LAPORAN

Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Raisuddin, Diyauddin - Kamis, 05 Agustus 2021
img

Analisis “Partai Demokrat”

Jagat cuit menunjukkan bahwa klaster “Partai Demokrat” (PD) adalah klaster yang secara konsisten membangun narasi kritis dan negatif terhadap pemerintah. Terjadi perang narasi dan tagar antara klaster pro-pemerintah dan klaster PD, kedua kelompok membangun narasinya masing-masing dan saling menegasikan satu sama lain. Buzzer-buzzer PD termonitor sangat aktif menggaungkan tagar #JokowiEndGame dan tagar #TheKingOfLipService. Di berbagai percakapan terbangun narasi bahwa PD merupakan aktor di balik kerusuhan demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dan aktor penting di balik narasi “Jokowi End Game”. Akun-akun influencer PD adalah kader-kader struktural partai, sementara akun-akun yang kontra ke PD cenderung lebih ke akun-akun relawan pro-Jokowi.

Partai Demokrat

Jejaring Percakapan

Bagan 1. Jagat Cuit

Pada jagat cuit klaster Demokrat sebesar 55.7% secara konsisten menjadikan tagar #JagaPDKawalDemokrasi sebagai tagar utama cuitan, hal ini masih terkait dengan polemik KLB partai Demokrat dan isu presiden tiga periode. Tagar #TheKingOfLipService menjadi tagar serangan yang ditujukan ke Jokowi. Sedangkan klaster Kontra Demokrat sebesar 44.1% menjadi lawan utama akun-akun Demokrat, klaster ini cenderung terafiliasi dengan klaster pro-pemerintah. Secara umum, narasi yang digaungkan adalah menyerang Demokrat dengan beberapa tagar di antaranya #TenggelamkanDemokrat, #BharataYudhaDemokrat, #DemokratBiangRusuh, #MoeldokoMIlikHakHukum. Sementara Akun @SBYudhoyono dan @AnnisaPohan masuk dalam klaster kontra Demokrat karena di-mention secara masif terkait berbagai sindiran terhadap SBY yang dianggap tukang curhat di medsos dan Annisa Pohan yang hedonis dan twit salah mengutip jumlah ayat Alquran.

Linimasa Eksposur

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Buzzer-buzzer partai Demokrat terlihat aktif dalam mengorkestrasi tagar #TheKingOfLipService yang dimulai pada tanggal 3 Juli 2021. kemudian terjadi perang tagar antara buzzer-buzzer partai Demokrat dan kontra Demokrat. Tagar #TenggelamkanDemokrat dan Tagar #BharataYudhaDemokrat digaungkan akun-akun kontra partai Demokrat sedangkan aku-akun pro partai Demokrat menggaungkan tagar #JagaPDKawalDemokrasi yang dikaitkan dengan polemik KLB partai Demokrat dan wacana presiden 3 periode. Influencer dari kubu partai Demokrat diantaranya @msaid_didu, @Panca66, @AndiArief_, @DonAdam68 dan @Reiza_Patters sedangkan dari kubu kontra ada @xvidgmbk, @ChusnulCh_ dan @_AnakKolong.

Jagat Tagar

Bagan 3. Jagat Tagar

Tagar Positif ; akun-akun PD mengorkestrasi tagar #TheKingOfLipService sebagai kelanjutan narasi yang diinisiasi BEM UI untuk menyerang Presiden Jokowi. Tagar #JagaPDKawalDemokrasi merupakan tagar utama yang digaungkan PD sebagai upaya memunculkan kontra narasi terhadap PD versi KLB Moeldoko. Tagar #SelamatMenikmati adalah sindiran sarkasme buzzer PD yang menarasikan bahwa pemerintah berhasil meningkatkan ketimpangan. Tagar #sayaketawa, #asalmangap, dan #twitngasal adalah tagar-tagar yang diorkestrasi Said Didu untuk menyindir berbagai hal di pemerintahan.

Tagar Negatif ; tagar-tagar yang diarahkan untuk menyerang PD di antaranya #TenggelamkanDemokrat dan narasi serangan Cikeas ke istana dengan tagar #BharataYudhaDemokrat. Selain itu, Demokrat dianggap sebagai biang rusuh atas demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Beberapa akun-akun klaster ini juga mendukung Moeldoko yang sedang berpolemik dengan PD. Akun @xvidgmbk memicu naiknya kembali tagar #BharataYudhaDemokrat dikarenakan akun ini me-retweet ulang thread yang dibuat sendiri pada bulan Februari 2021 terkait serangan Cikeas ke Istana.

