LAPORAN

Politik Media Sosial

Penulis Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Diyauddin - Kamis, 08 Juli 2021
img

Ringkasan Eksekutif

Terdapat empat isu signifikan yang yang banyak dibicarakan masyarakat selama bulan Juni 2021. Pertama, pembicaraan mengenai pengelolaan Dana Haji. Kedua, wacana pengenaan pajak pada sembako dan pendidikan. Ketiga,  kelanjutan dari kasus Polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK yang menonaktifkan 75 penyidik KPK dan Keempat, wacana anggaran alutsista 1,7 kuadriliun yang diajukan oleh Kementerian Pertahanan.

Dominasi eksposur selama bulan Juni dikuasai oleh isu TWK KPK dengan 53%.Isu dana haji menjadi isu kedua dengan eksposur tertinggi (28%) dan diikuti oleh isu pajak Pendidikan dan sembako (17%). Sementara isu 1,7 kuadriliun menjadi isu dengan eksposur paling sedikit di antara keempat isu dengan persentase 2%.

Komparasi Isu Bulan Juni 2021

Pendahuluan

Sepanjang bulan Juni 2021, terdapat beberapa isu yang cukup menyita perhatian publik. Pertama, pada awal bulan Juni 2021, masyarakat ramai membicarakan pemberitaan mengenai kelanjutan dari kasus penonaktifan ke 75 anggota KPK terkait dengan Tes Wawasan Kebangsaan. Masyarakat membicarakan pelantikan anggota KPK sebagai ASN yang dianggap sebagai bukti bahwa seruan masyarakat tidak didengarkan. Selain itu masyarakat juga membicarakan kejanggalan dalam pelaksanaan TWK dan pelantikan pegawai ASN KPK yang dianggap terburu-buru. Isu ini menjadi isu terbesar dan mengalami fluktuasi pembicaraan sampai dengan akhir bulan Juni 2021.

Selanjutnya adalah pembicaraan mengenai dana haji. Masyarakat banyak mengangkat narasi kecurigaan terhadap pengelolaan dana haji yang diduga digunakan untuk pembangunan infrastruktur oleh pemerintah tanpa adanya persetujuan para calon jemaah haji. Influencer terbesar dalam isu ini adalah Rizal Ramli.

Pada pertengahan bulan, pembicaraan masyarakat kemudian beralih pada isu pengenaan pajak sembako dan pajak pada sektor pendidikan. Isu ini mendapatkan banyak kritik dan penolakan baik dari kelompok kontra pemerintah maupun kelompok pendukung pemerintah. Kelompok ini meminta Pemerintah untuk meninjau kembali rencana ini dan membatalkannya karena kebijakan ini dianggap tidak mendukung rakyat khususnya saat pandemi ini.

Isu terakhir, masyarakat banyak mengangkat isu pembicaraan rencana pembelian alutsista sebesar 1,7 kuadriliun oleh Kementerian Pertahanan. Hal ini kemudian menuai polemik di masyarakat karena adanya narasi Pemerintah akan menambah utang untuk membeli alutsista ini. Isu ini juga dikaitkan dengan pernyataan pengamat militer, Connie Bakrie yang mengatakan bahwa ada mafia alutsista pada tubuh Kementerian Pertahanan. Masyarakat kemudian turut membicarakan kehadiran Menhan Prabowo pada podcast Deddy Corbuzier yang membahas isu ini.

Berdasarkan dinamika isu diatas, maka pada laporan bulan Juni ini akan menganalisis isu terkait Dana Haji, Pajak Sembako dan Pendidikan, lanjutan dari kasus TWK KPK, dan rencana anggaran alutsista Rp 1,7 kuadriliun. Isu – isu ini akan dianalisis berdasarkan tangkapan mesin monitoring yang diambil pada tanggal 1-25 Juni 2021,

Dana Haji

Jejaring Percakapan

Bagan 1. Jagat Cuit

Pada jagat cuit yang terbentuk, terlihat bahwa kelompok kontra pemerintah memiliki narasi yang sama dan solid serta jarang melakukan interaksi dengan kelompok pro pemerintah. Interaksi yang terjadi di antara keduanya cenderung terbentuk melalui interaksi kedua kelompok dengan klaster media yang sama-sama digunakan sebagai landing page percakapan.

