TILIK DATA Politik Keamanan

Penulis Dizar Sabana, Reine Prihandoko, Iis Gindarsah - Jum'at, 12 Maret 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Isu KKB, Keterlibatan Oknum Kasus Korupsi, dan Korupsi di sektor Pertahanan merupakan isu-isu utama pemberitaan media daring terkait politik keamanan pada bulan Februari 2021. KKB meliputi berbagai insiden baku tembak oleh KKB yang memakan korban warga sipil maupun aparat. Isu ini cukup menjadi anomali karena insidennya terjadi secara berturut-turut di saat yang berdekatan. Keterlibatan oknum kasus korupsi mencakup residu penyelesaian kasus korupsi 2020. Korupsi di sektor pertahanan meliputi kelanjutan pendalaman dugaan kasus korupsi PT Asabri. Selain isu-isu utama tersebut, beberapa lonjakan volume pemberitaan terjadi saat pemeriksaan Abu Janda atas persoalan ‘Islam arogan’, pemindahan 26 tersangka teroris JAD ke Cikeas, serta kunjungan Perdana Menteri Malaysia. Secara umum, tidak ada anomali dari aktor-aktor yang terpantau oleh maha data pada pemberitaan Polhukam selama bulan Februari 2021.

Eksposur Pemberitaan Pantauan Polhukam

 

Tilik Data Politik Keamanan

Pendahuluan

Tilik data politik keamanan pada bulan Februari 2021 menganalisis pemberitaan media daring yang terpantau sebagai klaster Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam). Analisis maha data menunjukkan bahwa volume pemberitaan (eksposur) klaster Polhukam lebih sedikit dibandingkan klaster Ekonomi, namun masih jauh lebih banyak daripada klaster Perempuan dan Milenial (Bagan 1). Laporan ini menyajikan analisis isu-isu utama yang meliputi aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB), keterlibatan oknum pejabat pada kasus korupsi, serta isu korupsi di sektor pertahanan.

Bagan 1. Agregat Maha Data (Februari 2021)

 

 

Analisis Isu Utama

Berdasarkan kategorisasi yang diterapkan pada sistem analisis maha data, pemberitaan seputar polhukam terbagi dalam sebelas topik dengan 27 subtopik dan total 53 isu. Selama bulan Februari 2021, terpantau tiga topik polhukam dengan eksposur tertinggi yaitu Papua, Korupsi, serta Pertahanan (Bagan 2). Peristiwa-peristiwa penting dari setiap topik pemberitaan polhukam dapat dilihat pada kolom keterangan di Tabel 1.

Tabel 1. Rangkuman Pantauan Topik Polhukam (Februari 2021)

Bagan 2. Eksposur Topik Pantauan Polhukam (Februari 2021)

Untuk pergerakan eksposur seluruh pemberitaan polhukam per harinya terangkum dalam Bagan 3. Dapat dilihat terjadi lonjakan eksposur yang signifikan di awal bulan. Selain terkait isu-isu utama, lonjakan eksposur disumbang oleh pemberitaan terkait mengenai pemeriksaan Abu Janda dalam dugaan kasus ujaran SARA terkait cuitan ‘Islam Arogan’, pemindahan 26 tersangka teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ke rutan Cikeas, dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam kegiatan baiat ISIS terduga teroris JAD, Rizieq Shihab yang kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait statusnya sebagai tersangka, serta Din Syamsuddin yang dilaporkan ke Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI. Rangkaian pemberitaan tersebut menunjukkan pergeseran tren sorotan media daring sejak akhir tahun 2020 yang kuat dengan narasi sentimen anti-Islam dan membenturkan “kelompok kanan”, terutama kelompok oposisi religius konservatif, dengan pemerintah.

Bagan 3. Pergerakan Isu Polhukam (Februari 2021)

Isu KKB masih bersifat anomali karena tingginya jumlah aksi teror yang terjadi sejak bulan Januari 2021. Apabila melihat kecenderungannya pada pemerintahan Presiden Jokowi, pada periode kepemimpinan kedua ini terdapat kecenderungan peningkatan intensitas konflik di Papua (Bagan 4). Pada bulan Februari 2021 saja, tercatat sembilan kali aksi teror yang dilayangkan KKB dengan memakan korban jiwa tiga warga sipil dan satu aparat TNI, serta melukai satu aparat TNI, satu aparat Polri, dan satu warga. Aksi teror KKB yang kian intens dan fakta bahwa KKB sudah menempatkan anggotanya di kawasan kota, seperti Sugapa, telah meresahkan warga. Trauma yang timbul membuat sekitar 1.000 warga harus mengungsi agar tidak menjadi korban konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan KKB.

