TILIK DATA Penetapan KKB sebagai Kelompok Teror

Penulis Tim Analis LAB 45 - Jum'at, 30 April 2021
img

Media Daring

Pemberitaan dari tanggal 25-29 April 2021 mengenai penetapan KKB sebagai kelompok teror di media daring memuat perdebatan yang murni terkait dukungan dan kritikan terhadap langkah pemerintah tersebut. Pejabat pemerintah dan elite partai yang menjadi koalisi (pro) maupun oposisi (kontra) pemerintah memiliki opini yang bercampur. Tidak serta merta aktor oposisi pemerintah mengkritik langkah ini dan sebaliknya. Kritikan lebih banyak datang dari kalangan aktivis, ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah memberikan dukungan, sementara partai nasionalis cenderung belum bersuara. Berbeda dengan pantauan di media sosial, tidak ada pemberitaan yang mengaitkan KKB dengan penangkapan Munarman.

Media Sosial

Terdapat tiga klaster utama yang terbentuk dari percakapan dari tanggal 25-29 April 2021 di media sosial mengenai perubahan status KKB menjadi kelompok terori, yakni klaster pertama yang cenderung didominasi oleh kelompok kanan yang mengaitkan penetapan teroris dengan penangkapan Munarman; klaster kedua adalah akun–akun pendukung pemerintah yang menaikkan tagar #KelompokSeparatisTeroris; dan klaster tiga cenderung bersifat umum yang menaikkan tagar #NKRITolakSeparatis dan #GugurPutraBangsa. Sementara itu, kelompok aktivis masyarakat sipil belum terdeteksi melakukan framing narasi atas perubahan status KKB menjadi teroris.  Secara umum, ketiga klaster yang terbentuk cenderung positif terhadap penetapan KKB sebagai kelompok teroris. Perubahan status KKB menjadi teroris cukup mendapat dukungan pengguna media sosial utamanya akun-akun pro pemerintah

Analisis Media Daring




Analisis Percakapan Media Sosial








Download Publikasi