Pernyataan dari kelompok Lembaga pemerintah mengenai keamanan dana haji cenderung tidak ditanggapi oleh kelompok kontra dan banyak diangkat oleh kelompok pro pemerintah.

Linimasa Eksposur

Bagan 2. Linimasa dan Akun

Percakapan mengenai dana haji mengalami beberapa kali spike pada bulan Juni 2021. Spike pertamanya terjadi pada tanggal 5 Juni ketika Rizal Ramli menyebutkan dalam cuitnya bahwa dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur oleh pemerintah. Pernyataan ini kemudian didukung oleh beberapa akun yang mencuitkan video lama Jokowi-Maruf Amin yang menyatakan salah satu bentuk pengelolaan dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur umum seperti jalan atau pelabuhan.

Spike kedua terjadi pada tanggal 8 Juni 2021. Spike ini banyak membicarakan soal Rizal Ramli yang menerima tantangan debat di DPR terkait dengan dana haji dan diangkatnya narasi mengenai pernyataan Tommy Soeharto mengenai dana haji tidak pernah digunakan di saat Soeharto berkuasa serta pemerintahan SBY pernah menggunakan dana haji untuk membangun infrastruktur. Masyarakat juga membicarakan adanya permintaan dari fraksi PKS untuk membentuk Pansus (panitia khusus) dan melakukan audit terkait dengan pengelolaan dana haji. Masyarakat kemudian juga mengangkat pernyataan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menyatakan bahwa dana haji para calon jemaah aman dan Indonesia tidak memiliki utang akomodasi kepada Arab Saudi seperti halnya rumor yang beredar.

Isu ini kemudian melandai sampai dengan akhir bulan dan tidak memiliki spike yang signifikan. Pembicaraan mengenai dana haji sendiri mencapai 64.148 total unggahan dan melibatkan 5.134 cuit selama bulan Juni. Rizal Ramli menjadi tokoh yang paling banyak dicuitkan ulang terkait dengan isu ini.

Jagat Tagar

Bagan 3. Jagat Tagar

Pada jagat tagar yang terbentuk pada bulan Juni 2021, jagat diisi oleh perang tagar oleh kubu pro pemerintah dan kubu kontra pemerintah.Tagar yang dinaikkan oleh kelompok kontra pemerintah cenderung lebih mendominasi dan kerap kali menempati topik terpopuler Indonesia selama awal bulan Juni 2021.

Kendati tagar AuditDanaHaji menjadi tagar terbesar dalam jagat, tagar ini tidak masuk dalam topik terpopuler Indonesia selama bulan Juni 2021

Pada tagar yang dinaikkan oleh kelompok pro pemerintah cenderung tidak memasuki 10 besar topik terpopuler Indonesia karena hanya dimainkan di klaster pro pemerintah saja dan jarang di engage oleh klaster kontra pemerintah

Jagat Kata

Bagan 4. Jagat Kata

Selama bulan Juni 2021, Rizal Ramli menjadi topik yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat terkait dengan kritikan dan pernyataannya mengenai tidak amannya pengelolaan dana haji oleh pemerintah dan permintaan untuk melakukan audit dana haji yang transparan dan dilakukan oleh Lembaga yang independent serta pernyataan Rizal Ramli yang menerima tantangan debat di DPR mengenai dana haji.

Selain itu, masyarakat juga membicarakan video lama yang diunggah kembali mengenai pernyataan Jokowi dan Ma’ruf Amin mengenai pengelolaan dana haji yang salah satunya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini kemudian ditanggapi oleh sejumlah pemuka agama, Ustad Abdul Somad yang kemudian mengkritik pemerintah terkait hal ini.

