TILIK DATA Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani - Kamis, 25 Februari 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Memasuki tahun 2021, konstalasi isu media sosial di bulan Januari merupakan kelanjutan isu yang terjadi bulan Desember 2020. Dinamika isu dominan yang menarik perhatian warganet adalah pengangkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Risma dan Polemik Gelandangan, Bencana Alam dan Kerusakan Lingkungan.  Terakhir, terseretnya nama PDI Perjuangan yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang menjerat Juliari Batubara. Melalui metode analisis maha data, kajian ini mengulas fenomena dan pola interaksi yang terjadi di media sosial (twitter) melalui amatan jagat cuit (Social Network Analysis), lini masa isu, jagat tagar dan jagat kata yang tertangkap di ruang digital sepanjang bulan Januari.

Komparasi Isu Bulan Januari 2021

 

 

Analisis Isu: Kapolri– Listyo Sigit Prabowo

Bagan 1. Jagat Cuit

Pada jagat cuit, isu ini banyak dibicarakan oleh akun – akun kelompok pendukung pemerintah (40,01%) dan akun terafiliasi dengan kepolisian (33,81%). Pada kelompok akun kepolisian, hashtag yang dinaikkan kerap kali di-engage oleh kedua kelompok akun lainnya. Pada kelompok kontra pemerintah (23,05%) tidak terlihat bahwa kelompok ini menaikkan tagar dengan tone negatif untuk menyerang Kapolri Listyo Sigit. Pembicaraan isu Kapolri Listyo Sigit di twitter mencapai 22.997 akun dan menaikkan 1.472 tagar selama bulan Januari.

 

 

Bagan 2. Trendline dan Eksposur Isu

Pada bulan Januari, pembicaraan mengenai Kapolri mengalami peningkatan, khususnya pada tanggal 13 Januari dimana Presiden menyerahkan nama Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yang baru kepada DPR. Pembicaraan mengenai Listyo Sigit sebagai calon Kapolri ini kemudian mengalami spike pada tanggal 15 Januari karena adanya peningkatan pembicaraan dengan narasi mendukung dan ucapan selamat kepada Komjen Listyo Sigit. Spike kedua pembicaraan kemudian terjadi pada tanggal 20 Januari, dimana Listyo Sigit menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri. Dan spike terakhir terjadi pada tanggal 27 Januari disaat Komjen Listyo dilantik sebagai Kapolri. Pembicaraan ini mencapai 83.204 cuitan dan 18.244 replies. Kendati pembicaraan yang meningkat di sosial media, pembicaraan mengenai isu ini lebih banyak dimainkan oleh akun-akun terafiliasi dengan kepolisian seperti 1trenggalek, DivHumas_Polri,  BidhumasKalbar dan polisi_jatim serta beberapa akun pendukung pemerintah.

 

 

Bagan 3. Jagat Tagar

Jagat tagar yang terbentuk pada bulan Januari mengenai isu Kapolri didominasi oleh tagar-tagar yang mendukung Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang baru. Tagar ini banyak dibicarakan dan diangkat oleh akun-akun berafiliasi kepolisian dan pendukung pemerintah.

 

Bagan 4. Jagat Kata

Percakapan mengenai Listyo Sigit Prabowo didominasi oleh narasi pembicaraan pencalonan Komjen Listyo sebagai calon tunggal Kapolri oleh Jokowi, Fit and Proper Test Kapolri sampai dengan pelantikan Komjen Listyo sebagai Kapolri yang baru. Jagat Kata juga didominasi oleh ucapan selamat terhadap Komjen Listyo dari berbagai pihak dan perbincangan mengenai prestasi yang telah dicapai oleh Komjen Listyo selama di Kepolisian. Tidak terdapat narasi serangan negatif yang frontal terhadap personal Listyo dan pengangkatannya sebagai Kapolri yang baru.

