TILIK DATA Politik Keamanan

Penulis Dizar Sabana, Reine Prihandoko, Iis Gindarsah - Senin, 05 April 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Isu-isu utama pemberitaan media daring terkait politik keamanan pada bulan Maret 2021 meliputi isu Friksi Oposisi Pemerintah, Keterlibatan Oknum Kasus Korupsi, dan Penanggulangan Teror. Friksi Oposisi Pemerintah memuat dinamika konflik internal partai Demokrat, terutama seputar Kongres Luar Biasa (KLB). Keterlibatan oknum kasus korupsi mencakup residu penyelesaian kasus korupsi 2020. Penanggulangan Teror merupakan pemberitaan seputar bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penangkapan jaringan teror yang mengikutinya. Pemberitaan seputar partai Demokrat menyumbang lonjakan jumlah pemberitaan yang sangat tinggi, disusul dengan pemberitaan terkait terorisme.

Eksposur Pemberitaan Pantauan Polhukam

 

Tilik Data Politik Keamanan

Pendahuluan

Tilik data politik keamanan selama periode 1-30 Maret 2021 menganalisis pemberitaan media daring yang terpantau sebagai klaster Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam). Maha data menunjukkan bahwa volume pemberitaan (eksposur) klaster Polhukam sedikit lebih banyak dibandingkan klaster Ekonomi (Bagan 1). Kenaikan eksposur klaster Polhukam disebabkan pemberitaan partai Demokrat yang intens. Kondisi demikian tergolong anomali, mengingat klaster Ekonomi normalnya mendominasi. Laporan ini menyajikan analisis isu-isu utama yang meliputi friksi oposisi pemerintah, keterlibatan oknum pejabat pada kasus korupsi, serta penanggulangan teror.

Bagan1. Agregat Maha Data (1–30 Maret 2021)

Analisis Isu Utama

Berdasarkan kategorisasi yang diterapkan pada sistem analisis maha data, pemberitaan seputar polhukam terbagi dalam sebelas topik dengan 26 subtopik dan total 51 isu. Selama periode 1–30 Maret 2021, terpantau tiga topik polhukam dengan eksposur tertinggi yaitu Koalisi Politik, Korupsi, dan Pertahanan (Bagan 2). Peristiwa-peristiwa penting dari setiap topik pemberitaan polhukam dapat dilihat pada kolom keterangan di Tabel 1.

Tabel 1. Rangkuman Pantauan Topik Polhukam (1–30 Maret 2021)

Bagan 2. Eksposur Topik Pantauan Polhukam (1–30 Maret 2021)

Untuk pergerakan eksposur seluruh pemberitaan Polhukam per harinya terangkum dalam Bagan 3. Dapat dilihat terjadi lonjakan eksposur yang sangat signifikan saat KLB partai Demokrat. Eksposur pemberitaan juga relatif tinggi akibat perdebatan pendaftaran pengesahan hasil KLB Demokrat ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Tren kenaikan eksposur Polhukam meningkat kembali setelah insiden bom bunuh diri di Makassar. Selain isu-isu utama, lonjakan eksposur juga disumbang oleh pemberitaan pertemuan Amien Rais dengan Presiden Jokowi terkait kelanjutan temuan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar Front Pembela Islam (FPI), rangkaian penyidikan kasus korupsi PT Asabri, serta baku tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan penyanderaan pesawat di Papua.

Bagan 3. Pergerakan Isu Polhukam (1–30 Maret 2021)