Masyarakat turut berpolemik mengenai dibatalkannya haji tahun ini, yang kemudian diklarifikasi oleh pihak pemerintah Arab Saudi yang menyatakan haji tahun 2021  hanya diselenggarakan untuk masyarakat Arab Saudi saja. Pembicaraan lain masyarakat mengenai isu ini kerap kali dikaitkan dengan pelemahan KPK, utang meroket dan lainnya.

Beberapa kelompok menaikkan isu ini dengan menggunakan jasa retweet secara massif.

Pajak Sembako dan Pendidikan

Jejaring Percakapan

Bagan 5. Jagat Cuit

Pada jagat yang terbentuk, hanya terdapat satu kelompok besar yang mendominasi jagat yaitu kelompok yang menolak pajak Pendidikan dan sembako. Kelompok ini kerap kali berinteraksi dengan kelompok media yang mengeluarkan pemberitaan terkait dengan pajak pendidikan dan sembako sebagai landing page percakapan. Tidak terlihat adanya kelompok yang mendukung dan melakukan pembelaan atas isu ini selama bulan Juni 2021.

Linimasa Eksposur

Bagan 6. Linimasa dan Akun

Spike pertama terkait isu pajak sembako dan pendidikan disebabkan karena adanya pembicaraan masyarakat terkait dengan rencana pemerintah untuk memungut pajak pada sektor pendidikan dan sembako. Rencana ini mendapatkan protes dan kritikan dari masyarakat dan berbagai kelompoknya, kritikan utamanya ditujukan kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani. DPR kemudian meminta pemerintah dan Kemenkeu untuk berhati-hati dan meninjau kembali pengenaan pajak pada sektor pendidikan dan sembako, terutama pada masa pandemi ini.

Isu ini kemudian sempat menurun dan kembali mencapai spike tertingginya pada tanggal 12 Juni 2021. Pembicaraan masyarakat didominasi oleh protes dan penolakan terhadap rencana kebijakan pengenaan pajak ini. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan UUD 1945 dan berkembang anggapan bahwa Sri Mulyani mempermalukan Jokowi serta Jokowi yang tidak pro rakyat. Pemerintah akhirnya membatalkan rencana penarikan pajak sembako.

Isu ini kembali melandai hingga akhir bulan dan hanya mengalami satu kali spike yang tidak begitu tinggi pada tanggal 19 Juni dengan narasi penolakan pada pengenaan pajak di sektor pendidikan. Pembicaraan mengenai isu ini mencapai 40.387 total unggahan dan 2.462 total pelibatan.

Jagat Tagar

Bagan 7. Jagat Tagar

Jagar tagar didominasi oleh tagar penolakan rencana pemerintah untuk mengenakan pajak pada sembako dan Pendidikan. Tagar MahasiswaMatiSuri menjadi tagar yang masuk dalam topik terpopuler Indonesia #1 pada tanggal 12 Juni 2021. tagar ini mengangkat narasi mahasiswa yang tidak bergeming atas isu penting pengenaan pajak sembako dan Pendidikan.

Isu ini ditumpangi dua tagar khilafah yaitu #KhilafahMembangunTanpaPajak dan #IslamBebaskanBebanPajak yang diangkat pada bulan Juni.Selain kelompok khilafah, kelompok PKB dan PKS merupakan dua kelompok lainnya yang banyak mengangkat tagar terkait isu ini. PKB dengan tagar GuaAMI sementara PKS dengan tagar PKSTolakPajakSembako.

Masyarakat kerap kali menggunakan akun media online dalam membicarakan isu ini.

Jagat Kata

Bagan 8. Jagat Kata

Jagat kata didominasi oleh percakapan masyarakat yang membicarakan permasalahan-permasalahan pemeerintah yang saat ini memecah konsentrasi publik. Salah satunya adalah permasalah pajak sembako dan Pendidikan. Masyarakat kemudian meminta pemerintah untuk mengkaji ulang prioritas negara terkait dengan pengenaan pajak sembako dan pendidikan dibandingkan dengan rencana pembelian alutsista 1,7 kuadriliun karena uang negara yang terbatas serta.

