LAPORAN

Politik Keamanan

Penulis Dizar Sabana, Reine Prihandoko - Kamis, 05 Agustus 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Topik utama pemberitaan media daring terkait Politik Keamanan di bulan Juli 2021 meliputi topik Korupsi dan Papua. Topik korupsi memuat pemberitaan bersentimen negatif karena ketidakpuasan publik terhadap vonis Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Sementara itu, pemberitaan terkait Otonomi Khusus Papua menerima eksposur terbesar selama bulan Juli. Pengesahan Revisi UU Otsus Papua cenderung menciptakan pro-kontra dan kritik banyak muncul dari kelompok pegiat HAM.

Eksposur Pemberitaan Pantauan Polkam

Tilik Data Politik Keamanan

Pendahuluan

Selama bulan Juli 2021, analisis maha data berbasis berita daring menunjukkan volume atau eksposur pemberitaan seputar Politik dan Keamanan (Polkam) setengah dari klaster Ekonomi, namun sejumlah total eksposur dari gabungan klaster Perempuan dan Orang Muda (Bagan 1). Jumlah eksposur tersebut menurun drastis jika dibandingkan periode sebelumnya yang dua kali lipat dari periode ini.

Bagan 1. Agregat Maha Data (Juli 2021)

Perihal korupsi, pemberitaan bersentimen negatif banyak mengarah pada kejaksaan, terutama karena ketidakpuasan publik terhadap vonis dua orang mantan menteri, serta pemotongan vonis Djoko Tjandra. Polemik alih status pegawai KPK masih muncul dalam pemberitaan daring akibat laporan Ombudsman tentang maladministrasi dalam Tes Wawasan Kebangsaan, meskipun intensitas eksposurnya tidak sebesar bulan lalu. Sementara itu, pemberitaan terkait Otonomi Khusus Papua menerima eksposur terbesar selama bulan Juli. Selain pengesahan Revisi Undang-Undang (UU) tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, isu rasisme juga sempat mencuat akibat ujaran spontan Tri Rismaharini dan insiden penginjakan kepala warga Papua oleh prajurit TNI AU.

Analisis Isu Utama

Berdasarkan kategorisasi yang diterapkan pada sistem analisis maha data, pemberitaan seputar Polkam terbagi dalam sebelas topik dengan 29 subtopik dan total 59 isu. Selama bulan Juli 2021, terpantau dua topik Polkam dengan eksposur tertinggi yaitu Korupsi dan Papua (Bagan 2). Peristiwa penting di setiap topik pemberitaan dapat dilihat pada kolom keterangan di Tabel 1.

Tabel 1. Rangkuman Pantauan Topik Polkam (Juli 2021)

Bagan 2. Eksposur Topik Pantauan Polkam (Juli 2021)

Eksposur harian seluruh pemberitaan Polkam terangkum dalam Bagan 3. Intensitas pemberitaan harian cenderung stabil pada hari kerja. Dapat dilihat terjadi sedikit lonjakan eksposur ketika aparat kepolisian menangkap dokter Lois Owien pada tanggal 13 Juli 2021 karena telah mengedarkan hoaks terkait pandemi. Eksposur pemberitaan meningkat ketika hukuman Juliari Batubara atas kasus korupsi bantuan sosial diputuskan dalam sidangnya pada tanggal 28 Juli 2021. Pengumuman tuntutan 11 tahun penjara bagi Juliari Batubara mendapat respons yang cukup negatif karena dirasa terlalu singkat untuk kasus korupsi yang merugikan rakyat di masa pandemi yang sulit. Di hari yang sama, eksposur yang tinggi juga turut disumbang oleh berita pemotongan vonis Djoko Tjandra dan penetapan 10 tersangka baru pada kasus korupsi PT Asabri.

Bagan 3. Pergerakan Isu Polkam (Juli 2021)

Keterlibatan Oknum yang disertai narasi pelemahan KPK menjadi isu dominan Polkam sejak bulan lalu. Pemberitaan ini adalah dampak dari pengumuman 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos tes ASN dan terancam dinonaktifkan di bulan Mei. Meskipun pemberitaannya tidak seintens di bulan Mei atau Juni, polemik alih status pegawai KPK masih muncul di media daring karena Ombudsman melaporkan adanya maladministrasi. Ombudsman memfokuskan isu ini pada rangkaian proses pembentukan kebijakan pengalihan pegawai KPK menjadi ASN, proses pelaksanaan dari peralihan pegawai KPK menjadi ASN, dan pada tahap penetapan hasil asesmen tes wawancara kebangsaan (TWK). Tidak hanya itu, media daring juga diramaikan dengan pemberitaan soal kontroversi putusan hukuman terhadap Juliari Batubara dan Edhy Prabowo yang dianggap terlalu singkat, serta polemik pemotongan vonis Djoko Tjandra.