 

Analisis Isu: Risma dan Polemik Gelandangan

Bagan 5. Jagat Cuit

Pada jagat cuit, terdapat tiga kelompok yang membicarakan isu Risma dan Polemik Gelandangan ini. Pembicaraan didominasi oleh kelompok kontra pemerintah dengan 57,77% yang membawa narasi tuduhan Risma melakukan drama terkait dengan gelandangan yang ditemuinya. Kelompok lainnya adalah kelompok pro pemerintah (11,82%) yang membawa narasi membela Risma dan menyerang pendukung Anies Baswedan. Kendati membela Risma dari tuduhan yang dicuitkan oleh kelompok kontra pemerintah, kelompok ini hanya sedikit melakukan interaksi dengan kelompok kontra pemerintah dan cenderung memiliki narasinya sendiri-sendiri. Kedua kelompok, kontra dan pro pemerintah banyak merujuk ke akun media (16,13%) sebagai landing page pembicaraan mereka. Pembicaraan ini mencapai 14.808 akun dan telah mengangkat 366 tagar selama bulan Januari.

 

Bagan 6. Trendline dan Eksposur

Pembicaraan mengenai isu Risma dan Polemik Gelandangan ini meningkat pada awal bulan Januari 2021. Pembicaraan di media sosial mengenai isu ini meningkat setelah Risma melakukan blusukan di Jakarta dan menemui gelandangan di jalan Thamrin dan Pasar Baru. Isu ini mengalami spike ketika Gubernur Anies Baswedan memerintahkan Dinas Sosial Jakarta untuk mencari identitas gelandangan yang ditemui dan diwawancara oleh Risma. Isu ini kemudian kembali menjadi pembicaraan warganet pada tanggal 8 Januari dimana Risma mengeluarkan terkait dengan gelandangan yang akan diangkat kerja di BUMN.

Pada tanggal 11 Januari isu ini kembali naik karena Risma dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah terkait dengan dugaan penyebaran kebohongan melalui aksi blusukan terhadap gelandangan di Jakarta. Isu kemudian cenderung melandai dan kembali naik setelah munculnya pemberitaan mengenai pengangkatan 15 orang gelandangan di BUMN Waskita Karya. Total pemberitaan mengenai isu ini mencapai 33.742 pembicaraan di twitter dan didominasi oleh akun - akun kontra pemerintah seperti geloraco, RamliRizal dan PutraWadapi.

 

Bagan 7. Jagat Tagar

Jagat tagar pada isu Risma dan Polemik Gelandangan ini didominasi oleh tagar yang menyerang Menteri Sosial Risma terkait dengan wawancaranya dengan gelandangan yang ditemuinya di Jakarta seperti #RismaRatuDrama dan #RepublikPencitraan. Pada tagar Republik Pencitraan, Sebagian dari warganet juga mengaitkan bagaimana anggota kader PDIP sering melakukan pencitraan di media. Kedua tagar ini sempat menjadi tagar nomor 2 trending topik Indonesia, tagar ini bertahan cukup lama di trending topik Indonesia. Selain tagar ini, terlihat pula #AniesJuaraLagi yang dinaikkan untuk membandingkan Anies dengan Risma. Kelompok pendukung Risma kemudian menaikkan #AniesGubernurGagal dan #AniesBobroknyaKetahuan untuk melakukan kontra narasi atas serangan yang diberikan terhadap Risma.

 

Bagan 8. Jagat Kata

Narasi yang berkembang di twitter terkait dengan isu ini didominasi dengan pembongkaran identitas gelandangan yang ditemui dan diwawancara oleh Risma di jalan Thamrin dan Pasar Baru Jakarta.  Narasi yang lebih mendominasi pada jagat kata adalah narasi serangan terhadap Risma yang dianggap telah melakukan drama dan pembohongan publik. Selain itu, terdapat pula pembicaraan mengenai pernyataan anggota KPK yang meminta Risma untuk lebih fokus dalam menyelesaikan data bansos.

