi dan bentuk Denwalsus. Masyarakat melihat keberadaan Denwalsus merupakan Paspampres khusus untuk Menhan.

Analisis “Tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402”

Bagan 5. Jagat Cuit

Terdapat tiga kelompok percakapan yang terbentuk pada jagat isu kapal selam Nanggala selama bulan April 2021. Percakapan dalam jagat didominasi oleh kelompok influencer umum dan media (74,08%). Kelompok kedua adalah kelompok lintas klaster : Pro Pemerintah, Media & Kontra Pemerintah (17,34%) dan kelompok terakhir adalah kelompok akun-akun lembaga/instansi pemerintah, fanbase dan akun-akun netral lainnya (7,26%).

Ketiga kelompok ini terlihat sering melakukan interaksi satu sama lainnya dan mayoritas menyampaikan ungkapan belasungkawa terhadap peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala dengan mengangkat tagar yang sama yaitu #PrayForKRINanggala402.

Percakapan mengenai isu ini melibatkan 162.174 akun dan 2.175 tagar selama bulan April 2021.

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai kapal selam Nanggala 402 ini berawal pada tanggal 21 April 2021, dimana saat itu kapal selam Nanggala dikabarkan hilang kontak di wilayah perairan Bali. Saat itu TNI sudah mulai menemukan tumpahan minyak. Percakapan di media sosial kemudian meningkat selama masa pencarian kapal selam Nanggala pada tanggal 22-23 April 2021. Pada tanggal tersebut, TNI sudah menggandeng negara sahabat, Australia, Malaysia, Singapura dan AS dalam mencari kapal selam Nanggala 402.

Pembicaraan kemudian mencapai spike tertingginya pada tanggal 24 April 2021,dimana serpihan dan barang-barang dari KRI Nanggala-402 berhasil ditemukan. Pembicaraan meningkat pesat ketika Panglima TNI akhirnya mengumumkan status kapal selam Nanggala sudah berubah menjadi tenggelam atau subsunk dan menyatakan bahwa ke 53 awak kapal Nanggala dinyatakan gugur dalam tugas.

Percakapan mengenai tenggelamnya kapal selam Nanggala selama bulan April ini mencapai 267.751 total unggahan dengan 3.961 total pelibatan. Akun media online menjadi akun yang paling banyak dicuit ulang oleh masyarakat. Pada bagan, terlihat pula dua akun Malaysia yang turut memberitakan pemberitaan kapal Nanggala ini.

Bagan 7. Jagat Tagar

#PrayForKRINaggala402 menjadi tagar utama yang secara natural dinaikkan oleh masyarakat dan menempati peringkat #1 topik terpopuler Indonesia dengan endurance tagar yang cukup lama di peringkat 10 besar.

Jagat tagar didominasi oleh tagar-tagar terkait KRI Nanggala. Tagar-tagar ini naik secara massif khususnya ketika KRI Nanggala secara resmi diumumkan tenggelam oleh Panglima TNI.

Masyarakat menggunakan pemberitaan akun – akun media online sebagai landing page percakapan mengenai isu ini.

Bagan 8. Jagat Kata

Pada jagat kata, masyarakat banyak membicarakan pernyataan Panglima TNI mengenai KRI Nanggala yang berhasil ditemukan oleh KRI Rigel dan dipastikan bahwa seluruh awak kapal gugur. Selain itu, pembicaraan masyarakat juga didominasi oleh perkembangan pencarian kapal selam Nanggala.

Masyarakat turut membicarakan pernyataan Menteri Pertahanan, Prabowo mengenai pemberian beasiswa penuh kepada putra-putri para awak kapal selam Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Magelang dan masuk ke Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Analisis “Penembakan Kabinda Papua"

Bagan 9. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk mengenai isu Penembakan Kabinda Papua, kelompok kontra pemerintah menjadi kelompok yang mendominasi percakapan dengan 50,38%. Kelompok ini banyak menaikkan tagar yang mengaitkan isu penembakan Kabinda Papua ini dengan isu penangkapan Munarman yang diduga terlibat dengan kelompok teroris JAD-ISIS. Kelompok kedua adalah kelompok pro pemerintah (34,84%).

Kelompok ini banyak mengangkat tagar-tagar menyerang OPM dan KKB yang meminta pemerintah untuk menumpas KKB serta persetujuan atas pelabelan kelompok separatis-teroris kepada kelompok KKB Papua. Kedua kelompok ini tampak jarang melakukan interaksi satu dan lainnya dan membawa narasinya tersendiri sehingga jagat percakapan terlihat menjauh dari yang lainnya.