Friksi Oposisi Pemerintah (partai Demokrat) menjadi isu dominan Polhukam selama periode 1–30 Maret 2021. Kulminasi pemberitaan terjadi ketika penyelenggaraan Konferensi Luar Biasa (KLB) Demokrat yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum (Ketum) Demokrat. Pasca KLB pemberitaan umumnya membahas pendaftaran hasil KLB ke Kemenkumham. Diskusi terkait netralitas dan objektivitas pemerintah bermunculan mengingat posisi strategis Moeldoko di Istana. Serangan terhadap Moeldoko mayoritas menyasar posisinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Beberapa tokoh yang terekam menyerang Moeldoko adalah Gatot Nurmantyo, Amien Rais, Din Syamsudin, dan Mardani Ali Sera. Merespons dinamika ini, Kemenkumham menetapkan penolakan pengesahan hasil KLB. Sentimen pemberitaan terhadap keputusan itu cenderung positif karena dinilai merepresentasikan objektivitas dan netralitas pemerintah. Namun, kegaduhan lain muncul akibat pernyataan saling serang dua kubu Demokrat. Kubu AHY menuduh adanya aliran dana kepada partisipan KLB; sebaliknya kubu KLB menyerang dengan mengangkat kasus Hambalang, mengklaim adanya ancaman pemecatan terhadap kader di daerah, dan menyatakan adanya ideologi radikal di Demokrat.

Keterlibatan Oknum pada kasus korupsi masih menjadi tema pembicaraan yang menyita perhatian media daring. Pertama, penyelesaian kasus Djoko Tjandra cenderung tidak menciptakan kegaduhan. Respons publik terhadap vonis dan penolakan menjadi justice collaborator terpantau positif karena Kejagung dianggap sudah bertindak tegas terhadap Djoko Tjandra. Meskipun vonis terhadap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo dinilai terlalu ringan, kritik cenderung tidak menciptakan kegaduhan seperti pada vonis Jaksa Pinangki. Kedua, fokus penyelidikan korupsi Bansos Covid-19 dan Ekspor Benur adalah penelusuran aliran dana. Pada korupsi Bansos, diungkap detail aliran dana korupsi yang didistribusikan ke beberapa pejabat Kemensos dan digunakan untuk operasional beberapa kegiatan. Ada pula indikasi aliran dana kepada pejabat dan politisi di luar Kemensos termasuk Badan Pemeriksa Keuangan. KPK juga telah memeriksa Yandri Susanto (Ketua Komisi VIII) untuk mengkaji peran DPR dalam penyediaan bansos. Penyelidikan juga menemukan adanya rekanan penyedia bansos yang terafiliasi dengan politisi, seperti Herman Herry (PDIP), Ihsan Yunus (PDIP), dan Marwan Dasopang (PKB). Pada kasus korupsi ekspor benur belum terekam adanya kegaduhan terkait indikasi aliran dana kepada petinggi partai. Namun, muncul wacana-wacana yang mengaitkan kasus ini dengan istana. Ali Mochtar Ngabalin (Tenaga Ahli KSP) diberitakan karena keikutsertaannya dalam kunjungan Edhy Prabowo ke Hawaii, Amerika Serikat. Ketiga, pemberitaan korupsi Ditjen Pajak Kemenkeu meningkat seiring pencopotan Angin Prayitno Aji (Direktur Ekstensifikasi DJP Kemenkeu) dan penggeledahan PT Jhonlin Barata, Bank Panin, dan PT Gunung Madu Plantations. Besarnya dugaan nilai suap serta relasi pemilik korporasi dengan pejabat pemerintah menjadi isu yang berpotensi menciptakan kegaduhan di periode mendatang.

Isu Penanggulangan Teror menyita perhatian media daring pada akhir bulan akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada tanggal 28 Maret 2021. Aparat kepolisian dengan sigap menindak aksi teror tersebut dan mempublikasikan fakta-fakta di lapangan. Peristiwa ini pun mendatangkan kecaman dari berbagai tokoh seperti Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Anwar Abbas (Ketua Majelis Ulama Indonesia), Jusuf Kalla (Ketua Dewan Masjid Indonesia), Gomar Gultom (Ketua Persatuan Gereja Indonesia), Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian), Gufron Mabruri (Direktur Imparsial), serta para elite partai politik seperti Hasto Kristiyanto (PDIP), Ahmad Muzani (Gerindra), AHY (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Jazuli Juwaini (PKS), dan Afriansyah Noor (PBB). Pasca pemboman tersebut, polisi mengusut jaringan pelaku dan menangkap 13 terduga teroris, yakni 4 di Makassar, 5 di NTB, serta 4 di Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Selain menemukan 4 kilogram bahan peledak aktif di Condet dan Bekasi, anggota Polri menyita seragam bertuliskan FPI, buku dengan tajuk Amar Ma'ruf Nahi Munkar, poster dengan gambar Habib Rizieq Shihab yang bertuliskan Tabligh Akbar Aksi Bela Islam dan kalender, serta kaus yang berkaitan dengan reuni alumni 212. Penemuan barang bukti ini disinyalir semakin menguatkan persepsi bahwa ada kaitan antara FPI dengan aktivitas terorisme. Menyusul aksi teror di Markas Besar Kepolisian pada tanggal 31 Maret 2021, aparat kepolisian dan para pengamat teror mencoba mencari kaitan kedua insiden tersebut, terlebih lagi karena ditemukannya surat wasiat yang serupa dari para pelaku.

