LAPORAN

Politik Media Sosial

Penulis Ali Nur Alizen, Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Diyauddin - Jum'at, 03 September 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Terdapat tiga isu signifikan yang banyak dibicarakan oleh masyarakat di media sosial Twitter selama Agustus 2021. Pertama, pembicaraan mengenai Mural Jokowi yang naik pada pertengahan Agustus. Kedua, isu kemenangan Taliban atas Afganistan yang menimbulkan sejumlah pro dan kontra di Indonesia dan Ketiga, deklarasi Sahabat Ganjar yang mendukung majunya Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024.

Dominasi eksposur pada bulan Agustus dikuasai oleh isu Kemenangan Taliban yaitu sebanyak 50% dari jumlah percakapan di media sosial selama bulan Agustus yang kemudian diikuti oleh percakapan mengenai Mural Jokowi sebesar 46% dan pembicaraan mengenai Deklarasi Sahabat Ganjar sebesar 4%.

Komparasi Isu Bulan Agustus 2021

Pendahuluan

Sepanjang bulan Agustus 2021, terdapat beberapa isu yang cukup menyita perhatian publik. Pertama, pada pertengahan bulan Agustus, perhatian masyarakat tersita oleh viralnya foto mural atau gambar dinding dengan nada mengkritik Pemerintah khususnya Presiden Jokowi di media sosial. Mural yang pertama kali muncul adalah mural dengan wajah mirip Presiden Jokowi dan bertuliskan 404:Not Found di Tangerang. Kemunculan mural ini diikuti oleh mural-mural lain yang turut mengkritik dan menyindir Pemerintah khususnya Jokowi di beberapa tempat di Indonesia. Hal ini kemudian menimbulkan banyak pro kontra di media sosial khususnya pada narasi kebebasan berpendapat yang dibatasi oleh Pemerintah.

Masyarakat kemudian kembali dihebohkan dengan berita kemenangan dan pengambilalihan Afghanistan oleh kelompok Taliban. Hal ini kembali memunculkan narasi pro kontra di media sosial. Kelompok pro Taliban memberikan sambutan dan glorifikasi atas kemenangan Taliban sebagai kemenangan Islam. Sementara pada kelompok kontra Taliban lebih banyak mengangkat narasi  persatuan dan video viral yang menampilkan kekerasan yang dilakukan kepada perempuan oleh Taliban.

Deklarasi Sahabat Ganjar menjadi isu yang mendapatkan perhatian masyarakat di akhir bulan Agustus. Hal ini dikarenakan adanya Deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo yang dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia oleh para pendukung Ganjar yang lebih dikenal dengan nama Sahabat Ganjar. Deklarasi ini mendapat tanggapan yang positif di media sosial walaupun beberapa kelompok memberikan tanggapan negatif kepada deklarasi sahabat Ganjar, khususnya pendukung PDIP yang mengusung Puan Maharani.

Berdasarkan dinamika isu diatas, maka pada laporan bulan Agustus ini akan menganalisis isu terkait viralnya Mural Jokowi, Kemenangan Taliban atas Afganistan, dan isu Deklarasi dukungan Sahabat Ganjar. Isu – isu ini akan dianalisis berdasarkan tangkapan mesin monitoring yang diambil pada tanggal 1-29 Agustus 2021.

Analisis “Deklarasi Ganjar”

Bagan 1. Jagat Cuit

Pada jagat cuit, percakapan di media sosial didominasi oleh kelompok pro Ganjar. Terdapat kontra narasi yang berasal dari kubu PDIP Pro Puan, AHY, Anies Baswedan, dan Moeldoko yang dianggap sebagai Capres Kuda Hitam di 2024. Walaupun demikian, kelompok kontra ini cenderung membawa narasinya tersendiri dan tidak banyak melakukan interaksi dengan kelompok Pro Ganjar. Kelompok klaster media menjadi kelompok yang banyak digunakan sebagai landing page percakapan terkait isu ini.

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai Deklarasi Sahabat Ganjar mengalami tiga kali kenaikan volum pembicaraan selama bulan Agustus. Deklarasi dukungan kepada Ganjar sudah dimulai sejak awal bulan Agustus pada tanggal 9 Agustus di Bali. Deklarasi ini kemudian mendapatkan respon negatif dari PDIP yang cenderung mengusung Puan Maharani sebagai Calon Presiden 2024. Kenaikan pembicaraan signifikan lainnya terjadinya pada tanggal 19 Agustus dimana masyarakat banyak membicarakan pernyataan M.Sjohirin yang mengusulkan untuk mengangkat namun baru mengalami spike pembicaraan pada tanggal 23 Agustus di saat terjadinya deklarasi serentak Sahabat Ganjar di berbagai daerah di Indonesia. Pengusung Ganjar ini juga diminta ikut untuk terlibat dalam mendukung pembatalan amandemen UUD 1945.