Di sisi lain, upaya-upaya penumpasan KKB juga semakin intensif, antara lain melalui patroli masuk hutan dan penangkapan pemasok senjata api. Lima orang dalam jaringan Makassar ditangkap oleh tim gabungan TNI-Polri, sementara personel Kepolisian Daerah Maluku menangkap dua anggota Polri yang diduga sebagai pemasok. Hal ini mendapatkan sentimen yang bercampur. Respons cepat aparat dianggap cukup positif di media, namun diiringi harapan bahwa jajaran TNI-Polri mampu menindak tegas dan memastikan agar aparatnya tidak terlibat dengan KKB.

Bagan 4. Intensitas Konflik di Tanah Papua

Residu penyelesaian kasus korupsi 2020 terekam menjadi peristiwa dengan eksposur tertinggi pada isu Keterlibatan Oknum (koruptor). Tindak lanjut kasus Djoko Tjandra yang menjerat Jaksa Pinangki menerima sorotan tinggi di awal Februari 2021. Sentimen pemberitaan kasus ini positif karena beratnya vonis hakim terhadap Jaksa Pinangki (10 tahun) yang lebih berat dibaning tuntutan jaksa (4 tahun). Vonis hakim secara langsung menjawab kritik terhadap tuntutan jaksa yang dinilai terlalu ringan. Peristiwa lain yang terekam menerima sorotan tinggi pada pemberitaan keterlibatan oknum adalah wacana hukuman mati terhadap Juliari Batubara dan Edhy Prabowo. Respons terhadap isu ini beragam, banyak yang setuju dengan wacana tersebut tetapi tidak sedikit juga yang menolak usulan tersebut, utamanya karena alasan HAM.

Pendalaman kasus korupsi PT Asabri menjadi peristiwa dengan eksposur tertinggi pada isu korupsi pertahanan. Sentimen pemberitaan terhadap isu ini positif karena terfokus pada aksi-aksi penegak hukum, seperti penetapan tersangka serta penyitaan aset-aset yang disinyalir diperoleh dari dana korupsi PT Asabri. Sentimen positif terhadap Pemerintah juga diperkuat oleh ujaran-ujaran Mahfud MD (Menko Polhukam) yang menyatakan sempat diancam dipolisikan setelah membeberkan dugaan korupsi PT Asabri. Mahfud MD juga meyakinkan masyarakat bahwa dana yang disimpan prajurit TNI-Polri di PT Asabri aman serta secara terbuka mengajak masyarakat untuk mengawal penyelesaian kasus ini.

Analisis Aktor Utama

Selain pemantauan isu, sistem analisis maha data turut memantau aktor-aktor yang muncul di pemberitaan media daring. Secara umum, tidak ada anomali pada aktor-aktor yang terpantau dalam klaster polhukam. Aktor-aktor secara merata terekam sesuai topik pemberitaan dan eksposur masing-masing isunya (Bagan 5). Kapuspen Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak memiliki eksposur tertinggi, serta terpantau pada topik pertahanan dan korupsi karena jabatannya yang bersinggungan langsung dengan pemeriksaan berbagai kasus korupsi oleh Kejagung. Hal ini serupa dengan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono yang tersebar pada beberapa topik terkait tugas komunikasi publiknya. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, mantan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, dan Kapen Kogabwilhan III Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa juga terpantau sesuai pada jabatan dan tugasnya yang menangani langsung permasalahan seputar Papua. Seperti pada periode-periode pemantauan sebelumnya, eksposur Presiden Jokowi masih cukup tinggi dan tersebar di seluruh topik dalam klaster polhukam. Sementara itu, eksposur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menurun drastis dibandingkan dengan bulan Januari saat pencalonan dan pelantikannya sebagai Kapolri.

Bagan 5. Analisis Aktor Polhukam terhadap Topik dalam Klaster Polhukam (Februari 2021)

Download Publikasi