LAPORAN

Ekonomi Politik

Penulis Reyhan Noor, Indah Lestari, Makmur Keliat - Jum'at, 03 September 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Selama pantauan bulan Agustus, eksposur berita daring dalam pantauan klaster ekonomi politik (ekopol) terdeteksi meningkat, meskipun secara proporsi relatif menurun dari bulan lalu akibat peningkatan konten berita di klaster lainnya. Berbeda dari bulan sebelumnya, pemberitaan terkait ekopol tidak lagi berfokus kepada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4 melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh Pidato Kenegaraan Presiden pada acara Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021.

Terdapat dua isu utama yang dianalisis lebih lanjut pada laporan ini, pertama, isu program dan upaya digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang melonjak karena Pidato Kenegaraan Presiden dan peluncuran sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Kedua, isu kontraksi ekonomi meningkat signifikan karena kekhawatiran penurunan kinerja ekonomi kuartal ketiga akibat kebijakan PPKM, meskipun rilis data kuartal kedua telah berhasil tumbuh positif.

Eksposur Topik Pantauan Klaster Ekonomi Politik

Analisis Ekonomi Politik

Pendahuluan

Dalam pantauan kali ini, total konten berita yang masuk ke dalam empat klaster pantauan meningkat cukup signifikan. Peningkatan yang paling signifikan terdeteksi pada klaster perempuan sehingga menyebabkan proporsi klaster ekopol turun ke 44,8%.

Bagan 1. Agregat Maha Data (Agustus 2021)

Analisis Isu Utama

Berbeda dari pantauan bulan sebelumnya, pemberitaan di klaster ekopol kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh Pidato Kenegaraan Presiden pada acara Sidang Tahunan MPR RI. Pemberitaan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4 di Jawa-Bali menurun signifikan dibandingkan dengan bulan Juli kemarin. Pidato Kenegaraan tersebut mempengaruhi lonjakan eksposur yang signifikan terhadap hampir seluruh topik pantauan. Beberapa peristiwa penting dari setiap topik pantauan selama bulan Agustus telah dirangkum dalam Tabel 1.

Tabel 1 Rangkuman Pantauan Topik Ekonomi Politik (Agustus 2021)

Bagan 2 Eksposur Topik Pantauan Klaster Ekonomi Politik (Agustus 2021)

Sama seperti bulan sebelumnya, tiga topik teratas masih diisi oleh topik infrastruktur, koperasi-UMKM, dan moneter (lihat Bagan 2). Namun, pada bulan ini topik Koperasi-UMKM melonjak signifikan dipengaruhi oleh Pidato Kenegaraan Presiden dan peluncuran sistem OSS berbasis risiko. Kedua peristiwa ini juga mempengaruhi eksposur berita terhadap topik-topik lainnya. Selama periode pantauan kali ini, terdapat empat lonjakan eksposur di dalam klaster ekopol (lihat Bagan 3) yakni, pertama, rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga pada tanggal 5 Agustus. Kemudian, peluncuran sistem OSS berbasis risiko, yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja, pada tanggal 9 Agustus. Lonjakan tertinggi pada tanggal 16 Agustus bertepatan dengan Pidato Kenegaraan Presiden pada acara Sidang Tahunan MPR RI yang membahas capaian kinerja ekonomi tahun ini dan target ekonomi tahun depan. Terakhir, lonjakan eksposur terjadi pada saat Presiden menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021.

Terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian pada pantauan kali ini, antara lain (1) program dan upaya digitalisasi UMKM berkaitan dengan kinetik pemerintah, dan (2) kontraksi ekonomi berkaitan dengan kekhawatiran ekonomi ke depan. Pertama, eksposur program dan upaya digitalisasi UMKM meningkat signifikan karena dua hal yaitu Pidato Kenegaraan Presiden dan peluncuran sistem OSS berbasis risiko. Secara natural, isu ini memiliki daya tarik tersendiri bagi aktor-aktor di luar pejabat pemerintah pusat, baik pejabat pemerintah daerah maupun pelaku swasta, sehingga cenderung memiliki eksposur yang tinggi pada setiap pantauan. Namun, lonjakan eksposur pada bulan ini justru disebabkan oleh kinetik Presiden yang membahas pentingnya perkembangan UMKM. Temuan ini dapat mengindikasikan bahwa kinetik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo masih memiliki daya tarik yang tinggi di media terlepas isu apa yang dibicarakan.

