TILIK DATA Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Diyauddin - Senin, 05 April 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Terdapat empat isu signifikan yang terjadi sepanjang bulan Maret 2021. Pertama, Impor Garam dan Beras. Kedua, Demokrat Pasca KLB. Ketiga, Pembicaraan mengenai isu Presiden Tiga Periode dan Keempat, Teror Bom di Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada akhir bulan Maret 2021.

Dominasi eksposur selama bulan Maret dikuasai oleh isu Demokrat pasca KLB. Isu ini merupakan lanjutan dari isu kudeta partai Demokrat yang kembali dibicarakan masyarakat karena diselenggarakannya Konferensi Luar Biasa (KLB) pada tanggal 5 Maret 2021. Isu ini terus berlanjut sampai dengan proses hukum partai di Kemenkumham.

Komparasi Isu Bulan Maret 2021

 

Pendahuluan

Sepanjang bulan Maret 2021, terdapat beberapa isu yang cukup menyita perhatian publik. Pertama, terdapat isu impor beras dan garam yang menuai protes dan penolakan dari masyarakat. Protes ini muncul karena impor dilakukan disaat menjelang panen raya dan adanya pernyataan dari BULOG yang mengatakan bahwa ketersediaan beras dan garam masih mencukupi.

Selanjutnya adalah isu Demokrat pasca KLB. Isu ini merupakan isu lanjutan dari polemik kudeta partai Demokrat yang akhirnya mengadakan KLB (Konferensi Luar Biasa) pada tanggal 5 Maret 2021 di Deli Serdang, Sumatera Utara. Masyarakat kemudian membicarakan diangkatnya Moeldoko sebagai ketua partai Demokrat yang baru versi KLB dan turut membicarakan kelanjutan dari masuknya isu ini ke ranah hukum dengan melibatkan Kementerian Hukum dan HAM.

Pada pertengahan Maret 2021, pembicaraan masyarakat kemudian beralih pada postingan video Amien Rais yang mengatakan bahwa ada upaya dari pemerintah untuk menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Hal ini kemudian menjadi polemik tersendiri di masyarakat, terutama saat Jokowi akhirnya mengklarifikasi isu ini dengan menyatakan bahwa dirinya tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode. Beberapa kelompok juga mengaitkan isu ini dengan mangkraknya pembangunan ibukota baru di Kalimantan dan penahanan HRS demi mempelancar agenda presiden tiga periode.

Di penghujung bulan Maret 2021, perhatian masyarakat kemudian kembali tersita oleh kejadian teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar di saat Minggu Palma. Masyarakat banyak mengutuk kejadian ini dan mengajak masyarakat untuk tidak takut terhadap aksi teror ini serta meminta pemerintah dan aparat untuk mengusut tuntas kejadian ini.

Berdasarkan dinamika isu diatas, maka pada laporan bulan Maret ini, akan menganalisis isu terkait Impor Beras dan Garam, Demokrat Pasca KLB, Presiden Tiga Periode dan Teror Bom Gereja Katedral Makassar. Isu – isu ini akan dianalisis berdasarkan tangkapan mesin monitoring yang diambil pada dua periode. Pada periode pertama, tanggal 1-28 Maret 2021, isu yang akan diambil adalah Impor Beras dan Garam, Demokrat Pasca KLB, Presiden Tiga Periode. Sedangkan untuk periode kedua, isu Teror Bom Gereja Katedral Makassar hanya akan diambil pada saat kejadian berlangsung yaitu pada tanggal 28 Maret 2021.

Impor Beras dan Garam

Jejaring Percakapan

Bagan 1. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk berdasarkan isu impor beras dan garam, percakapan didominasi oleh kelompok kontra pemerintah (36,98%). Kelompok ini banyak menaikkan narasi mengenai penolakan isu impor beras dan garam selama bulan Maret 2021. berdasarkan jejaring, kelompok ini sering melakukan interaksi kepada kelompok lintas kluster : Kontra, Aktivis dan Media (33,66%) dan memiliki narasi yang cukup serupa antara satu dengan lainnya.