Pembicaraan mengenai isu ini didominasi oleh akun-akun terafiliasi dengan kelompok netral/aktifis dan kelompok pro pemerintah dengan akun @MSjohirin. Pembicaraan mengenai Deklarasi Sahabat Ganjar ini mencapai 4.614 total unggahan dan 110 total pelibatan selama bulan Agustus.

Bagan 3. Jagat Tagar

Pada bulan Agustus, topik ini didominasi oleh narasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024. Warganet menyebut Ganjar sosok yang paling pas dan bisa menuai elektabilitas tanpa menggunakan baliho. Narasi mereka juga ditandai dengan tagar #SahabatGanjar34, #ganjar2024, #GanjarPranowo, #SahabatGanjarRI, #Tegar.

Deklarasi Sahabat Ganjar di berbagai daerah, seperti di Bali, Papua, dan Jawa menuai respon negatif dengan menyebut Ganjar sebagai #GubernurTikTok. Tagar #SegeraTangkapMkece menumpang narasi dengan mendukung penangkapan M Kece yang bersembunyi di Bali. Tagar #OSPEKNCIT2021, #SpiderManNoWayHome, #StrayKidsComback merupakan tagar viral yang ditumpangi untuk mengkritik kebijakan rumah DP 0%. Tagar-tagar ini kemudian turut ditumpangi oleh pendukung Ganjar untuk menaikkan tagar Ganjar.

Bagan 4. Jagat Kata

Dalam jagat kata selama bulan Agustus terkait dengan topik ini, pembicaraan mengenai “ganjar presiden” menjadi pembicaraan yang paling banyak disebut. Sejak 5 Agustus ketika Lembaga survei merilis elektabilitas nama-nama calon pesiden 2024, dukungan pada Ganjar semakin meningkat yang kemudian memunculkan  deklarasi Sahabat Ganjar di berbagai daerah di Indonesia.

Deklarasi ini direspon negatif oleh kubu PDIP-Puan. Mereka bahkan menyebut Ganjar sebagai pengkhianat PDIP. Selain itu, rilis dari survei ini kemudian juga dimainkan oleh Buzzer Demokrat yang menyebut elektabilitas AHY ungguli nama Capres potensial lainnya.

Analisis “Mural Jokowi”

Bagan 5. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, terlihat bahwa narasi kritis dan negatif sangat mendominasi baik dari kubu oposisi, media, dan kubu netral. Kelompok ini cenderung memiliki narasi yang sama, yaitu narasi negatif terhadap pemerintah khususnya pada sosok Jokowi sehingga pada jagat, jejaring yang terbentuk terlihat saling berdekatan. Sedangkan pada klaster pro pemerintah,  terlihat jejaring yang terbentuk sangat kecil dan cenderung terpisah, membuat interaksi tanpa pola dan tagar yang jelas.

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai Mural Jokowi mengalami tiga kali spike tertingginya selama bulan Agustus sebelum akhirnya melandai hingga akhir bulan. Isu ini naik dan mengalami spike pertamanya pada tanggal 14 Agustus ketika diberitakannya pemburuan pembuat mural viral yang mirip dengan Jokowi. Warganet menganggap pemburuan ini merupakan salah satu bukti kebebasan berekspresi ditekan oleh pemerintah melalui undang-undang seperti UU ITE dan KUHP.

Percakapan terkait isu kemudian melandai dan kembali naik pada tanggal 20 Agustus. Pembicaraan warganet banyak mengangkat narasi mengenai kebebasan berekspresi melalui karya seni yang dikebiri, pernyataan Jokowi agar polisi tidak bertindak reaktif terhadap mural dengan nada kritik dan pemberhentian pengejaran pembuat mural Jokowi.

Pro kontra pembicaraan mengenai mural Jokowi ini kemudian terus melandai dan kembali mengalami spike terakhirnya pada tanggal 26 Agustus karena mencuatnya pembicaraan mengenai lomba mural di Gejayan yang banyak dihapus oleh aparat dan kritik pro kontra mengenai mural kritik ini.

Pembicaraan mengenai isu ini mencapai 53,901 total unggahan dan 2,671 total pelibatan. Isu ini banyak diangkat oleh akun-akun media online dan kelompok terafiliasi Demokrat dan Islam kanan.