 

Analisis Isu: Bencana Alam dan Kerusakan Lingkungan

Bagan 9. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, terdapat dua kelompok yang membicarakan isu ini. Pembicaraan ini didominasi oleh kelompok – kelompok kontra pemerintah dan aktivis lingkungan (54,16%) yang membawa narasi mengenai eksploitasi sumber daya alam besar-besaran oleh pemerintah sehingga mengakibatkan bencana alam dan menyalahkan pemerintah karena dianggap telah mengambil keputusan yang salah dalam persoalan lingkungan ini. Kelompok dominasi pro pemerintah (13,01%) cenderung lebih mengangkat narasi pembangunan infrastruktur dan penyelenggaran rapat. Dilihat dari jagat cuitnya, dua kelompok jarang menunjuknya engagement antara satu dengan lainnya dan cenderung membawa narasi kelompoknya sendiri-sendiri. Terdapat 4.670 akun yang membicarakan isu ini dan menaikkan 110 tagar selama satu bulan ini.

 

Jagat 10. Trendline dan Eksposur

Percakapan di media sosial terkait dengan isu Bencana alam dan Kerusakan Lingkungan ini cukup sering mengalami spike tinggi terutama di pertengahan hingga akhir bulan Januari. Spike pertama muncul pada tanggal 17 Januari ketika geloraco memberitakan pernyataan Adhie Marsadi mengenai banjir dan eksploitasi alam di Kalimantan Selatan.

Pembicaraan kembali mengalami spike pada tanggal 19 Januari ketika terjadi banjir bandang di Cisarua, Bogor. Volume percakapan naik karena isu ini banyak diangkat dan dibicarakan oleh aktivis lingkungan serta karena adanya pembicaraan mengenai bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada korban yang terdampak bencana alam. Isu ini mengalami spike tertingginya pada tanggal 22 Januari, ketika Menko PMK membenarkan adanya eksploitasi alam yang mengakibatkan banjir bandang di Kalimantan Selatan.

Total pembicaraan di twitter terkait dengan isu ini mencapai 5.798 cuitan dengan 284 total replies. Pada kolom akun influencer, akun – akun aktivis lingkungan dan public figure seperti Melanie Subono dan Susi Pudjiastuti juga turut memperbincangkan isu ini.

 

Bagan 11. Jagat Tagar

Pada jagat tagar, tagar yang paling banyak dibicarakan oleh warganet adalah #JokowiResponsifBencanaAlam. Tagar ini sempat menduduki trending topik pertama di Indonesia namun tidak bertahan lama dan menghilang dari 10 peringkat teratas TTI. Selain tagar terkait Jokowi, warganet juga menaikkan tagar menyampaikan sikap prihatinnya terhadap bencana banjir di Kalimantan Selatan

 

Bagan 12. Jagat Kata

Pada isu bencana alam, narasi yang banyak terbentuk di media sosial adalah pengaitan antara bencana alam yang terjadi dengan eksploitasi alam dan percepatan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Warganet juga mengkritik pemerintah yang lebih mementingkan ekonomi dan pembangunan ditengah banyaknya bencana alam dan pandemi yang tidak juga membaik. Selain itu, pernyataan Menko PMK yang membenarkan adanya eksploitasi alam yang menyebabkan banjir bandang di Kalimantan juga mnejadi topik hangat yang dibicarakan oleh warganet.

 

Analisis Isu: Dugaan Keterkaitan Korupsi Bansos PDIP

Bagan 13. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, kelompok kontra PDIP menjadi kelompok yang sangat mendominasi pembicaraan di media sosial twitter. Pembicaraan kelompok kontra PDIP ini mencapai 91,93?n menaikkan setidaknya 20 tagar pada bulan Januari. Kelompok kontra PDIP ini tidak terlihat melakukan interaksi dengan kelompok Pro PDIP (4%) dan cenderung memiliki narasi-narasi kelompoknya sendiri. Pembicaraan isu ini melibatkan 4.332 akun dan menaikkan 43 tagar.