Kelompok ketiga pada percakapan ini adalah kelompok pro pemerintah (10,52%). Kelompok ini terlihat lebih sering melakukan interaksi dengan kelompok lintas kluster dibandingkan dengan kelompok kontra pemerintah. Pada percakapan ini, akun @susipudjiastuti menjadi akun terbesar yang seringkali di-engage oleh akun-akun lain dalam membicarakan isu ini. Total akun yang membicarakan isu impor beras dan garam selama bulan Maret 2021 mencapai 25.973 akun dan telah mengangkat sebanyak 839 tagar.

Linimasa Eksposur

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Pembicaraan mengenai impor beras dan garam naik selama bulan Maret 2021 mengalami lima kali spike pembicaraan, spike pertama terjadi pada tanggal 6 Maret 2021 dimana masyarakat mengkritik rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton. Hal ini banyak dikritik masyarakat karena impor ini dilakukan saat mendekati hari panen raya dan setelah Jokowi menggaungkan benci produk asing. Hal ini juga dianggap tidak sesuai dengan janji kampanye Jokowi dan akan menyengsarakan petani.

Selanjutnya, spike kedua terjadi pada tanggal 11 Maret 2021, spike ini terjadi karena kritikan masyarakat terhadap kebijakan ini semakin banyak, Said Didu kemudian turut mengkritik Moeldoko dan Prabowo yang merupakan salah satu pimpinan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) yang dianggap membiarkan kebijakan ini terjadi.

Spike tertinggi pada isu ini kemudian terjadi pada tanggal 16 Maret 2021, saat itu @susipudjiastuti mencuitkan protes kepada pemerintah yang hendak mengimpor beras di kala panen raya yang kemudian banyak di-engage oleh masyarakat. Selain itu terjadi pula polemik pembicaraan di masyarakat karena adanya penolakan impor dari bulog dan buwas. Kedua Lembaga ini menyatakan bahwa ketersediaan beras masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu buwas juga mengeluarkan pernyataan bahwa kebijakan impor ini merupakan perintah dari Mendag, Muhammad Luthfi dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto.

Trend isu kemudian sempat menurun dan kembali spike pada tanggal 21 Maret 2021, dimana Susi Pudjiastuti kembali mencuitkan permintaan dukungan kepada Ketum Partai PDIP, Megawati untuk menyetop impor garam yang berlebihan, saat itu PDIP juga menegur Mendag Luthfi terkait dengan isu ini. Penolakan pada spike ini juga kembali membesar.

Spike terakhir terjadi pada tanggal 27 Maret 2021 di saat Jokowi kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia akan stop impor beras sampai akhir Juni 2021 dan Indonesia tidak pernah melakukan impor beras selama tiga tahun belakangan ini. Sebagian masyarakat cenderung menyindir dan tidak percaya terhadap pernyataan Jokowi ini. Pembicaraan ini mencapai 58.904 total unggahan dan melibatkan setidaknya 6.067 unggahan. Pada isu ini akun Susi Pudjiastuti menjadi akun yang paling banyak dicuit ulang. Isu ini didominasi oleh akun-akun kontra pemerintah.

Jagat Tagar

Bagan 3. Jagat Tagar

Jagat tagar didominasi oleh tagar penolakan impor beras dan tagar bersentimen negatif kepada pemerintah. Tidak terlihat adanya tagar yang mendukung impor beras selama bulan Maret 2021. Tagar (#4) #PSITolakImporBeras, (#9) #GoToHellMafiaBeras, (#9) #MendagBebanJokowi menjadi tagar yang masuk dalam 10 besar topik terpopuler Indonesia selama bulan Maret 2021 

Jagat Kata

Bagan 4. Jagat Kata

Narasi pada jagat kata selama bulan Maret 2021 didominasi oleh penolakan impor beras dan garam ditengah panen raya. Masyarakat mempercakapkan impor beras ini akan membuat rugi dan menyengsarakan petani.

Selain itu, beberapa masyarakat menyatakan bahwa impor beras tidak perlu dilakukan karena masih tersedianya beras dan garam yang mencukupi. Sebagian masyarakat juga meragukan pernyataan Jokowi terkait dengan Indonesia tidak akan impor beras hingga bulan Juni.