Bagan 7. Jagat Tagar

Pada jagat kata yang terbentuk dari Mural Jokowi, didominasi oleh narasi negatif. Tagar #Jokowi404NotFound menjadi tagar yang paling dominan. Tagar ini menjadi tagar utama yang digunakan oleh kontra pemerintah. Kubu kontra pemerintah juga menggunakan tagar lain, seperti #MuralkanIndonesia, #JokowiGagalUrusNegara, #mural, #PesanMural, #muralphobia.

Sementara kubu pro pemerintah berusaha menggunakan tagar #KritikBijakMembangunBangsa untuk memberi perlawanan pada kasus Mural. Tagar #TempoMetro dan #jogja merupakan tagar yang ikut serta meramaikan jagat. #TempoMetro dimainkan oleh Tempo sebagai media yang memberi perhatian lebih pada topik ini dan #jogja oleh akun @budhihermanto yang menampilkan mural di Jogja.

Tagar #musikindonesia merupakan tagar tunggangan dan menampilkan narasi yang sama terkait kontra penghapusan mural.

Bagan 8. Jagat Kata

Kalimat yang paling banyak disebut adalah “not found” dari potongan kalimat utuh Jokowi 404:Not Found yang tertuang dalam Mural mirip Jokowi. Narasi dalam topik ini terbagi ke dalam dua kubu, namun narasi negatif cenderung lebih dominan dalam percakapan warganet.

Narasi yang digunakan kubu kontra pemerintah berkaitan dengan ditekannya kebebasan berekspresi masyarakat lewat seni di negara demokrasi melalui UU ITE dan KUHP. Sementara kubu pro pemerintah mencoba melawan dengan narasi persuasi untuk lebih bijak dalam memberi kritik, juga dengan meng-cover pernyataan Jokowi yang tidak berkenan atas diburunya pembuat mural oleh polisi.

Terlihat dalam jagat kata ini klaster netral banyak ikut terlibat dan ikut serta memberikan narasi kritis dan negatif.

Analisis “Kemenangan Taliban”

Bagan 9. Jagat Cuit

Pada jagat cuit terlihat Pro-Kontra kemenangan Taliban di Afghanistan saling berinteraksi satu sama lain dan memiliki kedekatan narasi. Topik ini juga mengundang klaster natural ikut berkomentar dan bersikap. Pro Taliban didominasi oleh kubu oposisi dan Islam Kanan. Sementara sebaliknya, kubu kontra Taliban didominasi oleh kelompok pro pemerintah. 

Bagan 10. Linimasa dan Akun

Pembicaraan mengenai isu kemenangan Taliban mendapatkan eksposur terbesar pada bulan Agustus 2021. Isu ini mendapatkan beberapa kali spike tertingginya pada bulan Agustus dan cenderung mengalami peningkatan volum pembicaraan pada akhir bulan. Spike pertama terjadi pada tanggal 16 Agustus dimana Taliban mengumumkan perang dan kemenangan menggulingkan Presiden Afganistan dan munculnya narasi penembakan tokoh perempuan Afganistan, Malala Yousafzal yang dilakukan agar perempuan bisa bersekolah.

Spike tertinggi  selanjutnya terjadi pada taanggal 18 Agustus, disaat munculnya pemberitaan kemenangan dan pengambilalihan pemerintah Afganistan oleh Taliban. Hal ini kemudian menjadi pembicaraan yang sangat hangat di media sosial dan memunculkan kelompok yang mengangkat narasi Pro Taliban; didominasi oleh kelompok islam kanan dan kelompok kontra pemerintah dan kelompok Kontra Pemerintah yang didominasi oleh kelompok Pro Pemerintah.

Eksposur isu kemenangan Taliban melibatkan 157,685 total unggahan dan 24.565 total pelibatan selama bulan Agustus dengan akun @maspiyuaja yang menjadi akun terbanyak yang dicuitkan ulang terkait dengan isu ini.

Bagan 11. Jagat Tagar

Pada Jagat yang terbentuk tagar #TempoDunia menjadi paling tinggi secara volume cuit. Tempo merupakan media yang banyak memberitakan isu ini dan mendapat banyak pelibatan dari warganet. Selain Tempo, pemberitaan dari SindoNews merupakan akun media kedua yang paling banyak dijadikan landing page percakapan oleh masyarakat.

