TILIK DATA Percakapan Media Sosial Bom Gereja Katedral Makassar

Penulis Tim Analis LAB 45 - Senin, 29 Maret 2021
img

Mulai dari pukul 09.00 sampai 24.00 hari Minggu, percakapan seputar peristiwa teror bom Gereja Katedral Makassar di media sosial cenderung didominasi narasi soal pengutukan atas aksi tersebut dan proses terjadinya.

Kelompok oposisi terpantau berusaha menggiring opini bahwa aksi teror tidak berkaitan dengan ajaran Islam yang kemudian memantik perdebatan di antara netizen Indonesia.

Seluruh klaster netizen kompak mengutuk teror bom yang terjadi di Makassar.

Eskalasi isu di media sosial mengalami penurunan drastis sejak pukul 13.00 WIB. Eskalasi isu ini hanya terjadi dari pukul 10.00-12.00 WIB.

Jagat cuit tidak banyak mengalami perubahan struktur dan aktor sejak aksi teror itu terjadi. Terpaan isu relatif rendah atau hanya 50.672 percakapan selama 12 jam.

Dari pantauan terhadap ‘topik popular’, tidak ditemukan adanya tagar yang secara alami digerek oleh netizen sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan atas aksi teror. Hanya terdapat kata kunci netral, yaitu Gereja Katedral Makassar akibat lonjakan percakapan.

Terlihat adanya kesadaran netizen untuk tidak menviralkan atau menyebarluaskan secara masif konten video dan foto yang tidak layak.





Download Publikasi