Demokrat Pasca KLB

Jejaring Percakapan

Bagan 5. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, terlihat hanya terdapat dua kelompok pembicaraan pada isu Demokrat pasca KLB ini. Kelompok kontra pemerintah dan media berita (66,33%) menjadi kelompok yang mendominasi isu ini. Kelompok kontra pemerintah cenderung melakukan banyak engagement pada akun – akun berita online sehingga menjadi satu kluster. Pada kelompok ini, @saiful_mujani menjadi akun yang paling banyak di-engage oleh akun-akun kontra pemerintah terkait dengan cuitannya yang mengatakan bahwa terjadi ironi dimana pemerintah seharusnya melindungi semua partai namun saat ini ada pejabat negara yang mengambil alih partai Demokrat.

Kelompok selanjutnya adalah kelompok pro pemerintah (23,16%), Pada kelompok ini, akun @ChusnulCh__ menjadi akun yang banyak di-engage oleh akun pro pemerintah. Terlihat pada jagat cuit bahwa kedua kelompok pembicaraan ini jarang melakukan interaksi dan membawa narasi serta tagarnya sendiri-sendiri. Percakapan ini melibatkan 24.403 akun dan 411 tagar selama bulan Maret 2021.

Linimasa Eksposur

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Percakapan masyarakat mengenai isu Demokrat pasca KLB hanya mengalami dua spike dan satu spike tertingginya selama bulan Maret 2021. Spike pertama terjadi setelah Mata Najwa menayangkan perdebatan antara politisi senior Max Sopacua dengan politisi Demokrat, Jansen mengenai pengangkatan ketua umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Di Mata Najwa, Max Sopacua juga mengatakan untuk tidak takut dalam mengikuti KLB yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Spike tertinggi percakapan kemudian terjadi pada tanggal 5 Maret 2021 disaat terjadinya KLB partai Demokrat di Deli Serang, Sumatera Utara. KLB ini menjadi spike karena adanya hasil KLB yang mengangkat Moeldoko menjadi ketua umum versi KLB Demokrat. Selain itu, masyarakat juga membicarakan bahwa penyelenggaraan KLB ini tidak memiliki izin dan tidak sah di mata hukum. Tren isu kemudian menurun dan bertahan cukup tinggi pada tanggal 8 Maret 2021, dimana masyarakat membicarakan adanya sejumlah orang yang mengatakan bahwa peserta KLB tidak menerima bayaran yang sesuai dengan perjanjian awal sebelum KLB dilaksanakan. Selain itu percakapan masyarakat juga tertuju pada pemberitaan mengenai penyerahan sejumlah berkas mengenai legalitas Partai Demokrat dan bukti ilegalitas KLB yang diserahkan ke Kemenkumhan oleh AHY. Partai Demokrat versi KLB juga mendaftarkan dirinya ke Kemenkumham. Sebagian masyarakat kemudian membicarakan diamnya Jokowi terkait dengan isu ini.

Spike terakhir terjadi pada tanggal 22 Maret 2021, terjadi polemik pembicaraan mengenai kesahan KLB partai Demokrat dan kelanjutan dari proses hukum partai Demokrat versi KLB-Moeldoko di Kemenkumham. Pembicaraan mengenai isu ini mencapai 168.680 total unggahan dan melibatkan 9.120 cuitan selama bulan Maret 2021. Akun terbanyak yang dicuitkan ulang didominasi oleh akun-akun kontra pemerintah yang terafiliasi dengan partai Demokrat.

Jagat Tagar

Bagan 7. Jagat Tagar

Pada jagat tagar bulan Maret 2021, perang tagar masih terjadi diantara kubu pembela partai Demokrat – AHY dan pembela Moeldoko. Jagat tagar ini lebih didominasi oleh tagar-tagar yang membela Moeldoko dan KLB Demokrat 2021.