Selain itu, masyarakat juga menyarankan penarikan pajak di objek pajak lainnya seperti pada pajak kendaraan mewah atau penertiban pajak salah satunya ppn batubara. Selain itu penerapan pajak pada sembako dan Pendidikan dianggap tidak sesuai dengan konstitusi negara.

TWK KPK

Jejaring Percakapan

Bagan 9. Jagat Cuit

Pada jagat yang terbentuk, kelompok kontra pemerintah dan TWK KPK menjadi kelompok yang mendominasi percakapan terkait isu ini. Kelompok ini kerap kali menggunakan pemberitaan akun media online dan kerap kali melakukan interaksi dengan kelompok pro pemerintah dan TWK KPK. Kelompok ini banyak mengangkat narasi pembelaan terhadap TWK KPK. Pembelaan ini tidak mendapat respon sehingga klaster kelompok ini menjauh dari kelompok kontra TWK KPK.

Linimasa Eksposur

Bagan 10. Linimasa dan Akun

Pembicaraan mengenai TWK KPK mengalami spike pembicaraan tertingginya pada awal bulan Juni 2021 ketika pelantikan ASN KPK dilaksanakan. Masyarakat banyak yang membicarakan hal ini karena pelantikan ini dianggap terlalu terburu-buru dan dipaksakan. Masyarakat menganggap bahwa pelantikan ini menjadi simbol bahwa seruan masyarakat sipil tidak didengarkan. Pada spike ini pula dinaikkan narasi adanya usaha untuk membenturkan agama dengan kebangsaan pada pertanyaan yang diajukan di TWK KPK. Isu kembali naik pada tanggal 3 Juni, dengan pengembangan narasi bahwa adanya upaya yang sejak lama dilakukan dalam menyingkirkan penyidik KPK yang sedang menangani kasus-kasus mega korupsi salah satunya adalah bansos dan ekspor benur.

Masyarakat juga membicarakan pemanggilan ketua KPK Firli Bahuri dan beberapa lembaga terkait TWK KPK. Pembicaraan kemudian kembali melandai dan memiliki kenaikan-kenaikan pembicaraan yang tidak terlalu signifikan selama bulan Juni 2021. Salah satunya adalah pada tanggal 18 Juni ketika ditemukannya kejanggalan dalam pelaksanaan TWK yang diakui tidak pernah dilakukan lagi sejak 20 tahun terakhir dan ditemukannya barang bukti terkait dengan hal ini. Masyarakat kemudian meminta Pemerintah untuk menindak kasus ini dan memberikan dukungan terhadap ke 75 anggota KPK yang di nonaktifkan dan cenderung menyerang pimpinan KPK.

Pada tanggal 20 Juni, masyarakat kembali membicarakan hal ini dengan membawa narasi bahwa sosok ketua KPK, Firli Bahuri menjadi sosok sentral dalam kejanggalan pelaksanaan TWK KPK ini. Selain itu masyarakat turut membicarakan film dokumenter pendek oleh aktivis Dandhy Laksono yang berjudul “KPK : End Game” yang ditayangkan di kanal youtube Watchdoc documentary.

Eksposur pembicaraan mengenai isu ini terpantau sangat tinggi di media sosial yaitu mencapai 124.827 dan 6.447 total pelibatan. Isu ini banyak diangkat oleh akun-akun aktivis dan akun media online.

Jagat Tagar

Bagan 11. Jagat Tagar

Pada jagat yang terbentuk, jagat didominasi oleh tagar-tagar yang mendukung pemecatan 75 penyidik KPK dan mendukung TWK KPK. Tagar-tagar penyerangan ini juga diikuti dengan narasi khilafah dan Taliban. Tagar pada jagat yang menempati topik terpopuler Indonesia selama Juni 2021 adalah tagar WelldoneNewKPKPancasilais (#6) pada tanggal 3 Juni 2021.