Jagat Kata

Bagan 4. Jagat Kata

Pada jagat kata, beberapa narasi sindiran yang dilakukan oleh buzzer Demokrat di antaranya; isu terkait Menteri yang ke luar negeri ditengah PPKM, jalan tol yang dibangun atas utang, sindiran terhadap Jokowi karena merubah statuta UI, dan narasi cicilan utang pemerintah sebesar Rp 60T per bulan. Sedangkan narasi negatif yang ditujukan ke PD di antaranya bahwa Demokrat adalah dalang dari Gerakan ‘Jokowi End Game’ dan aktor di balik biang rusuh demonstrasi-demonstrasi di berbagai daerah.

Analisis “Bendera Putih”

Narasi bendera putih dimainkan oleh kelompok lintas spektrum konstituen yang lebih didominasi oleh kelompok kanan dan akun-akun terafiliasi Demokrat dan aktivis. Isu ini cenderung negatif dan provokatif mengingat dikaitkan dengan desakan Jokowi untuk mundur dari jabatan karena dianggap tidak mampu menangani pandemi dengan baik. Koran Tempo menjadi salah satu pemicu viralnya istilah dan gerakan ‘bendera putih’ disebabkan headline yang dimuat pada tanggal 5 Juli 2021. Narasi dominan yang terbangun di antaranya; pedagang, hotel, restoran, dan pengusaha babak belur di tengah PPKM darurat, sehingga melahirkan seruan-seruan untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Bendera Putih

Jejaring Percakapan

Bagan 5. Jagat Cuit

Pada jagat cuit, terlihat isu ini dimainkan oleh akun-akun kontra pemerintah. Beberapa media daring menjadi landing page percakapan netizen terkait isu ini. Terpantau tagar #KibarkanBenderaPutihAja menjadi tagar utama netizen dalam menggaungkan isu ‘bendera putih’. Ada sebanyak 4.316 akun yang terlibat dan membangun narasi tentang ini. Isu ini cenderung negatif ke pemerintah karena dikonotasikan dengan rakyat yang sudah menyerah disebabkan kebijakan PPKM pemerintah yang tidak mampu menangani pandemi dengan baik yang membuat masyarakat menjadi serba susah.

Linimasa Eksposur

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Pada tanggal 5 juli 2021 terpantau Koran Tempo memuat headline dengan judul “Saatnya Jokowi Kibarkan Bendera Putih”. Hal ini memicu masyarakat menggunakan sarana bendera putih tanda menyerah didepan rumah. Tanggal 8 Juli 2021 muncul desakan oleh netizen agar Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan mundur dari jabatan karena dianggap gagal menangani pandemi dengan berbagai kebijakannya. Tanggal 20 Juli 2021 berbagai media memberitakan bahwa pengusaha, hotel, restoran, dan PKL yang mengibarkan bendera putih tanda menyerah ditengah PPKM darurat. Akun-akun utama dalam isu ini adalah @Tempodotco, @oposisicerdas, @geloraco dan @NataliusPigai.

Jagat Tagar

Bagan 7. Jagat Tagar

Secara umum, narasi yang terbangun pada isu ini adalah sentimen negatif ke pemerintah dan Jokowi. Tagar tentang ‘bendera putih’ oleh netizen dikaitkan dengan beberapa tagar negative lainnya yaitu #bapakpresidenMenyerahlah, #PakdeMenclaMencle dan #16BulanJokowiGagalAtasiCovid. Ketiga tagar ini masuk dalam 10 besar trending topik akan tetapi tagar dengan narasi ‘bendera putih’ tidak pernah menggaung di 10 besar trending topik Indonesia.

Jagat Kata

Bagan 8. Jagat Kata

Pada jagat kata narasi dominan di antaranya, pedagang, hotel, restoran, dan pengusaha babak belur di tengah PPKM darurat, seruan-seruan untuk mengibarkan bendera putih tanda menyerah, narasi RS rujukan Covid-19 yang sudah kolaps di berbagai kota besar, dan Bahasa Luhut Binsar Pandjaitan yang dianggap sebagai bahasa preman pasar saat menanggapi isu lockdown.

 

 

Download Publikasi