Kedua, isu kontraksi ekonomi meningkat signifikan meskipun rilis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua pada awal Agustus kemarin tumbuh positif. Penyebab utama lonjakan isu ini adalah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang semu mengingat kebijakan PPKM Darurat dan Level 4 kembali membatasi pergerakan aktivitas ekonomi. Kekhawatiran ini juga dikonfirmasi oleh Presiden yang mengatakan bahwa tidak boleh terlena dengan capaian pertumbuhan ekonomi. Beberapa ekonom juga memprediksi adanya ekonomi yang akan kembali kontraksi pada kuartal ketiga. Oleh karena itu, lonjakan isu kontraksi ekonomi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperhatikan rilis pertumbuhan ekonomi pada tanggal 5 November mendatang.

Bagan 3 Pergerakan Isu Ekopol (Agustus 2021)

Analisis Aktor Utama

Posisi aktor-aktor ekonomi politik periode Agustus 2021 utamanya dipengaruhi oleh isu-isu terkait Moneter, Koperasi UMKM dan Infrastruktur. Pada posisi aktor di Bagan 4, empat dari sepuluh aktor dengan eksposur tertinggi membicarakan ketiga topik di atas sesuai dengan tugas dan bidang kerjanya. Presiden Joko Widodo memperoleh eksposur tertinggi sehubungan dengan penyampaian pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-76. Eksposur tinggi Gubernur BI Perry Warjiyo terekam melalui penyampaian tentang tingkat inflasi s.d. Juli 2021 yang terjaga rendah di angka 1,52% (y-o-y). Selain itu, eksposur Perry Warjiyo turut diperoleh sejalan dengan pembahasan terkait keputusan BI mempertahankan BI 7-days Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 3,5%. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan strategi Kementerian PUPR dalam mengentaskan kemiskinan, yakni dengan menyiapkan peningkatan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di tahun 2022 melalui penyediaan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat seperti perumahan, air minum/air bersih, dan sanitasi. Dalam menjawab tantangan dan disrupsi akibat pandemi, Menteri Koperasi dan UKM secara konsisten menekankan, bagi para pemangku kepentingan perlu untuk melakukan upaya integrasi kebijakan pengembangan UMKM, sementara bagi UMKM dituntut terus beradaptasi dan bertransformasi, terutama dalam hal transformasi digital.

Bagan 4 Analisis Aktor Ekopol terhadap Topik dalam Klaster Ekopol (Agustus 2021)

Pemetaan aktor dalam isu dominan yang dibahas dalam bagian isu secara kuantitatif dipetakan dalam Bagan 5 dan 6, yakni terkait isu program dan upaya digitalisasi serta kontraksi ekonomi. Dalam ontologi ditemukan irisan yang relevan. Aktor yang beririsan yakni Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai aktor yang berbicara dan dibicarakan terkait semua isu dominan. Selain aktor pemerintah pusat, beberapa ekonom turut terlihat aktif membicarakan isu kontraksi ekonomi. Mereka terekam ke dalam isu ini karena pembahasan perbaikan performa ekonomi kuartal II 2021 yang diikuti dengan kewaspadaan pada tantangan di kuartal III 2021 sehubungan dengan dampak penyebaran COVID-19 varian delta. Adapun isu program dan upaya digitalisasi didominasi oleh aktor pemerintah pusat, terutama yang memiliki bidang kerja terkait. Pembahasan secara umum berfokus terhadap pentingnya digitalisasi bagi UMKM dalam menjawab tantangan dan disrupsi akibat pandemi. Selai itu, turut dibicarakan perihal strategi dan langkah yang dilaksanakan dalam rangka mencapai target, salah satunya yakni target UMKM terhubung dalam ekosistem digital sebanyak 30 juta pada 2024.

Bagan 5 Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Membicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Ekopol (Agustus 2021)

Bagan 6 Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Dibicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Ekopol (Agustus 2021)

Download Publikasi