#TumpasHabisTerorisRadikalis,. #KitaTidakMauSpertiAfganistan dan #IndonesiaTanpaJI merupakan tagar yang digunakan kontra Taliban untuk meredam narasi glorifikasi kubu pro Taliban.

Sementara kubu pro Taliban menggunakan tagar #buzzer untuk menyerang kubu kontra Taliban. Tagar #Kabul dan #Afghanistan digunakan oleh semua klaster untuk mendiseminasikan narasi dan argumen masing-masing.

Bagan 12. Jagat Kata

Dalam Jagat cuit ini terdapat dua klaster besar yang saling beradu narasi dan argumen. Pendukung Taliban menjadi kalimat yang paling disebut karena merespon soal pendukung Taliban di Indonesia.

Kelompok pro Taliban membangun glorifikasi kemenangan Taliban sebagai kemenangan umat Islam. Kritik mereka terhadap kontra Taliban adalah pada BNPT yang menyebut Taliban tidak demokratis dan enggan mengakui kedudukannya sekarang.

Sementara kubu kontra Taliban yang didominasi pro pemerintah berusaha meredam glorifikasi dengan narasi persatuan dan mengangkat narasi mengenai viralnya video kekerasan dan perbudakan wanita yang dilakukan oleh kelompok Taliban.

Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang bersikap  positif terhadap Taliban disebabkan pernyataannya yang percaya Taliban tidak akan brutal lagi.

Analisis Kualitatif

Bagan 13. Komparasi Linimasa Isu Agustus

Bagan 13 di atas menunjukkan perbandingan lini masa ketiga isu yang terjadi selama bulan Agustus 2021. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa isu kemenangan Taliban menjadi isu yang paling banyak menyita perhatian publik di media sosial dibandingkan dua isu lainnya. Terpaan isu kemenangan Taliban ini mencapai 157.685 total unggahan. Terlihat pada lini masa isu ini mengalami spike paling tinggi pada pertengahan bulan Agustus dan kemudian melandai. Walapun isu ini sudah melandai, isu ini tetap memiliki spike-spike yang lumayan tinggi dengan kenaikan percakapan di akhir bulan.

Isu kedua yang paling banyak dipercakapkan oleh masyarakat di bulan Agustus adalah isu mural Jokowi yang mencapai 53.901 total unggahan yang kemudian terakhir disusul oleh isu Deklarasi Sahabat Ganjar dengan total unggahan 4.614 total unggahan.

Pada linimasa, dapat dilihat bahwa isu Kemenangan Taliban dan Mural Jokowi memiliki kesamaan yaitu naik pada pertengahan bulan Agustus dan cenderung melandai hingga akhir bulan walaupun terdapat beberapa kenaikan percakapan yang cukup tinggi. Sedangkan pada isu Deklarasi Sahabat Ganjar, isu terlihat hanya dibicarakan secara masif pada satu waktu yaitu pada tanggal 23 Agustus dan kemudian melandai hingga akhir bulan tanpa ada kenaikan percakapan yang signifikan.

Bagan 18. Persentase Isu Agustus

Pada bulan Agustus, isu Taliban paling mengundang perhatian publik digital di jagat Twitter dengan persentase 50%. Hal ini terjadi akibat perbedaan respon pro dan kontra dari kemenangan Taliban menguasai Afghanistan. Kubu pro dan kontra juga mencerminkan belahan antara oposisi yang mengglorifikasi isu tersebut dan pemerintah yang cenderung diam dan ingin meredam glorifikasi kemenangan Taliban.

Isu kedua yang banyak dibicarakan adalah terkait Mural mirip Presiden Jokowi. Komentar Faldo Maldini yang melihat mural itu tidak memiliki izin, dihapus oleh polisi, dan diburu pelakunya, mendapat tanggapan negatif dan kritis dari pihak oposisi dan klaster natural. Akibatnya muncul bentuk mural-mural baru yang terpajang dan diunggah di media sosial. Kubu pemerintah berusaha mereda isu ini dengan penyampaian secara bijak dan menegaskan sikap Presiden Jokowi yang meminta polisi untuk tidak responsif terkait mural.

Isu terakhir yang cukup mencuat ialah Deklarasi Sahabat Ganjar di berbagai provinsi di Indonesia dengan persentase 4%. Deklarasi Sahabat Ganjar mengumumkan dukungan Gubernur Jawa Tengah. Sementara respon negatif tetap muncul dari kubu Puan yang menyebut Ganjar sebagai Pengkhianat PDIP dan menyebut Ganjar sebagai Gubernur Tiktok.

Download Publikasi