Kelompok lainnya adalah kelompok media (5,48%) dan kelompok kontra KKB (2,09%). Kedua kelompok juga terlihat memiliki narasinya tersendiri dan tidak banyak memiliki interaksi dengan kedua kelompok besar lainnya. Percakapan di media sosial terkait dengan isu ini melibatkan 7.859 akun dan menaikkan 259 tagar selama bulan April 2021.

Bagan 10. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai penembakan Kabinda Papua mulai naik setelah adanya pemberitaan mengenai terjadinya penembakan Kabinda Brigjen Putu Danny oleh KKB Papua saat peninjauan lokasi pembakaran di Beoga,Papu pada tanggal 25 April 2021. Isu ini mencapai spike tertingginya pada tanggal 26 April ketika BIN mengubah status KKB menjadi kelompok teroris. Pernyataan ini kemudian menimbulkan polemik di media sosial, dimana ketua MPR dan anggota komisi I DPR menyetujui pernyataan ini dan menuai kritik dari lembaga kemanusiaan Komnas HAM dan Amnesty Indnonesia.

Setelah itu isu menurun, namun terjadi serangan kedua pada tanggal 27 April 2021, yang menyebabkan satu anggota brimob gugur dan dua rekannya mengalami luka tembak. Pada tanggal 28 April, PP Muhammadiyah dan PBNU menyetujui usulan pelabelan KKB sebagai kelompok teroris. Dan pada tanggal 29 April 2021, Pemerintah resmi menetapkan KKB sebagai kelompok teroris. Penetapan ini kemudian menuai kritik dan penolakan dari beberapa pihak, salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Papua yang kemudian merilis sebuah press release kekhawatiran Pemprov Papua akan pengubahan status KKB ini.

Total unggahan percakapan mengenai isu ini mencapai 15.806 dengan total pelibatan 649. Kelompok akun media dan akun kontra pemerintah mendominasi percakapan mengenai isu ini.

Bagan 11. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk, terdapat perang tagar antara kubu pembela Munarman dan kubu yang menyerang Munarman. Kendati demikian, jagat didominasi oleh tagar menyerang Munarman seperti tagar HukumMatiMunarmanTeroris yang sempat memasuki peringkat #2 topik terpopuler Indonesia.

Pada tagar-tagar pembelaan Munarman, kerap kali disisipkan tagar pemakzulan presiden dan diungkitnya kembali kasus KM50 FPI.

Bagan 12. Jagat Kata

Percakapan masyarakat mengenai penembakan Kepala BIN Daerah (Kabinda), Brigjen Putu Danny oleh KKB Papua. Pembicaraan didominasi oleh kronologi penembakan dan ucapan belasungkawa masyarakat atas gugurnya Brigjen Gusti Putu.

Masyarakat dan beberapa tokoh meminta pemerintah dan aparat (TNI, Polri dan BIN) untuk menyelesaikan permasalahan KKB ini. Masyarakat kemudian juga mempolemikkan perubahan sebutan kelompok kriminal bersenjata Papua menjadi kelompok separatis dan teroris oleh pemerintah

Analisis “Penangkapan Munarman”

Bagan 13. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, terdapat tiga kelompok percakapan dengan dua kelompok percakapan yang mendominasi. Kelompok pertama adalah kelompok kontra pemerintah (52,41%). Kelompok ini banyak mengangkat tagar pembelaan terhadap Munarman dan tagar serangan terhadap pemerintah yang salah satunya adalah #makzulkanpresiden. kelompok ini banyak meng-engage akun @geloraco dan @fadlizon.

Kelompok kedua adalah kelompok pro pemerintah (42,16%) yang banyak menaikkan tagar yang menyerang Munarman sebagai teroris. @Dennysiregar7 menjadi akun yang paling banyak disebut atau dicuit ulang oleh kelompok ini.

Kedua kelompok memiliki narasi sendiri-sendiri dan hanya sedikit melakukan interaksi antara satu dengan lainnya. Kelompok ketiga adalah kelompok percakapan aktivis (2,99%). Kelompok ini terlihat lebih banyak meng-engage kelompok pro pemerintah dan tidak meng-engage kelompok kontra pemerintah.

Bagan 14. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai penangkapan Munarman baru naik di akhir bulan April ketika tersebarnya pemberitaan mengenai penangkapan Munarman oleh Densus 88 pada tanggal 27 April 2021. Terjadi polemik mengenai penangkapan Munarman yang dikaitkan dengan adanya dugaan keikutsertaan Munarman dalam baiat ISIS. Percakapan juga naik ketika terdapat pemberitaan mengenai penggeledahan kantor eks-FPI dilakukan untuk mencari bukti dukungan terhadap JAD-ISIS.