Tagar (#2) #KLBDemokrat2021Sah, (#3)BarisanMassaDemokrat, (#3)KLBDemokratSah, (#3) #MoeldokoSaveDemokrat,  (#4) #KLBBodong menjadi tagar yang masuk dalam 10 besar topik terpopuler Indonesia selama bulan Maret terkait isu ini.

Jagat Kata

Bagan 8. Jagat Kata

Jagat kata didominasi oleh KLB Demokrat yang terjadi pada awal bulan Maret di Deli Serdang, Sumatera Utara dan hasil KLB Demokrat yang mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum partai Demokrat versi KLB.

Beberapa masyarakat mengangkat narasi bahwa KLB yang dilakukan di Deli Serdang dan pengangkatan Moeldoko ini tidak sah dan merupakan salah satu upaya pemerintah yang otoriter untuk mengambilalih kekuasaan pada Partai Demokrat.

Masyarakat lainnya mengangkat narasi bahwa pelaksanaan KLB dan pengangkatan Moeldoko ini adalah tindakan yang dapat menyelamatkan Demokrat.

Presiden Tiga Periode

Jejaring Percakapan

Bagan 9. Jagat Cuit

Pada jagat cuit mengenai isu presiden tiga periode, terdapat 4 kelompok pembicaraan. Kelompok pertama adalah kelompok kontra pemerintah (47,41%) yang mendominasi jagat pembicaraan dengan @hnurwahid sebagai influencer yang cuitannya kerap kali di-engage oleh masyarakat lainnya. Seperti pada isu Demokrat, kelompok ini terlihat jarang melakukan interaksi dengan kelompok pro pemerintah (30,44%) dan hanya membawa tagar serta narasinya tersendiri.

Pada kelompok pro pemerintah, akun @Jokowi merupakan akun terbesar yang sering disebut oleh masyarakat terkait dengan isu ini. Kelompok ini mengusung tagar #gantipresiden yang merujuk pada cuitan @DennySiregar7 sebelumnya. Dua kelompok lainnya adalah kelompok media (7,9%) dan kelompok aktifis (6,61%). Beberapa akun cukup tersebar di jagat karena memiliki narasinya tersendiri dan tidak melakukan interaksi oleh salah satu kelompok. Jumlah akun yang mempercakapkan isu ini mencapai 21.895 akun dan mengangkat 778 tagar selama bulan Maret 2021.

Linimasa Eksposur

Bagan 10. Linimasa dan Akun

Pada linimasa yang terbentuk atas isu presiden tiga periode ini, volum pembicaraan masyarakat mulai naik pada tanggal 13 Maret 2021, disaat Amien Rais mengunggah video di kanal youtube pribadinya yang menyatakan bahwa rezim Jokowi ingin menguasai seluruh lembaga tinggi yang ada di Indonesia dan adanya upaya untuk mengubah pasal masa jabatan presiden tiga periode.

Polemik percakapan masyarakat mengenai pernyataan Amien Rais ini kemudian naik dan mencapai spike tertingginya pada tanggal 15 Maret 2021, disaat Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya tidak berniat untuk menjadi presiden tiga periode dan tidak akan mengubah UU terkait dengan masa jabatan presiden. Percakapan masyarakat di media sosial mengenai isu ini kemudian menurun namun kembali naik ketika Andi Arief mencuitkan bahwa mangkraknya pembangunan ibu kota Indonesia yang baru di Kalimantan akan menjadi dalih Jokowi dalam menguatkan rencananya untuk mengubah masa jabatan presiden ini.

Spike terakhir terjadi pada tanggal 23 Maret, dimana sebagian masyarakat kembali membicarakan isu ini karena adanya postingan Haikal Hassan yang mengaitkan isu presiden tiga periode dengan ditahannya HRS. Penahanan HRS yang diperkirakan akan ditahan sampai dengan tahun 2024, dianggap sebagai salah satu cara untuk memuluskan rencana presiden tiga periode ini.

Unggahan terkait isu ini mencapai 49.188 total unggahan dengan melibatkan 6.868 unggahan. Akun @Jokowi menjadi akun yang sering dicuitkan ulang dan disebut oleh masyarakat dalam memposting isu ini. Selain itu, isu ini lebih banyak dibicarakan oleh akun – akun kontra pemerintah. Hanya terdapat satu akun pembela pemerintah, yaitu @DennySiregar7 yang banyak dicuitkan ulang unggahannya. 