 

Bagan 14. Trendline dan Eksposur Isu

Isu dugaan korupsi bansos PDIP ini muncul dan banyak dibicarakan oleh warganet di penghujung bulan Januari dan mengalami beberapa kali spike pembicaraan. Spike pertama terjadi ketika media berita Tempo menerbitkan sebuah artikel Putar-putar Duit Bansos yang menyebutkan tiga nama kader PDIP yang diduga turut memainkan kasus bansos ini. Spike kedua dan ketiga terjadi pada tanggal 22 Januari dan 25 Januari, peningkatan pembicaraan ini terjadi karena kelompok kontra pemerintah menaikkan hashtag #TangkapMadam dan #BangkitnyaKKN. Spike terakhir terjadi di tanggal 27 Januari karena adanya peningkatan pembicaraan mengenai pemanggilan Ihsan Yunus oleh KPK terkait dengan kasus korupsi Bansos. Total pembicaraan mencapai 6.095 cuitan dengan total replies 182. Isu ini banyak dinaikkan oleh akun – akun kelompok pendukung Demokrat.

 

Bagan 15. Jagat Tagar

Jagat Tagar didominasi oleh tagar – tagar dengan tone negatif yang menyerang partai PDIP. Tagar terbesar adalah #BangkitnyaKKN dan #MadamBansos. Kedua tagar ini sempat menduduki posisi lima besar pada trending topik Indonesia namun kedua tagar ini tidak memiliki endurance yang lama dan hilang dari trending topik Indonesia. Tagar #TangkapHermanHerry muncul setelah adanya pemberitaan mengenai pemanggilan Herman Herry terkait dengan dugaan korupsi Bansos. Tagar ini dinaikkan oleh kelompok kontra pemerintah

 

Bagan 16. Jagat Kata

Pada jagat kata, tiga nama anggota partai PDIP, Herman Hery, Ihsan Yunus dan Jualiari Batubara (mantan Menteri Sosial) paling banyak disebut dalam percakapan. Volume pembicaraan mengenai Herman Hery naik setelah adanya pemanggilan Herman oleh KPK. Selain itu, nama Ketua DPR, Puan Maharani kerap kali disebut dalam pembicaraan setelah namanya disebut dalam pemberitaan media berita tempo. Warganet juga banyak meng-engage cuitan Ustad Tengku Zul mengenai kasus dugaan keterkaitan korupsi bansos PDIP ini.

 

Komparasi Isu Januari

Bagan 17. Komparasi Isu Bulan Januari 2021

Selama bulan Januari, isu perihal pencalonan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo sangat mendominasi percakapan di media sosial, khususnya di Twiter. Isu ini pertama kali mengalami spike pada pertengahan pekan saat nama Listyo Sigit diusulkan Presiden ke komisi III DPR RI. Sementara pada awal pekan, isu terkait Risma dengan polemik gelandangan cukup tereskalasi tinggi dengan total kurang lebih 10 ribu eksposur. Namun memasuki pekan kedua berangsur turun dan tergantikan dengan isu pencalonan Kapolri. Adapun isu bencana alam dan dugaan korupsi bansos yang melibatkan PDIP tidak begitu signifikan jika dibanding dengan dua isu lainnya. Isu bansos hanya tereskalasi pada tanggal 19 Januari setelah adanya pemberitaan dari Majalah Tempo.  

 

Bagan 18. Persentase Isu Bulan Januari 2021

 

Berdasarkan persentase, pembicaraan mengenai isu Kapolri ini mencapai 68 persen Proporsi percakapan isu Kapolri selama bulan Januari 2021 mencapai total 101.451 postingan. Sementara isu Risma dan polemik gelandangan mencapai 24 persen atau 35.058 percakapan. Isu bencana alam dan dugaan korupsi bansos yang melibatkan PDIP hanya memperoleh 4 persen dari keseluruhan persentase percakapan. Kedua isi ini hanya menjangkau kluster tertentu saja di media sosial sehingga relatif rendah persentase percakapannya. Sementara isu Kapolri dan Risma, cenderung menjangkau akun- akun lintas kluster di media sosial sehingga mendapatkan porsi percakapan yang tinggi.

 

Download Publikasi