Hanya terdapat  4 tagar terkait pembelaan 75 penyidik KPK yang dipecat. Salah satunya adalah tagar endgamekpk yang naik karena dirilisnya film besutan Dandhy Laksono mengenai pemecatan 75 anggota KPK ini.

Selain itu, akun media online Tempo merupakan media online yang sering memberitakan kelanjutan dari kasus TWK KPK.

Jagat Kata

Bagan 12. Jagat Kata

Pada bulan Juni 2021, pembicaraan mengenai TWK KPK didominasi oleh ditemukannya berbagai kejanggalan pada pelaksanaan TWK KPK. Pembicaraan isu ini banyak mengacu pada utas investigasi @inaleaks yang menyatakan bahwa ketua KPK ngotot adakan TWK dengan dalih banyaknya kelompok taliban dalam tubuh KPK dan adanya dugaan ketua KPK sudah ingin mengeluarkan puluhan penyidik KPK sejak bulan November 2020.

Masyarakat membicarakan bahwa ada unsur kesengajaan pada penonaktifan penyidik KPK yang sedang menangani kasus besar di KPK. Masyarakat juga membicarakan pemanggilan ketua KPK, Firli Bahuri dan Lembaga yang membuat TWK oleh KOMNAS HAM.

1,7 Kuadriliun Belanja Alutsista

Jejaring Percakapan

Bagan 13. Jagat Cuit

Jagat cuit didominasi oleh kelompok kontra Menhan Prabowo, yang menolak adanya pengadaan alutsista 1,7 kuadriliun. Kelompok ini cenderung banyak melakukan interaksi dengan dua kelompok lainnya yaitu kelompok lintas kluster, yang mengkritik kebijakan anggaran dan kelompok pro Kemhan. Kelompok lintas klaster lebih banyak melakukan interaksi dengana kelompok media dan jarang melakukan interaksi dengan kelompok pro menhan. Pada umumnya, semua kelompok percakapan menolak adanya rencana pengadaan anggaran 1,7 kuadriliun ini.

Linimasa Eksposur

Bagan 14. Linimasa dan Akun

Pada bulan Juni, isu 1,7 kuadriliun mengalami tiga kali spike percakapan. Yang pertama terjadi pada tanggal 2 Juni dimana masyarakat membicarakan bocornya anggaran 1,7 kuadriliun dan pemanggilan Prabowo ke rapat DPR terkait dengan pengajuan anggaran 1,7 kuadriliun Kemhan. Masyarakat mengkritik anggaran 1,7 kuadriliun yang dikaitkan dengan situasi pandemi dan bertambahnya utang negara. Spike kedua terjadi pada tanggal 10 Juni 2021. Masyarakat membicarakan pernyataan Bappenas yang tidak tahu mengenai rencana utang untuk pengadaan alutsista ini. Spike tertinggi terjadi pada tanggal 14 Juni ketika banyak masyarakat yang membicarakan munculnya Prabowo di podcast Deddy Corbuzier terkait dengan klarifikasi 1,7 kuadriliun. Pada podcastnya ini, Prabowo menjelaskan bahwa ia hanya menjalankan visi Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Isu ini mendapat 4.673 total unggahan dan 248 total pelibatan pada bulan Juni 2021. Isu ini banyak diangkat oleh kelompok pro pemerintah.

Jagat Tagar

Bagan 15. Jagat Tagar

Pada bulan Juni 2021, jagat yang terbentuk pada isu ini didominasi oleh tagar dengan sentimen positif terhadap Prabowo. Hanya terdapat tiga tagar serangan pada jagat yaitu tagar PSITolak1700T, emangkitamoperang dan siapamusuhkita. Namun ketiga tagar ini tidak masuk kedalam 15 besar topik terpopuler Indonesia selama bulan Juni 2021.