Percakapan mengalami spike tertingginya pada tanggal 28 April 2021. Percakapan didominasi dengan penolakan dan sindiran masyarakat terhadap penangkapan Munarman dan penggeledahan kantor eks-FPI ini. Pemberitaan asosiasi ahli hukum pidana yang meminta Munarman dibebaskan juga menjadi pembicaraan masyarakat terkait isu ini.

Pembicaraan mengenai isu ini mencapai 132.737 total unggahan dan 6.648 total pelibatan. Akun terbanyak yang dicuit ulang didominasi oleh akun kelompok kontra pemerintah. Terlihat hanya dua akun pro pemerintah yang memainkan isu ini yaitu akun @Dennysiregar7 dan akun @ChusnulCh__.

Bagan 15. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk, terdapat perang tagar antara kubu pembela Munarman dan kubu yang menyerang Munarman. Jagat didominasi oleh tagar menyerang Munarman seperti tagar HukumMatiMunarmanTeroris yang sempat memasuki peringkat #2 topik terpopuler Indonesia.

Pada tagar-tagar pembelaan Munarman, kerap kali disisipkan tagar pemakzulan presiden dan diungkitnya kembali kasus KM50 FPI.

Bagan 16. Jagat Kata

Jagat kata yang terbentuk didominasi oleh percakapan mengenai penangkapan Munarman yang ditengarai terkait dengan tindak pidanan terorisme. Tuduhan alasan penangkapan Munarman yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat adalah Munarman telah berbaiat kepada ISIS.

Kelompok Oposisi menganggap Munarman tidak memiliki kaitan dengan aksi terorisme dan alasan penangkapan Munarman ini hanya dicari-cari.  Kelompok ini juga menyindir Densus 88 yang menangkap Munarman untuk menangkap KKB Papua yang sudah jelas melakukan aksi terror.

Assessment

Bagan 17. Komparasi Linimasa Isu April

Dari keempat isu yang ada selama bulan April 2021 jika dikomparasikan eksposurnya masing-masing, maka isu kecelakaan kapal selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali menjadi isu dengan eksposur tertinggi. Isu ini menjadi isu yang menjadi atensi semua pihak di media sosial.

Kecelakaan kapal selam Nanggala 402 dianggap menjadi sebuah tragedi yang memilukan oleh semua netizen dengan bersama-sama memberikan bela sungkawa dan menguatkan keluarga korban. Tipe isu kapal selam Nanggala 402 merupakan isu yang tidak memancing pro kontra di media sosial. Umumnya, publik akan menyatukan opini yang ada karena isu ini masuk pada ranah isu kemanusiaan. Sama hal dengan isu-isu kecelakaan pesawat, bom, bencana alam dan tragedi lainnya.

Eksposur isu selanjutnya, adalah perihal penangkapan Munarman pada akhir bulan April. Berbeda dengan isu Nanggala 402, isu penangkapan Munarman relatif tinggi dengan 132.737 percakapan karena menyebabkan dinamika pro kontra antara beberapa klaster aktor di media sosial. Pro kontra ini melibatkan antara pendukung dan oposisi pemerintah. Selain hal tersebut, media online juga turut memberikan amplifikasi yang tinggi pada isu ini sehingga secara volume percakapan sangat signifikan.

Sementara isu penembakan Kabinda Papua memiliki dua narasi utama, yaitu tragedi penembakan Kabinda dan perubahan status KKB menjadi kelompok teror. Isu perubahan status ini yang menjadi isu dominan. Sedangkan isu Denwalsus, tidak begitu signifikan diperbincangkan. Disamping karena aktor yang terlibat bukan aktor prominent (prabowo) juga disebabkan adanya kontra narasi dari jubir Kemhan yang menjelaskan duduk perkara Denwalsus tersebut.

Bagan 18. Persentase Isu April

Secara persentase, proporsi percakapan insiden kapal selam Nanggala 402 mencapai 64 persen. Isu ini menguasai percakapan selama bulan April dan mengalahkan isu lainnya. Hal Ini bisa diasumsikan bahwa, lebih dari separuh pengguna media sosial turut terlibat dalam percakapan ini. Mengingat bahwa isunya pun cukup netral.

Sementara percakapan soal penangkapan Munarman mendapat persentase percakapan sebanyak 32 persen. Isu ini dominan dimainkan oleh akun buzzer dari dua kubu yaitu kubu pro pemerintah dan kubu kontra pemerintah. Pola ini telah terbentuk sebagai residu pilpres 2019, dimana isu agama/kanan akan selalu melibatkan buzzer dari kedua kubu tersebut.

 

Download Publikasi