Analisis Aktor Utama

Selain pemantauan isu, sistem analisis maha data turut memantau aktor-aktor yang muncul di pemberitaan media daring. Secara umum, tidak ada anomali pada aktor-aktor yang terpantau dalam klaster polhukam. Aktor-aktor secara merata terekam sesuai topik pemberitaan dan eksposur masing-masing isunya (Bagan 4). Mayoritas aktor yang memiliki eksposur tertinggi terafiliasi dengan partai Demokrat sehubungan dengan pelaksanaan KLB. Tokoh-tokoh tersebut terbagi menjadi kubu AHY (Herzaky Mahendra Putra, Andi Arief, Andi Mallarangeng, serta Kamhar Lakumani) dan kubu KLB (Jhoni Allen Marbun, Marzuki Alie, Max Sopacua, Darmizal, Muhammad Rahmad, serta Hencky Luntungan). Selain itu, turut terekam Amien Rais yang menyebut adanya restu Presiden Jokowi yang membuat Moeldoko berani mengambil alih partai Demokrat lewat KLB dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly soal pendaftaran KLB di Kemenkumham. Seperti periode-periode pemantauan sebelumnya, pemberitaan klaster Polhukam didominasi aktor yang terafiliasi dengan KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri. Dari topik Korupsi dan Pertahanan, Plt Jubir KPK Ali Fikri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata terekam sebagai penyedia informasi utama perkembangan penyelidikan kasus korupsi benur, bansos, dan PT Asabri, serta tersangka korupsi Edhy Prabowo turut terekam. Aparat kepolisian terekam di topik Radikalisme sehubungan dengan aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, pengusutan jaringan teror, dan penangkapan terduga teroris di berbagai daerah.

Bagan 4. Analisis Aktor Polhukam terhadap Topik dalam Klaster Polhukam (1–30 Maret 2021)

Berdasarkan analisis maha data, dapat ditarik temuan mengenai korelasi antaraktor (Bagan 5 dan 6) yang terpantau dalam pemberitaan klaster Polhukam selama tanggal 1–30 Maret 2021. Tidak ada aktor anomali yang muncul pada ketiga isu utama. Eksposur pemberitaan ditunjukkan oleh ukuran lingkaran aktor, sementara sentralitas aktor terhadap isu oleh ukuran garis jejaring. Kedua peta ontologi juga menunjukkan bahwa aktor-aktor pada ketiga isu utama memiliki eksposur yang berimbang dan posisi terhadap isu yang juga sepadan. Hanya Menko Polhukam Mahfud Md dan Presiden Jokowi yang terpantau pada beberapa isu. Hal ini lumrah, mengingat tidak ada peristiwa yang saling mengaitkan ketiga isu tersebut, mengingat tidak ada peristiwa yang saling mengaitkan, maupun persamaan kebijakan, karakter, dan sektor aparat pemerintah yang menangani ketiga isu tersebut.

Bagan 5. Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Membicarakan Isu Utama dalam Klaster Polhukam (1–30 Maret 2021)

Bagan 6. Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Dibicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Polhukam (1–30 Maret 2021)

 

 

 

Download Publikasi