Tagar #PrabowoMenjawabCorbuzier menjadi tagar yang paling banyak diangkat diangkat oleh masyarakat setelah podcast Prabowo dengan Deddy Corbuzier ditayangkan. Tagar ini menduduki peringkat enam topik terpopuler Indonesia pada tanggal 14 Juni 2021.

Selain itu, dalam membicarakan isu ini, masyarakat banyak menggunakan pemberitaan media online, khususnya Tempo. Isu ini merupakan isu elit yang tidak bisa diperbincangkan oleh semua kalangan, sehingga secara eksposur, isu ini hanya menarik beberapa kalangan  saja.

Jagat Kata

Bagan 16. Jagat Kata

Pada jagat kata selama bulan Mei, narasi yang banyak diangkat oleh masyarakat adalah bagaimana Prabowo menjalankan visi Jokowi dalam memenuhi minimum essential force pada persoalan pengadaan alutsista sebagai menteri pertahanan.

Beberapa kelompok mengkritik rencana pembelian alutsista 1,7 kuadriliun ini dengan mengaitkan permasalahan utang yang semakin menumpuk dan  pembangunan ibukota baru. Masyarakat menganggap pembelian alutsista dengan biaya yang banyak ini bukan merupakan prioritas negara saat ini.

Selain itu, masyarakat juga membicarakan pernyataan pengamat pertahanan, Connie Bakrie mengenai rencana utang 1,7 Kuariliun dan mafia alutsista di Kementerian Pertahanan.

Analisis Kualitatif

Linimasa Isu

Bagan 17. Komparasi Linimasa Isu Maret

Bagan 17 di atas menunjukkan perbandingan lini masa keempat isu yang terjadi selama bulan Juni 2021. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa isu TWK KPK merupakan isu yang paling banyak menyita perhatian publik di media sosial dibandingkan tiga isu lainnya. Terpaan isu TWK KPK ini mencapai 124.827 total unggahan. Terlihat pada lini masa isu ini mengalami spike paling tinggi pada awal bulan Juni dan kemudian melandai sampai akhir bulan. Walapun isu ini sudah melandai, isu ini tetap memiliki spike-spike yang lumayan tinggi dari awal hingga akhir bulan.

Isu kedua yang paling banyak dipercakapkan oleh masyarakat di bulan Juni adalah isu dana haji yang mencapai 64.148 total unggahan yang kemudian disusul dengan isu rencana pengenaan pajak pada sembako dan sektor pendidikan yang mencapai 40.387 total unggahan. Isu 1,7 kuadriliun anggaran alutsista menjadi isu yang paling sedikit dibicarakan oleh masyarakat pada bulan Juni 2021. Hal ini disebabkan karena isu yang diangkat merupakan isu elit yang tidak bisa di-engage oleh masyarakat umum.

Pada linimasa, dapat dilihat keempat isu di bulan Juni 2021 memiliki kecenderungan yang sama yaitu percakapan mengenai isu sama-sama mengalami spike pada awal dan pertengahan bulan. Percakapan keempat isu ini cenderung melandai sampai dengan akhir bulan Juni.

Persentase Isu Maret

Bagan 18. Persentase Isu Maret

Pada bulan Juni, isu TWK KPK  masih menjadi pembicaraan yang mendominasi di media sosial dengan 53%. Khususnya ketika ditemukannya banyak kejanggalan dalam pelaksanaan TWK KPK.

Isu dana haji menjadi isu kedua dengan eksposur tertinggi (28%) dan diikuti oleh isu pajak Pendidikan dan sembako (17%). Kedua isu ini ramai dibicarakan pada pertengahan bulan Juni 2021.

Sementara isu 1,7 kuadriliun menjadi isu dengan eksposur paling sedikit di antara keempat isu di bulan Juni 2021. hal ini dikarenakan isu anggaran alutsista ini merupakan isu elit yang tidak bisa dibicarakan oleh masyarakat umum dan terbatas pada kalangan tertentu saja.

Download Publikasi