Jagat Tagar

Bagan 11. Jagat Tagar

Jagat tagar terkait isu didominasi oleh tagar terkait dengan pernyataan Jokowi yang tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode. Tagar gantipresiden muncul karena cuitan Denny Siregar yang mengatakan isu presiden tiga periode ini mirip dengan dinaikkannya tagar gantipresiden yang sebelumnya pernah dinaikkan oleh kelompok kontra pemerintah.

Pada jagat, dapat dilihat bahwa masyarakat banyak melakukan partisipasi dalam cuitan media online Republika terkait dengan poling presiden tiga periode yang diadakan untuk mengetahui apakah masyarakat setuju dengan penambahan masa periode presiden.

Jagat Kata

Bagan 12. Jagat Kata

Pada jagat kata yang terbentuk, narasi yang mendominasi percakapan di media sosial adalah mengenai pernyataan Amien Rais yang mencurigai pemerintah akan mengubah UU Pemilu dan menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Masyarakat juga menanggapi pernyataan Jokowi yang menyatakan tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode. Beberapa masyarakat, salah satunya adalah Rizal Ramli kemudian  meragukan dan menyindir pernyataan ini.

Selain itu masyarakat juga membahas pernyataan Andi Arief yang mengaitkan isu presiden tiga periode dengan pembangunan ibukota baru yang mangkrak.

Teror Bom Gereja Katedral Makassar

Jejaring Percakapan

Bagan 13. Jagat Cuit

Jagat cuit yang terbentuk pada tanggal 28 Maret ini membentuk tiga kelompok pembicaraan. Percakapan ini lebih didominasi oleh Kelompok media, aktifis dan netizen natural yang mengutuk kejadian teror yang terjadi di gereja katedral Makassar dan ajakan kepada masyarakat untuk jangan takut dengan teroris. Akun @SupirPete2 menjadi influencer terbesar dalam percakapan kelompok ini yang kemudian diikuti oleh akun @AlissaWahid dan @asumsico.

Kelompok kedua adalah kelompok pro pemerintah (31%) yang mengangkat pembicaraan mengenai aksi terror yang dilakukan oleh kelompok radikal. Sedangkan pada kelompok kontra pemerintah (21%) lebih banyak mengangkat narasi teroris tidak punya agama dan islam tidak identic dengan aksi terorisme manapun.

Linimasa Eksposur

Bagan 14. Linimasa dan Akun

Berdasarkan pantauan pada tanggal 28 Maret 2021 percakapan di media sosial mulai naik pada pukul 09.00. dimana cuitan pertama dari @SupirPete2 mengenai terdengarnya bunyi ledakan yang cukup kencang di sekitar Gereja Katedral Makassar. Cuitan ini kemudian mendapatkan banyak respon dari masyarakat. Isu kemudian terus naik sampai dengan pukul 11.00 ketika sudah banyak akun-akun media yang memberitakan kebenaran dari suara ledakan yang berasal dari bom bunuh diri di gereja katedral Makassar.

Pada pukul 11.23, keuskupan agung Makassar kemudian mengadakan siaran pers terkait dengan bom bunuh diri yang diledakkan di salah satu pintu gerbang gereja katedral Makassar. Pada pukul 11.30, melalui akun Kemenag dan akun pribadinya, Menteri Agama, Gus Yaqut mencuitkan bahwa ia mengutuk keras aksi terror bom di katedral Makassar ini. Pada pukul 13.01 Mahfud MD mencuitkan bahwa pemerintah mengutuk keras terror ini dan pukul 16.35 Jokowi turut mengutuk keras kejadian terror ini melalui akun pribadinya. Trend isu ini kemudian melandai sampai pukul 23.00.