Otonomi Khusus (Otsus) mendapatkan sorotan dan menerima eksposur terbesar selama bulan Juli. Setengah bulan pertama diramaikan oleh pemberitaan bahwa berbagai aspirasi dari masyarakat Papua telah ditampung terkait revisi UU Otsus. Setelah disahkan pada tanggal 15 Juli 2021, pemberitaan ramai menyebut bahwa pemerintah akan melakukan pembangunan Papua melalui pendekatan kesejahteraan dan dialog. Hal ini juga masih memicu kritikan yang banyak muncul dari kelompok pegiat HAM. Isu Rasisme juga sempat meningkat akibat ujaran Tri Rismaharini yang dianggap rasis karena menyatakan akan memindahkan ASN tidak becus ke Papua, serta insiden penginjakan kepala warga Papua oleh prajurit TNI AU.

Analisis Aktor Utama

Sistem analisis maha data turut memantau aktor-aktor yang muncul di pemberitaan media daring. Sesuai dengan pola normalnya, persebaran eksposur aktor polkam pada periode ini tidak menunjukkan anomali karena cenderung terpusat pada topik-topik tertentu yang sudah rutin menjadi sorotan dan memang sifatnya insidental (Bagan 4). Aktor-aktor polkam dengan eksposur tertinggi terpantau pada topik HAM dan Korupsi. Topik HAM didominasi oleh aktor dari kepolisian (Kabareskrim, Kabagpenum, dan Kadiv Humas) terkait berita pemberantasan hoaks seputar Covid-19 (termasuk kontroversi dr. Lois), serta tentang kelangkaan dan permainan harga edar obat online. Topik Korupsi didominasi oleh aktor yang terkena kritikan soal isu pelemahan KPK, yakni Presiden Joko Widodo, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. Pada topik yang sama juga terekam pemberitaan terkait putusan tuntutan hukuman tersangka korupsi, yakni Edhy Prabowo dan Juliari Batubara. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga secara normal muncul pada lintas topik, serta Amien Rais naik pada topik Koalisi Politik dan topik HAM karena ia selaku anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI menyebutkan bahwa pihak TNI maupun Polri tidak terlibat dan insiden tersebut terbukti bukan merupakan pelanggaran HAM berat.

Bagan 4. Analisis Aktor Polkam terhadap Topik dalam Klaster Polkam (Juli 2021)

Berdasarkan analisis maha data, dapat ditarik temuan mengenai korelasi antar aktor (Bagan 5 dan 6) yang terpantau dalam pemberitaan klaster Polkam selama bulan Juli 2021. Tidak ada aktor anomali yang muncul pada kedua isu utama. Eksposur pemberitaan ditunjukkan oleh ukuran lingkaran aktor, sementara sentralitas aktor terhadap isu oleh ukuran garis jejaring. Tidak korelasi signifikan dalam dua isu utama Polkam. Hanya Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden Joko Widodo yang terpantau muncul pada kedua isu. Puan muncul pada isu Otonomi Khusus terkait pengesahan revisi UU Otsus, serta pada Keterlibatan Oknum karena mendorong pihak Kejaksaan Agung untuk menjadi aktor utama dalam memberantas korupsi. Sementara itu, Presiden Joko Widodo selaku Presiden dibicarakan terkait UU Otsus jilid II sebagai bagian dari kebijakannya dan pelemahan KPK yang terjadi di masanya. Hal ini lumrah, mengingat kedua isu tersebut tidak memiliki peristiwa yang saling berkaitan, maupun persamaan dalam kebijakan, karakter, dan sektor aparat pemerintah yang menanganinya.

Bagan 5. Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Membicarakan Isu Utama dalam Klaster Polkam (Juli 2021)

Bagan 6. Jejaring Ontologi Aktor yang Aktif Dibicarakan terkait Isu Utama dalam Klaster Polkam (Juli 2021)

Download Publikasi