Pembicaraan mengenai isu ini mencapai 50.672 unggahan dengan 652 pelibatan unggahan. Akun media @asumsico menjadi akun terbanyak yang dicuitkan ulang karena cuitan kejadian yang disertakan dengan video CCTV kejadian ledakan bom ini. Sedangkan akun @SupirPete2 menjadi akun kedua terbanyak yang dicuit ulang karena akun ini merupakan salah satu akun yang pertama kali mencuitkan kejadian. Akun terbanyak yang dicuitkan ulang cukup beragam dan lebih banyak didominasi oleh akun media daring.

Jagat Tagar

Bagan 15. Jagat Tagar

Pada jagat tagar, tagar Gereja Katedral Makassar masih menjadi tagar utama yang dinaikkan oleh masyarakat dalam mengangkat isu ini. Jagat tagar didominasi oleh tagar terkait dengan utas kronologi terjadinya bom bunuh diri di gereja Makassar.

Tagar terkait isu yang memasuki topik terpopuler Indonesia sampai pada tanggal 28 Maret 2021 pukul 18.00 adalah tagar (#5) Gereja Katedral Makassar dan (#9) #bombunuhdiri.

Masyarakat banyak yang menjadikan utas yang dibuat oleh pemberitaan media online terkait kasus bom gereja Katedral Makassar ini sebagai landing page percakapan. Selain itu, Kata kunci Gereja Katedral Makassar sempat menempati urutan pertama topik terpopuler Indonesia dan bertahan  cukup lama pada 5 besar.

Jagat Kata

Bagan 16. Jagat Kata

Pembicaraan masyarakat mengenai ledakan bom di gereja katedral Makassar pada saat minggu palma didominasi oleh pembicaraan masyarakat yang membahas utas kronologi kejadian, rekaman CCTV, dan pengakuan warga sekitar gereja.

Masyarakat mengutuk dan menyampaikan bela sungkawa mereka kepada korban ledakan bom bunuh diri ini. Banyak kalangan yang kemudian meminta pemerintah dan aparat untuk mengusut tuntas kasus ini serta mencari tahu apa motif dari bom bunuh diri  ini.

Analisis Kualitatif

Linimasa Isu

Bagan 17. Komparasi Linimasa Isu Maret

Pada bagan 17 di atas menunjukkan perbandingan lini masa tiga isu yang terjadi selama bulan Maret 2021. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa isu Demokrat Pasca KLB merupakan isu yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat di media sosial dibandingkan dengan dua isu lainnya. Terpaan isu demokrat pasca KLB ini mencapai 158.680 unggahan. Terlihat pada lini masa bahwa isu ini mengalami spike yang sangat tinggi pada awal bulan Maret walaupun setelahnya isu melandai hingga akhir bulan.

Isu kedua yang paling banyak dipercakapkan oleh masyarakat di bulan Maret adalah isu impor beras dan garam. Isu ini mencapai 58.904 total unggahan yang kemudian disusul dengan isu presiden tiga periode yang mencapai 49.188 total unggahan. kedua isu ini mengalami spike percakapan tertingginya pada pertengahan bulan.

Ketika trendline ketiga isu ini diamati, dapat dilihat bahwa ketiga isu ini memiliki kecenderungan yang sama, yaitu percakapan mengenai isu hanya mengalami spike yang sangat tinggi pada satu waktu saja dan kemudian melandai sampai akhir bulan. Hal ini dikarenakan adanya kesamaan pemain, utamanya akun-akun terafiliasi Demokrat dalam memainkan isu ini di media sosial.

Persentase Isu Maret

Bagan 18. Persentase Isu Maret

Pada bagan persentase isu diatas, isu Demokrat Pasca KLB menjadi isu yang paling mendominasi percakapan selama bulan Maret 2021. Isu ini mengambil setidaknya 59% dari total percakapan dengan total 177.800 unggahan. Selanjutnya isu impor beras dan garam menjadi isu kedua yang banyak dipercakapkan oleh masyarakat sebesar 22% dan isu presiden tiga periode dengan mengambil persentase sebesar 19%.

Persentase eksposur pada bagan 18 merupakan persentase unggahan asli yang tidak termasuk reply-an dan engagement lainnya.

 

 

Download Publikasi